
“tot tot tot..” hani perlahan membuka matanya sungguh dirinya sebenarnya masih malas untuk bangun dari tempat tidurnya tetapi hani memaksa diri karena ingin melaksanakan ibadah solat “brukk..” selesai solat pun hani kembali membaringkan tubuhnya ketempat tidur karena semalam begadang.
“ya allah ini jam berapa?” hani tersentak kaget karena maksudnya dirinya hanya tidur sebentar tetapi kebablasan sampai siang sehingga hani buru buru masuk kekamar mandi dan selesai menyiapkan semua barang yang akan di bawa hani pun langsung keluar dari kamarnya dan segera berangkat ke kampus menggunakan mobilnya.
“ini bu hani tumben banget telah lah?” Tanya ardi mulai kesal menunggu di kelas sedang joxi tampak kuatir takut terjadi seuatu pada gadis yang di sukainya itu “ceklek.. tap tap tap!” para mahasiswa pun merasa lega saat melihat sosok dosennya yang kini sudah duduk di kursi berhadapan dengan mereka “maafkan ibu ya, baik lah kita mulai saja kuliahnya?” pada akhirnya waktu kuliah hanya tersisa 1 jam sehingga tidak kerasa hani sudah selesai mengajar sehingga para mahasiswa pun mulai keluar dari kelas kecuali joxi yang langsung menghampirinya.
“kantung matamu hitam, kau begadang?” Tanya joxi saat memperhatikan wajah hani yang pucat “iya..” jawab hani singkat dan dirinya hendak melangkah kan kakinya tangan joxi langsung memegang lengannya “tap..” tentu hani tersentak saat tangan kanan joxi tiba tiba menyentuh keningnya beruntung hanya ada mereka berdua di kelas “kau panas tahu?” kata joxi sedikit membungkukan tubuhnya supaya wajahnya bisa lebih dekat kepada wajah hani.
“aku akan istirahat nanti?” joxi langsung menggelengkan kepalanya “pulang lah, izin saja bilang aku yang nyuruh!” hani langsung cemberut dan matanya menatap sinis wajah tampan joxi “kau kira karena ini kampus milik bapak mu kau jadi semena mena dasar..” joxi langsung tertawa kecil mendengar hani protes lalu di lepasnya lengan hani dan kini joxi melangkah mundur menjauhi tubuh gadis cantik itu.
“baik lah kalo kau masih ingin berkerja, aku akan belikan vitamin nanti”
“gak usah aku gak butuh..” selesai mengatakan itu hani langsung melangkahkan kakinya sedang joxi membiarkan gadis itu pergi “kau manis sekali walaupun wajah mu pucat kau tetap cantik..” itulah kalimat yang di ucapkan mulut joxi sungguh dirinya benar benar terpesona oleh hani yang selalu bersikap dingin dan cuek kepadanya lalu joxi pun pergi ke mini market kampus untuk membelikan hani multi vitamin.
__ADS_1
Sedang hani saat sudah kembali keruang kerjanya langsung di dudukan tubuhnya ke sofa yang empuk “huaaah..” hani menguap lebar lebar lalu tangannya mengucek matanya yang berair “aku semalam tidak jam berapa sih kenapa ngantuk banget lah?” Tanya hani pada dirinya sendiri sungguh dirinya keheranan karena tidak ingat terakhir melakukan apa sebelum semalam tertidur dan tidak berselang lama hani pun benar benar terlelap di sofa yang dirinya duduki “ceklek..” suara pintu terbuka dan joxi pun langsung masuk kedalam ruang itu “tap tap tap..” langkahnya pelan supaya tidak membangunkan gadis yang sedang terlelap itu.
“hmm dasar cewek ngeyel pada akhirnya kau ketiduran kan?” guma joxi pelan saat matanya yang indah itu menatap wajah hani lalu tangannya meletakan sebotol vitamin C di meja dan tangannya melepas jaketnya dan di selimutkannya ketubuh hani “cantik nya..” kata hati joxi saat matanya menatap wajah hani begitu dekat yang mungkin membuat hani merasakan hembusan napas joxi tiba tiba wajah joxi semakin mendekat hingga bibirnya yang seksi hampir menyentuh bibir mungil hani yang berwarna merah buah cery.
“Deg..” mata joxi langsung membelalak saat dirinya akhirnya tersadar “astofirulah..” joxi langsung menjauhkan wajahnya dari wajah hani saat teringat tentang materi yang dirinya dapatkan saat mengikuti pengajian kemarin.
“dia belum halal, sabar joxi..” kata hati joxi meyakinkan dirinya lalu joxi pun segera keluar dari ruangan itu karena merasa ketakutan dan kini dirinya langsung berlari di masjid yang ada di kampusnya selesai berwudu joxi langsung melaksanakan solat karena merasa tidak nyaman. Kini tangannya terangkat “ya allah maafkan aku yang hampir tergoda, ya allah aku mohon jodohkan lah aku kepadanya karena aku benar benar mencintainya dan tolong ampuni dosaku tadi ya allah aku menyesal” selesai mengucapkan kalimat itu dengan lirih joxi langsung mengusapkan tangannya ke wajahnya.
Kini kara dan desi sudah selesai mengajar sehingga mereka langsung keruangan kerja hani karena hendak mengajak sahabatnya itu makan sore bersama lalu jalan jalan.
“aku masih ngantuk..” keluh hani sehingga kara langsung duduk di sampingnya “ayo kita makan baru pulang?” hani langsung tersenyum mendengar ajakan kara “lah katanya mau jalan?” sahut desi “besok aja des, kasihan hani kan gak sekuat kamu?” hani pun langsung cemberut saat mode savage kara on sedang desi langsung tersenyum senang.
“is aku gak selemah itu ya kar?”
__ADS_1
“heleh kau ngeles mulu han padahal baru aja sehari begadang udah kecapean gitu!”
“ya desi kau juga jangan sombong?” hani langsung menyeringai sambil matanya menatap sinis mata desi yang tajam karena di bela oleh kara “ya elah, oke lah ayo makan kesel nih..” kara dan hani langsung tertawa kecil “lah ini jaket siapa?” Tanya hani baru sadar dirinya di selimuti jaket.
“entah lah mungkin dari penggemarmu yang sengaja masuk sini hehehe” jawab desi tak terlihat memperdulikan jaket itu sedang kara hanya terdiam “deg..” kini hani tahu milik siapa jaket itu karena matanya menatap sebotol vitamin C itu “ah baik lah gak usah di ambil pusing ya ehehehe ayo pergi?” kata hani lalu meletakan jaket itu di meja dan mereka bertiga langsung pergi ke kantin selesai hani mengemasi barangnya.
Joxi tersenyum saat menghampiri teman temannya yang masih nongkrong di kantin “kau kemana aja sih lama banget perginya?” Tanya ardi karena merasa kesal pada joxi yang main menghilang begitu saja “aku habis ke masjid tadi” kata joxi langsung menusuk bakso yang di pesan ardi dengan garpu lalu di lahapnya.
“eh gak jadi belikan vitamin?”
“jadi kok..” jawab joxi singkat yang membuat ardi kembali melahap bakso di mangkuknya begitu pun dengan teman temannya yang lain.
“kalo aku nikah bulan bulan ini gimana?”
__ADS_1
“hok hok hokkk..” keenam temannya itu langsung tersedak mendengar pertanyaan joxi lalu mereka langsung meneguk es teh di gelas “glug glug..” selesai minum mata mereka langsung menatap wajah tampan joxi dengan heran “apa kau bilang? Nikah di usia muda akan membuat mu menderita tahu gak..” protes rey yang mendapat anggukan kepala teman temannya “dan kau pun belum sukses jox!” tambah diki yang kembali mendapat persetujuan teman temannya.
“tapi aku ingin sekarang takutnya kalo tunggu sukses nanti dia di ambil orang?” keenam temannya itu langsung melongo sungguh mereka tidak percaya joxi benar benar sangat bucin kepada dosen cantiknya itu “yo uwes lah karep jox, yang penting kalo kau nikah undang kami wis ngono ae…” sahut ardi dan teman temannya langsung menganggukan kepalanya lalu mereka kembali melahap baksonya karena sudah tidak tahu lagi dengan cara apa lagi menasehati temannya yang sedang kasmaran itu.