Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Bingung


__ADS_3

“drtt drtt” tiba tiba ponsel hani bordering sehingga langsung di ambilnya dalam tas “halo kara ada apa?” Tanya hani sambil focus mengemudikan mobilnya “kau kenapa gak masuk han?” Tanya kara balik yang membuat hani menurunkan kecepatan mobilnya.


“apa kau ada waktu aku ingin bicara kepadamu dan desi?”


“tentu, kau dimana sekarang?”


“aku mau masih di jalan mau pulang..”


“ya sudah kau ke rumah desi aja kami baru sampai rumah”


“ah begitu baik lah, kalian mau di bawakan apa?”


“gak usah kami sudah beli nasi padang nih”


“oke lah, aku otw nih” hani langsung memutus panggilan lalu memutar balik menuju kerumah sahabatnya itu. “ada apa?” Tanya desi penasaran “entah lah, hmm apa nunggu dia saja baru makan?” desi menganggukan kepalanya sehingga kara tersenyum “iya sudah aku mandi dulu” selesai mengatakan itu kara langsung pergi kekamar sedang desi langsung mengambil tiga telur di lemari es lalu di rebusnya di panci “drrt drtt” belum berselang 10 menit tiba tiba ponsel desi bordering.

__ADS_1


“halo han kau sudah sampai?”


“iya aku sudah di depan rumah mu nih?” desi tidak merespon tetapi dirinya langsung berlari menuju pintu masuk rumahnya “ceklek” desi langsung menyambut hani dengan senyuman manisnya sehingga hani juga membalas senyuman itu dengan sama manisnya “ayo masuk” ajak kara yang membuat hani masuk kedalam rumah “kau tumben cepat banget, ngebut pasti?” kata desi sambil mereka berjalan menuju dapur “100 km perjam” sahut hani yang membuat desi melongo “ya kalo kau mati gimana?” Tanya desi kesal yang membuat hani tertawa kecil karena merasa ada yang lucu.


“aku gak mungkin mati kalo belum waktunya?”


“ais jangan gitu, kau kan lagi mengan…” desi langsung berhenti bertanya saat melihat kepala hani menggeleng lalu hani pun duduk di kursi sedang desi berdiri di hadapannya “kenapa kau menggeleng han?” Tanya desi hati hati lalu kakinya berjongkok supaya kepalanya bisa di bawah wajah hani yang tampak teduh itu.


“aku gak hamil des”


“HAH” desi dan kara yang kebetulan sudah sampai di dapur langsung tersentak kaget bersamaan “ya jangan bercanda hani?” Tanya desi serius sedang kara langsung menghampiri kedua sahabatnya itu “aku gak bercanda, aku aja habis dari rumah sakit” jantung desi dan kara serasa ingin lepas dari tubuhnya karena mendengar pekataan hani yang membuatnya sangat terkejut.


“hiks hiks” kara dan desi hanya terdiam sehingga tangisan hani benar benar menjadi satu satunya suara yang menggema di dapur “apa yang harus aku lakukan?” kata hani lirih yang membuat desi berhenti memeluknya “tenang kan pikiran dulu, apa kau sudah makan?” Tanya desi hati hati yang mendapat gelengan kepala hani “iya sudah ayo kita makan dulu lalu kau istirahat biar nanti kara menelepon joxi” kata desi lagi yang mendapat anggukan kepala hani “oke ayo makan dulu” kini giliran kara yang berbicara dan mereka pun makan bersama.


Kini hani sudah tertidur karena selesai makan dirinya meminum obat penenang sedang desi dan kara masih memperhatikan wajah hani yang tampak lelah itu “mau telepon sekarang?” Tanya kara yang di iyakan desi sehingga kara mengambil ponselnya yang tergletak di atas meja lalu mencari nomor joxi di ponsel hani “halo ini siapa ya?” suara joxi terdengar jelas saat kara membesarkan volume suara sehingga kara dan desi keluar dari kamar.

__ADS_1


“ini aku kara, jox hani biarkan nginap di rumah kami ya?”


“eh kenapa.. mana hani aku ingin bicara?”


“dia sudah tidur”


“ah begitu, baik lah tolong jaga dia ya?”


“itu sudah pasti..” selesai mengatakan itu kara memutus panggilan suaranya sehingga kara menatap wajah desi yang tampak gelisah itu “apa yang kau pikirkan?” Tanya kara hati hati sambil meletakan ponselnya di atas meja karena mereka tengah duduk di sofa ruang keluarga.


“mungkin alasan kita juga gak hamil karena jawabannya juga sama..” kara mengerti maksud dari perkataan sahabatnya itu sehingga dirinya juga tergulai lesu di kursi yang dirinya duduki “terus menurutmu kita harus bagaimana?” Tanya kara kembali yang membuat mata desi menatapnya dengan lekat “tunggu hani bangun baru kita bicarakan bersama lalu mengabari dia” kara pun menganggukan kepalanya lalu kepalanya bersandar di bahu desi.


“aku kira mereka akan bahagia setelah ini ternyata tidak?”


“aku kira juga begitu kar, karena kalo lihat hani sekarang cara dia memperlakukan cowok brengsek itu aku kira dia sudah mulai bisa mencintainya ternyata kenyataan pahit kembali datang lagi? Sekarang yang aku takutkan cowok brengsek itu akan…” desi tidak menyelesaikan perkataannya karena dirinya takut hal yang di takutkannya menjadi kenyataan dan desi tidak ingin lagi melihat hani terluka dan menderita lagi.

__ADS_1


“tolong katakan semua akan baik baik saja kara?” kata desi lirih lalu tangannya menarik tubuh kara lalu di peluknya erat “semua akan baik baik saja desi jadi tenang lah bukan kan kita punya allah?” mata desi langsung membelalak lalu melepas tubuh sahabatnya itu “kau benar, ayo kita solat isya?” kara menganggukan kepalanya dan mereka pun kembali kekamar lalu berwudu dan selesai itu mereka pun melaksanakan solat.


“ya allah apa pun yang terjadi tolong lah sahabat kami hani bantulah supaya masalah yang di hadapinya selesai dan jagalah rumah tangganya supaya tetap langgeng aamiin” itulah kalimat yang di ucapkan hati kara dan desi dalam sujud terakhirnya setelah solat mereka berdua pun langsung membaringkan tubuhnya di samping hani dan mulai terlelap.


__ADS_2