
“ceklek” seketika mendengar suara pintu terbuka keluarga dan teman teman joxi pun langsung berdiri dan mengerumuni sang dokter yang baru saja keluar dari ruangan “bagaimana anak saya dok?” Tanya tuan indra panic “tuan anda perlu ke ruangan saya untuk berbicara?” tuan indra menganggukan kepalanya sehingga tuan handa dan joko ikut keruangan sang dokter.
“begini tuan anak anda mengalami pendarahan hebat di kepalanya namun masalah terbesarnya adalah di jantung joxi, apa kah anak anda sering mengomsumsi alcohol dan obat obatan terlarang?”
Tanya dokter yang membuat tuan indra menganggukan kepalanya dengan lesu sehingga sang dokter tampak kecewa “tuan anak anda menderita penyakit kardiomiopati merupakan kondisi terjadinya pembesaran otot jantung sehingga otot ini menjadi kaku dan mempengaruhi kinerja jantung dalam memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh dan sekarang kondisi itu sudah semakin parah sehingga joxi membutuhkan pendonor jantung secepatnya” penjelasan dokter bagai bom atom yang meledak di telinga ketiga pria itu terlebih joko dan ayah nya tampak sangat terkejut dan tidak bisa berkata apa apa lagi.
“saya bisa donorkan jantung saya dok” tiba tiba hani membuka pintu dan mengatakan hal itu sehingga tidak hanya membuat para penghuni ruangan itu terkejut namun juga kedua sahabatnya.
“apa yang kau katakan barusan jangan bercanda han?” Tanya kara tampak marah sekali sedang hani tidak perduli “ini adalah salahku karena itu di seperti itu?”mata desi membelalak dan tangannya spontan menampar pipi hani “plakkk” tidak sampai di situ tangan desi langsung menarik kerah baju hani sehingga kedua mata mereka bertabrakan hanya saja tatapan mata desi sangat tajam seolah ingin membunuhnya.
“kau ingin meninggalkan kami demi dia begitu?” mata hani membelalak saat air asin itu berjatuhan di wajahnya ya desi kini terisak “tapi aku hidup pun gak aka nada gunanya karena aku merindukan orang yang sudah pergi meninggalkan aku des” mata desi dan kara langsung membelalak tidak percaya dengan perkataan yang terucap dari mulut hani barusan.
“hiks hiks” kara yang juga ikut menangis hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum dalam tangisnya “kalo kau ingin menyusul atez dan itu membuatmu bahagia aku rela melepasmu han” kata kara dengan suara serak sehingga tubuh desi gemetar hebat dan tangannya langsung melepas baju hani.
“kara benar.. hiks hiks” desi pun ikut menyetujuinya sehingga hani tersenyum bahagia dan segera memeluk tubuh kedua sahabatnya “aku sangat mencintai kalian dan terimakasih banyak sudah mau mengerti” selesai mengatakan itu hani pun melepas kedua sahabatnya dan kini kakinya melangkah menghampiri ayahnya yang tampak terpukul dan sedih itu.
__ADS_1
“ayah tolong relakan aku juga supaya aku bisa pergi dengan tenang” pinta hani penuh ketulusan yang membuat ayahnya menggelengkan kepalanya “ayah terus sama siapa kalo hani pergi?” mata hani langsung membelalak saat mendengar pertanyaan ayahnya yang seperti pisau tajam menusuk hatinya berkali kali sehingga membuatnya terasa sakit.
“ayah..” bibir hani gemetar saat mengucapkan kalimat itu sehingga ayahnya langsung memeluk tubuhnya “baik baik sayang apa pun itu kalo membuatmu bahagia ayah akan terima” tuan handa tahu hati anaknya terbebani selama ini dan bodohnya dirinya tidak pernah menyadarinya sehingga sekarang tuan handa membiarkan hani memilih keputusannya sendiri tanpa perlu di halangi lagi.
“terimakasih ayah..” hani langsung tersenyum dalam tangisnya lalu ayahnya melepas tubuhnya dan segera menciumi pipinya “ayah harap kau akan bahagia dengan keputusan mu ini” kata tuan handa setelah menciumi putrinya tercinta “jadi anda benar benar ingin mendonorkannya?” Tanya dokter setelah sekian lama terdiam.
“iya dok, dan ayah handa, joko tidak perlu kuatir lagi ya?” kata hani lalu menoleh tuan indra lalu ke joko yang tampak terpaku melihatnya tampak tegar itu “baik lah kalo begitu anda harus istirahat dan berpuasa” hani menganggukan kepalanya lalu ikut dokter itu pergi sedang kara dan desi langsung membuntutinya dari belakang.
Kini hani sedang di sebuah ruangan bersama kedua sahabatnya “apa kau ingin memberi pesan aku bawa buku nih?” Tanya desi yang membuat hani tersenyum lalu menganggukan kepalanya sehingga desi memberikan buku itu kepadanya “kara..” panggil hani dengan suara lembut membuat kepala sahabatnya itu menoleh kearahnya “apa hani?” Tanya kara lalu dirinya mendekat.
“desi kemarilah” pinta hani yang membuat desi yang menahan airmatanya itu terjatuh juga lalu hani tersenyum dan juga menciumi wajah sahabatnya yang paling kuat itu “kau jagalah kara dan tetap lah jadi sahabat yang baik untuknya walau pun kalian nanti akan menikah dan punya kehidupan masing masing” desi manggut manggut sehingga hani tersenyum bahagia “sudah jangan nangis kita hanya berpisah sementara kita pasti akan berjumpa lagi” kata hani berusaha mengkuatkan kedua sahabatnya itu.
“hani I love you so much” kata desi dan kara bersamaan yang membuat hani tersenyum bahagia namun air matanya kembali terjatuh juga saat hatinya terasa begitu sakit dan mereka kembali berpelukan “I love you too desi, kara” kata hani dengan suara lirih dan setelah puas berpelukan desi dan kara pun keluar dari ruangan itu karena hani harus beristirahat.
Hani belum bisa tidur sehingga dirinya pun berwudu lalu melaksanakan solat malam “ya allah sekarang aku pasrahkan semuanya kepadamu dan semoga keputusan ku ini bukan lah keputusan yang salah dan aku mohon bahagiakan lah desi, kara, ayahku, joxi dan keluarganya aamiin” itulah kalimat yang di ucapkan mulut hani dalam sujud terakhirnya lalu selesai salam hani pun langsung menulis sebuah surat di buku yang di berikan desi tadi untuk suaminya joxi.
__ADS_1
Haruskah aku menangis malam ini? Padahal aku tahu malam ini begitu tenang, dan malam ini begitu indah karena banyak bintang yang besinar. Aku ingin berubah sungguh aku ingin melakukanya. Tetapi aku tidak mampu setidaknya sampai malam ini. walau pun begitu indah tetap saja sulit menghibur hatiku yang kecewa.
Ketika aku melihat diriku sendiri, aku tidak punya apa – apa bahkan tentang semangat itu pun sudah lenyap. Ketika waktu yang berlalu telah mengucapkan selamat tinggal, aku tahu aku telah menyia – nyikannya ketika dia datang. Dan kini walaupun aku memintanya kembali itu sudah mustahil.
Aku malam ini mengalami rasa sakit yang membuat aku menangis. Malam ini aku mendengarkan lagu yang indah, malam ini jatuhlah air mataku, malam ini aku kembali menangis sendiri. Tidak ada seorang yang tahu tentang apa yang aku rasakan dan aku alami.
Ini bukan tentang cinta ini lebih dari itu. Ini tentang tujuan, harapan, dan kebahagiaan. Ini tentang bagaimana aku kehilangan separuh atau bahkan segalanya yang membuat aku bahagia. Ini tentang kegagalan dan juga ke kecewaanku yang tidak bisa melepas masa laluku.
Malam ini akan menjadi salah satu malam yang menyedihkan dalam hidupku. Karena aku hanya merasakan kesedihan. Bagaimana mungkin aku bisa menahan air mata ku sekarang, sedang semua yang aku miliki telah hilang. Aku harus bagaimana? Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan. Ini sangat sakit sungguuh ini menyakiti diriku.
Ketika dalam masa – masa tergelap aku tidak punya siapa pun untuk mengukatkan aku. Aku ini juga manusia biasa. Aku juga punya mimpi, aku juga punya tujuan dan aku ingin mewujudkan itu semua. Tetapi sayang sekeras apapun jika itu bukan milikku tetap aku tidak bisa mengambilnya.
Joxi tetap lah hidup dan aku rela menjadi bagian dari dirimu karena aku sangat berterimakasih kamu telah mencintaiku dan maafkan aku yang tidak bisa merubah perasaanku namun aku tidak pernah membencimu. Selamat tinggal dan jangan sakiti dirimu lagi, aku saja yang terluka sampai detik ini dan aku saja yang harus pergi membawa semua luka yang kau derita dan luka yang aku derita.
Hani menangis membaca isi surat itu yang mengutarakan semua isi hatinya lalu hani meletakan buku itu dan segera membaringkan tubuhnya “hiks hiks” lagi lagi hani tertidur dalam pepedihan hatinya dan luka yang begitu nyata membuatnya tidak ingin bangun lagi untuk selamanya.
__ADS_1