Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Hmm..


__ADS_3

“kita beli jajan dulu ya?”


“oke..” sahut kedua sahabatnya yang membuat mobil desi berhenti di halaman parker super market dan mereka bertiga langsung membeli banyak sekali makanan ringan dan mie lalu mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


“cekit..” setelah hampir 1 lebih terjebak kemacetan akhirnya mobil desi pun sudah terparkir di bagasi rumahnya yang besar itu sehingga desi dan kedua sahabatnya langsung keluar dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


“mau aku masakin apa?” Tanya hani pada kedua sahabatnya itu yang selesai meletakan barang belanjaan di meja makan “hmm gimana kalo sushi?” kata desi semangat namun langsung mendapat gelengan kepala kara “gak suka makan ikan mentah aku han gimana kalo pecel lele?” kini giliran desi yang menggelengkan kepalanya sehingga hani melongo.


“jangan ikan lele terus kar nanti kau punya kumis loh hmm gimana kalo kimbab yang dari korea itu?”


“hani mana bisa masak itu kan dia blasteran cina?”


“eh jangan asbun kar! Aku kan orang jawa..” protes hani yang membuat kara cemberut pasalnya dirinya hanya bercanda namun di tanggapi serius oleh sahabat paling kalemnya itu “udah gini aja aku masakin sambel ikan asin sama lalap daun singkong gimana?” mata kedua sahabatnya itu langsung berbinar menatap wajah hani yang cantik itu “oke oke kalo itu kami mau hehehe..” kata kara dan desi bersamaan yang membuat hani ikut tertawa.


“dasar kalian giliran di kasih masakan sederhana langsung kompak?”


“eh jangan salah han walaupun itu makanan deso kami suka karena enak!”


“setuju sama kara apa lagi ada daun katesnya hmm tambah dua piring aku!”


“ahahaha iya sudah sana kalian mandi duluan aku akan memasak dulu”


“kami bantu aja ya?” kata kara yang di iyakan desi namun segera mendapat gelengan kepala hani “kalian gak akan membantu ku sudah sana mandi lah!” pada akhirnya kara dan desi menyerah sehingga kedua gadis itu pergi kekamar untuk mandi sedang hani langsung sibuk memasak.

__ADS_1


“loh bibi hani mana?” Tanya tuan indra saat melihat hanya ada pelayan yang menyajikan makanan “nona hani belum pulang tuan” jawab pelayan itu yang membuat tuan indra dan tuan handa tersentak tiba tiba joxi menghampiri mereka berdua “hani nginap di rumah sahabatnya yang bernama desi yah?” kata joxi lirih yang langsung mendapat anggukkan kepala kedua orang tuanya itu “padahal ayah ingin di masakan sambel terong hmm dasar anak itu udah tahu punya suami malah masih suka keluyuran!” sahut tuan handa yang membuat joxi menatap wajahnya.


“ayah jangan begitu hani sudah sangat baik jadi istriku lagi pula dia juga butuh hiburan bersama teman temannya?”


“aku setuju sama joxi, handa santai saja oke?”


“bukan begitu indra hanya saja hani akan sering nginap kalo di perbolehkan terlebih sama gadis jangkung itu..”


“ayah handa gak suka sama desi kah?”


“dia sudah matahkan jari ayah gara gara ayah melarang hani bergaul dengannya dan ayah tahu kalo hani sering bersamanya nyawamu dalam bahaya jox?” joxi langsung menutup mulutnya supaya tidak tertawa lepas mendengar perkataan ayahnya itu sedang ayah kandungnya tampak keheranan melihat ekspresi anaknya itu.


“hehehe ayah handa tenang saja desi gadis itu sebenarnya punya sisi lembut namun kalo membuat masalah dengannya atau dengan sahabatnya dia akan jadi psikopat kejam aku sudah tahu itu jadi aku akan lebih berhati hati?” selesai mengatakan itu joxi langsung tersenyum pada kedua ayahnya itu “aku hanya udah hampir mati di hajarnya yah” kata hati joxi tidak bisa memungkiri bahwa dirinya juga waspada kepada gadis yang menjadi sahabat istrinya itu “iya sudah yuk kita makan?” ajak tuan indra sehingga mereka bertiga pun mulai melahap makanan lezat itu.


“kar apa ini gak kebanyakan?” Tanya hani karena melihat nasi itu menggunung di mangkuknya “jangan protes kau harus makan banyak biar sehat nanti kalo sakit kami juga yang repot!” hani segera menganggukan kepala ketika mode savage kara on sedang desi langsung terdiam dan menerima mangkuk berisi nasi bergunung yang baru di berikan kara padahal tadinya desi juga ingin protes.


“selamat makan” kata hani dan kedua sahabatnya bersamaan lalu setelah membaca doa mereka pun langsung melahap nasinya itu bersama sambal ikan asinnya “gimana?” Tanya hani saat kedua sahabatnya makan dengan lahap “enak banget han. Kau itu cocok tinggal di sini han, kalo gak adopsi kami berdua geh biar jadi anakmu?” hani tertawa lepas mendengar perkataan desi untuk hani tidak memakan apapun sehingga tidak tersedak.


“ahahaha.. aku ngadosi kalian? Itu gak mungkin karena kalian udah gedek kecuali kalo masih kecil dan unyu gitu oke oke aja biar jadi anak kembar sang dosen, ini kalian udah waktunya di lamar ya angel kalo mau rawat kalian?” kedua sahabatnya itu langsung tersenyum canggung sungguh perkataan hani barusan membuat kara dan desi tersipu malu.


“iya sudah deh kalo gitu ayo lanjut makan lagi?” ajak kara dan kedua sahabatnya menganggukan kepalanya mereka pun kembali makan sampai desi nambah dua piring sedang hani nambah satu piring sedang kara langsung nambah tiga piring sungguh sekalipun lauknya sederhana mereka bertiga tetap lahap memakannya karena jika bersama semua akan terasa nikmat.


“weh gila aku kenyang banget?”

__ADS_1


“sama han perutku sampai begah! Gimana kabar perutmu kar?”


“aman lah ini aja aku mau makan ubi rebus?”


“haa..” kedua sahabatnya langsung melongo sungguh tubuh kara adalah yang paling kurus namun napsu makannya yang paling besar “dasar cacingan!” kata hati hani dan desi bersamaan saat mata mereka melihat begitu lahapnya kara memakan ubi rebus itu “drrt drrt..” tiba tiba ponsel hani bergetar sehingga tangannya langsung mengambilnya “dari joxi?” kata hani lirih setelah memencet tombol terima panggilan hani mendekatkan ponselnya ke telinga.


“halo ada apa?”


“ah gak apa apa aku Cuma pingin dengar suara mu! Apa kau sudah makan?”


“sudah aku nambah 1 piring, kau?”


“aku juga sudah makan bareng kedua ayah kita!”


“oh gitu?”


“iya.. ah sayang mau gak ikut ke acara makrab?”


“aku sih inginnya gak ikut, gimana?”


“begitu.. iya sudah nanti kita bicara lagi sekarang istriharat lah dan jangan begadang ya?”


“oke! Tot tot..” hani langsung memutus panggilan lalu matanya menatap kedua wajah sahabatnya secara bergantian “dia bilang apa?” Tanya desi penasaran “Cuma ngobrol biasa, hmm iya sudah aku mandi dulu ya?” kara dan desi menganggukan kepalanya sehingga hani meninggalkan mereka “apa dia baik baik saja?” Tanya desi lirih “dari pada kita berpikir lebih baik tunggu dia di kamar aja” selesai mengatakan itu kara langsung menggeret lengan sahabatnya itu dan mereka pun menunggu hani keluar dari kamar mandi sambil membaca buku ajar.

__ADS_1


__ADS_2