
Setelah masalah selesai hari hari yang di jalani joxi dan hani kembali tenang seperti sedia kala dan hani pun mulai meregang tidak sekaku dulu pada joxi sedang joxi sendiri mulai bisa menahan keinginannya yang begitu banyak terlebih tentan hani sehingga joxi berubah menjadi pria yang penyabar.
“kring kring” suara alaram jam beker berhasil membangun kan hani “huaah” sebenarnya hani masih mengantuk namun memaksakan diri untuk terbangun dari tidurnya “lah ini apa basah basah?” guma hani heran merasakan sesuatu yang lembab di celananya.
“huh?” hani langsung menutup mulutnya karena takut membangunkan suaminya itu “aku mentruasi? Tapi kan…” hani tidak ingin berpikir terlalu lama sehingga dirinya langsung mengecek seprey nya “ah syukurlah tidak ada noda berarti barusan keluarnya?” kata hati hani lalu dirinya segera mengambil baju di lemari dan pembalut lalu kekamar mandi.
“ini aneh sekali? Harusnya bulan ini aku pertama tidak datang bulan?” hani terus bertanya pada dirinya pasalnya hani benar benar melakukannya bersama suaminya itu sehingga mustahil jika hani sekarang kembali mentruasi “sayang kau di dalam?” suara joxi membuat hani terperanjat “iya aku di dalam” teriak hani lalu dirinya segera mengganti pakaian dan meletakan pakaianya kotornya di belakang wadah baju kotor supaya suaminya itu tidak curiga “ceklek” hani langsung tersenyum kepada joxi yang tampak masih mengantuk itu “kau wudu lah aku sudah selesai solat?” perkataan hani membuat joxi terbangun 100%.
“lah kok gak menungguku?” Tanya joxi sedikit kecewa “aku mau masak, karena itu aku duluan” jawab hani santai yang membuat kepala joxi manggut manggut “iya sudah kau masak lah aku mau wudu” hani menganggukan kepalanya dan segera keluar dari kamar mandi.
“semoga kau tidak curiga jox?” kata hati hani sungguh dirinya sangat kuatir sekarang “bibik bantu aku masak ya?” pinta hani saat sampai di dapur.
“siap non” sahut pelayan dan hani pun mulai memasak, 1 jam berlalu kini sarapan berlauk ayam goring mentega sudah di sajikan ke atas meja “akhirnya selesai” hani pun kembali kekamarnya “sayang kau makan lah sudah matang tuh?” joxi tersenyum lalu dirinya mengampiri istrinya yang berdiri diambang pintu “cup” satu kecupan lembut bibir joxi mendarat di kening hani “terimakasih ya?” kata joxi yang membuat hani tersenyum.
“santai saja, jangan lupa sisakan untuk ayah kita karena itu enak banget?”
__ADS_1
“ahahaha siap sayang ku” selesai mengatakan itu joxi pun keluar dari kamar sehingga hani langsung mengambil tas ranselnya dan berlari kekamar mandi “ah syukurlah gak di temu” kata hani lega lalu memasukan celana itu kedalam tasnya “oke tinggal mandi lalu ke rumah sakit?” itu lah rencana hani pagi ini dan hani sengaja tidak memberi tahu siapa pun tentang masalah ini karena hani ingin memastikan sendiri kebenaran yang belum terungkap.
“cekit” kini mobil hani sudah terparkir di halaman rumah sakit dan dirinya keluar lalu bergegas masuk kedalam “jadi nona ingin mengecek kandungan walau pun sudah jelas anda sedang mentruasi?” Tanya dokter yang membuat kepala hani mengangguk.
“dok saya juga mau cek apa saya subur atau tidak saya takut mandul?” kepala dokter manggut manggut lalu tersenyum ramah kepada hani “baik lah mari kita periksa ya nona?” selesai mengatakan itu hani pun menjalani beberapa proses pemeriksaan dan kini dirinya menunggu hasilnya dengan cemas “nona” suara dokter membuat hani terperajat “ba bagaimana dok?” Tanya hani ketakutan mendengar jawaban dari pertanyaan nya.
“nona tenang lah, hasil pemeriksaan anda subur dan tidak mandul?”
“hah..” dokter pun langsung keheranan saat hani tampak terkejut dan terpukul mendengar penjelasan singkatnya tadi “ta tapi saya sudah di gauli sama suami saya dok kenapa saya tidak hamil?” kini giliran dokter yang terkejut seolah tidak percaya dengan perkataan pasiennya itu.
“ya, mana ada saya udah mau otw 27 nih..”
“ah benarkah? Rahasia awet muda anda apa nona?”
“stress..”
__ADS_1
“eh, maksud an..”
“ais sudah lah kenapa bahas yang lain ini urgent dok, jadi apa suami saya yang tidak subur ya?” kini dokter berjenis kelamin perempuan itu langsung menatap tajam mata hani “nona lebih baik segera beritahu suami mu dan ajak dia kemari karena takutnya dia me…” hani langsung menggelengkan kepalanya sehingga dokter berhenti bicara “ais kami baru saja baikan 1 bulan yang lalu dan sekarang datang masalah baru yang lebih rumit?” keluh hani tidak sadar di dengar oleh dokter.
“nona dengarkan saya?” pinta dokter lemah lembut yang membuat mata ramah hani menatapnya dengan lemah “pulang lah sekarang katakan dengan baik baik kepada suami mu saya takut kalo anda menundanya masalah akan semakin besar?” hani memahami 100% perkataan dokter namun hatinya juga menolak 100% karena hani tahu betapa semangatnya suaminya itu menunggu buah hati dari cinta mereka.
“nona..” seketika pikiran hani langsung buyar dan kembali menatap wajah dokter yang tidak kalah cantik darinya itu “baik terimakasih dok, saya akan segera kembali” selesai mengatakan itu hani langsung keluar dari ruangan itu “tes tes tes” hani tidak sadar telah meneteskan air mata sungguh hatinya terasa sakit karena lagi lagi menelan pahit pil realita kehidupannya ini.
“ya allah..” hani memanggil naman tuhannya itu lalu segera berlari ke musolah yang ada di rumah sakit ini “ah iya aku kan lagi dapet” hani pun langsung terduduk di teras musolah itu lalu menyembunyikan wajahnya di balik kedua lengannya yang mengapit kedua lututnya “hiks hiks” hani terisak dan tidak ada siapa pun disana sehingga tidak ada yang menghentikan tangisan hani yang pecah itu.
“tumben istrimu gak masuk jox?” Tanya ardi mulai bosan menunggu di kelas karena dosen favorit tidak juga menampakan diri “dia mungkin kelelahan?” sahut joxi santai yang membuat mata keenam pria muda itu menatapnya “ais bentar lagi kita punya ponakan nih?” sahut diki yang membuat joxi tersenyum canggung “masih lama dik orang baru sebulan” kata joxi yang sebenarnya juga tidak sabar menunggu kedatangan sang buah hati.
“iya sih tapi 8 bulan itu gak lama loh jox tahu tahu nanti istirmu lahiran ahahaha” kini giliran rey yang berbicara “btw kau ingin anak cewek atau cowok jox?” Tanya aldi penasaran “hmm anak kembar laki cewek” seketika keenam temannya itu langsung melongo “wah serakah banget minta dua langsung kau gak kasihan sama istrimu?” sahut riki yang di iyakan riko “ho oh jox kasihan juga bu hani di suruh ngurus dua anak langsung?” kini giliran ardi yang berpendapat membuat joxi merenung.
“benar juga yang kau katakan, hmm aku sih bebas allah kasih anak cewek atau cowok yang pasti mereka akan menjadi cowok tampan jika laki dan cewek canti jika perempuan” joxi membanggakan diri karena ketampanan wajahnya dan kecantikan wajah istrinya “ais.. udah woy ayo kekantin aja joxi mulai ngeselin” ajak rey yang membuat teman temannya meninggalkan joxi sendiri dengan haluan di otaknya yang belum tentu menjadi kenyataan itu.
__ADS_1