
“weh jox ngapa mukamu sungut gitu?” kata ardi saat masuk kedalam kamar leadernya itu bersama teman temannya “untung kalian cepat datang kalo gak aku sudah hancurkan tu pintu karena masih jengkel” sahut joxi masih dengan muka cemberutnya yang imut sehingga ke enam temannya itu melongo.
“kau kenapa lagi lah?” Tanya rey tanpa bosa basi “gara gara dua nenek lampir itu aku gagal terus mau making love sama haniku tercinta” jawab joxi to the poin yang membuat teman temannya tersentak kaget “Haaa..” mata indah joxi langsung memelas pada teman temannya itu seolah memohon untuk di bantu menyelesaikan masalah yang sedang di hadapinya.
“gimana kalo kita kirim gang ster untuk menghajar kara dan desi?”
“ais bodoh banget kau ini ardi, kau masih belum tahu apa kalo dahlia desi itu seorang petarung jalanan yang sangat terkenal itu nicknamenya adalah black rose gadis itu lebih mirip psikopat di banding dosen makanya itu aku juga kesulitan deketin kara lyn karena di sahabatnya desi”
“Eh.. Eeee..” kata semua teman temannya saat mendengar perkataan akhir rey sehingga membuat mereka terkejut bersamaan “jadi kau menyukai kara sejak kapan rey?” Tanya joxi yang membuat rey terdiam sungguh dirinya keceplosan sehingga membuatnya merasa malu.
“belum lama sih jox lebih tepatnya sejak aku tahu dia sahabatnya istrimu”
“ah begitu, hmm semoga cintamu bakal indah juga ya seperti cintaku pada hani ku”
“angel jox kalo ada desi mah” keluh rey lalu matanya melirik ardi yang melongo pasalnya sahabatnya itu sangat mengagumi sosok desi yang begitu dingin namun juga sangat cantik “ya ngapa kau lihatku gitu?” sahut ardi kesal sehingga rey memalingkan wajahnya “hmm gimana kalo besok kita bagi tugas saja supaya joxi bisa making love?” tiba tiba diki nimbrung yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
“maksudmu gimana diki?”
“gini jox kan besok makrabnya tuh, rey dan ardi pura pura ilang saja di hutan..”
“eh nanti ilang beneran gimana?”
“is ardi kau parno banget sih, dengar ide diki dulu? Oke lanjutkan dik..”
“oke riko, jadi kalo rey dan ardi ilang otomatis pada nyari tuh termasuk para dosen yang ikut jadi pas itu lah joxi ambil kesempatan dalam kesempitan. Paham gak?”
“ah idemu boleh juga sih dik tapi hani malah ngomel ngomel karena aku gak cari rey dan ardi malah asik sama dia?”
“apa al?” sahut semua temannya bersamaan “hehehe bercanda” mata keenam temannya itu langsung melotot terlebih riki dan riko langsung menghajarnya dengan menggelitiki tubuhnya sampai hampir kencing di celana “pikirkan ide lagi guys biar kami urus si aldi” sahut riki yang mendapatkan anggukan kepala keempat temannya.
“ah aku mumet buntu ini?” keluh joxi yang membuatnya mengacak acak rambutnya karena tidak bisa focus pada apapun “gimana kalo kita ambil idenya diki saja?” Tanya ardi yang membuatnya menjadi pusat perhatian setelah hampir 30 menit hanya ada keheningan di ruangan kamar ini.
__ADS_1
“tapi aku pikir sepertinya gak perlu melakukan itu di? Yang sebenarnya aku ingin bicarakan pada kalian adalah tentang desi dan kara gimana cara menyingkirkan kedua gadis itu dari kehidupan hani karena jujur kalo mereka masih ada aku kesulitan untuk memiliki hani sepenuhnya?” akhirnya joxi berkata pada poin pentingnya sehingga membuat teman temannya kembali terdiam memikirkan jawaban dari pertanyaannya.
“mungkin gak bisa cepat sih jox tapi segera mereka akan menghilang dari kehidupan istrimu” tiba tiba rey mengucapkan kalimat itu yang membuat teman temannya keheranan terlebih joxi yang tampak tidak mengerti.
“maksud mu rey?” Tanya joxi yang membuat rey tersenyum lalu menepuk pelan pundak leadernya itu “aku akan buat perhitungan kepada mereka dan kalian gak perlu kuatir dengan rencana ku itu yang penting apa yang kau mau bisa terwujud” selesai mengatakan itu rey langsung berdiri “aku pergi dulu ya?” rey langsung melangkah kan kakinya menuju pintu joxi hendak mencegahnya namun langsung di tahan oleh diki sehingga rey benar benar keluar dari kamarnya.
“kenapa kau menahan ku?” Tanya joxi pada diki yang tampak tenang itu “karena rey sedang memikirkan solusinya” jawab diki singkat yang membuat joxi sedikit ketakutan pasalnya temannya yang bernama rey itu paling sering masuk penjara karena wanita “aku takut terjadi sesuatu kepadanya dan walau pun aku gak menyukai desi dan kara aku gak ingin juga mereka mati?” diki tahu maksud dari perkataan leadernya itu sehingga segera menganggukkan kepalanya.
“aku pastikan mereka berdua gak akan mati tapi kalo menderita iya?”
“Deg” jantung joxi terhentak hebat saat diki mengucapkan kalimat itu dari mulutnya sungguh joxi sangat terkejut bahkan teman temannya juga merasakan hal itu “apa maksudmu berkata seperti itu dik?” Tanya joxi yng membuat diki tersenyum ketir lalu matanya menatap ramah wajah leadernya yang pucat itu.
“kita lihat saja nanti jox, kau kan tahu gimana sifat asli rey?” lagi lagi diki tidak mau bersikap terbuka sehingga joxi kesal dan langsung menarik kerah kemejanya “katakan cepat atau aku akan menghajarmu?” diki langsung tersenyum tipis lalu membalas tatapan tajam joxi dengan sama sinisnya.
“aku tidak tahu pasti namun, hmm mungkin persahabatan antara kara dan desi akan hancur karena rey” mendengar perkataan itu joxi langsung tersenyum puas dan tangannya melepas kerah kemeja diki “kalo persahabatan mereka yang hancur gak masalah, hmm kalo begitu aku bisa tenang” joxi langsung tersenyum bahagia sehingga teman temannya merasa lega.
__ADS_1
Sedang rey yang sedang mengemudikan mobilnya langsung tersenyum saat ada ide gila yang muncul di dalam otaknya “kalo aku gak bisa menghancurkannya dengan kekuatan aku akan menghancurkan dengan kelembutan, akan aku buat kau jatuh cinta kepadaku sampai kau rela meninggalkan sahabat mu itu kara lyn” kata hati rey sungguh jika di dalam hatinya ada cinta untuk gadis itu maka rey bisa saja bersikap lebih baik namun setelah mendengar semua keluhan leadernya membuat rey mulai tidak memiliki perasaan pada gadis bernama kara itu.
Sehingga yang ada di pikirannya kini hanya satu bagaimana cara membuat kara jatuh cinta kepadanya lalu setelah jatuh dalam belenggu cintannya barulah rey akan menunjukan siapakah jati dirinya yang sesungguhnya “ah aku gak sabar ingin segera melakukannya” kata rey lalu matanya melirik cambuk kecil berwarna hitam yang selalu dirinya bawa kemana mana.