
“kring kring kriiingg, dor dor dor” desi dan kedua sahabatnya langsung terbangun dari tidurnya karena terasa terganggu pada suara yang ada di lantai bawah tepatnya bersumber dari pintu rumah “siapa sih pagi pagi gini bertamu?” Tanya desi dengan kesal pun dirinya bangun lalu melangkah menuju pintu “woy bis..” desi hendak memaki si pengetuk pintu namun langsung di urungkan karena beberapa polisi berdiri di depan pintu itu.
“kalian ngapain kerumah ku?” Tanya desi heran yang membuat hani dan kara tersentak kaget “apakah anda yang bernama dahlia desi?” kepala desi mengangguk yang membuat polisi itu mengeluarkan borgol dari tasnya “anda harus ikut kami ke kantor polisi karena sodara joko indrawanto melaporkan anda atas tuduhan penganiayaan terhadap adiknya kemarin?” mendengar penjelasan sang polisi desi menganggukkan kepalanya.
“iya sudah bapak sekalian masuk dulu, saya perlu bicara pada kedua sahabat saya?” pinta desi yang membuat polisi siaga sehingga desi kesal “ya aku bisa membunuh kalian semua dengan tangan kosong, ayo masuk atau aku paksa kalian dengan kekerasan?” perintah desi yang membuat polisi itu menodongkan pistol ke arahnya.
“ais begini lah kalo dikasih hati minta jantung, sini mana borgolnya biar kalian percaya?” pinta desi santai dan polisi memberikan borgol itu sehingga desi langsung memborgol kedua tangannya “udah puas, mau masuk atau tunggu di sini?” Tanya desi mulai geram dengan para polisi “baik kami ikut masuk” desi pun langsung membuka pintunya dan membiarkan para polisi masuk kerumah sehingga hani dan kara semakin ketakukan “tenang saja nanti malam aku akan kembali, sekarang kalian bisa istirahat dengan tenang aku ke kantor polisi dulu ya?” kata desi pada kedua sahabatnya.
“tapi kenapa kau bisa di tahan?” Tanya hani yang membuat desi tersenyum “kakak iparmu melaporkan aku karena aku menghajar suami mu kemarin! Kar tolong jaga hani ya?” kara langsung menganggukan kepalanya lalu memeluk tubuh desi “aku mohon segera kembali” itu lah kalimat yang di bisikan mulut kara ketelinga desi lalu dirinya melepas tubuh sahabatnya itu “kau tenang saja, iya sudah aku pergi ya?” kedua sahabatnya langsung menganggukkan kepalanya.
“woy pak ayo kita ke kantor polisi?” ajak desi sehingga para polisi itu mengawalnya dan desi pun masuk mobil bersama para polisi itu “breemm” tidak lama kemudian mobil pun melaju “kara sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya hani terlihat jelas di mimic wajahnya sedang kuatir dan juga ketakutan “desi hampir membunuh joxi kamarin mungkin lukanya terlalu parah jadi dia di laporkan joko?” jawab kara seadanya yang membuat hani tertenun.
__ADS_1
“hani tenang lah jangan kuatir pada desi dia pasti bisa menyelesaikannya?” hani menggelengkan kepalanya sehingga kara keheranan “aku memang tidak menyukai joxi tapi aku gak ingin melihatnya sampai mati, kara ayo antar aku kerumah aku takut ayahku di pojokan karena aku menghilang begitu saja?” kara langsung menganggukan kepalanya dan selesai bersiap siap mereka berdua langsung pulang kerumah hani menggunakan mobil kara.
“cekit” kini mobil yang di kemudikan kara sudah terparkir di halaman rumah hani yang besar itu dan mereka berdua langsung keluar dari mobil lalu melangkah kan kakinya menuju pintu rumah “asalamualaikum” kata hani dan kara bersamaan “waalaikum salam” sahut para penghuni rumah yang membuat para pelayan membukakan pintu.
“nona hani kamu kemana saja, ah iya tuan joxi sedang di rawat di rumah sakit anda ingin menjenguknya?” hani menganggukan kepalanya sehingga pelayan memberikan alamat rumah sakit tersebut “ayo han aku antar?” hani menganggukan kepalanya sehingga mereka kembali masuk kedalam mobil “brumm” mobil pun melaju menuju rumah sakit.
Di rumah sakit semua anggota geng bad boy sedang berkumpul di ruangan joxi di rawat begitu pun dengan tuan indra dan joko beserta istrinya “ayah kenapa hani belum datang juga?” joxi sebenarnya pundung karena saat terbangun tidak ada istrinya di dalam ruangan ini namun anehnya baik teman teman dan keluarganya tidak memberi alasan yang jelas kenapa hani tidak ada disini.
“ayah jangan bicara seperti itu?” bela joxi sungguh dirinya kesal karena hani tidak salah apa pun namun tersudutkan “dan kau juga kenapa kemari? Sahabatmu itu hampir membunuh anakku?” kini giliran kara yang di hujani pertanyaan “AYAH HENTIKAN” teriak joxi yang membuat mereka semua tersentak kaget terlebih ayahnya.
“mereka berdua tidak bersalah, kenapa kau marah?” kata joxi sungguh dirinya geram dengan sikap ayahnya itu “maafkan aku..” tiba tiba kalimat itu keluar dari mulut hani sehingga membuat kara dan joxi tersentak dan langsung menatap wajahnya yang tampak teduh seolah sedang merasakan kelelahan yang luar biasa.
__ADS_1
“hani jangan minta maaf, kau gak salah sayang?” sahut joxi namun hani terlanjur meneteskan air mata sebuah lambing ketidak berdayaan yang membuat kara langsung memeluknya lalu mata kara menatap tajam mata tuan indra seolah ingin membunuhnya di tempat.
“asal kau tahu paman…”
“CUKUP KARA” teriak hani yang membuat mulut kara terkatup dan lebih memilih terdiam lalu hani pun mendorong pundaknya sehingga terlepas dari pelukannya “apa kalian bisa keluar aku ingin bicara pada joxi?” pinta hani yang membuat kara menganggukan kepalanya dan keluar dari ruangan ini di susul oleh yang lainnya sehingga hani langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk di tempat tidur.
“apa kau ingin kan sesuatu lagi dari ku?” Tanya hani yang membuat joxi tersentak “ak aku gak mau apa pun, aku Cuma ingin kau selalu ada di sisih ku?” jawab joxi yang membuat kepala hani mengangguk “baik lah aku akan turuti tapi aku mohon bebaskan tuntutan desi karena dia di tangkap hari ini?” joxi tersenyum ketir mendengar perkataan hani yang baginya begitu menyakitkan hatinya “apa kau benar benar tidak mencintai ku han?” hani langsung menatap tajam mata joxi “aku sudah menuruti semua yang kau mau joxi kenapa kau masih merasa belum cukup?” hati hani menangis saat mulutnya mengucapkan kalimat itu dan joxi langsung mematung.
“kau sudah menikahi ku, kau sudah menggauliku dan sekarang aku juga menuruti permintaan mu lagi lalu kau masih merasa itu belum cukup? Apa yang harus aku berikan lagi?” hani menangis mengucapkan kalimat itu karena dirinya merasa begitu lelah dan merasa gila menghadapi suaminya itu “aku ingin kau mencintai ku han?” mata hani langsung membelelalak saat telinganya mendengar kalimat yang keluar dari mulut joxi bahkan hatinya hancur karena tidak kuat lagi menahan semua perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya.
“kau gak akan mendapat kan itu jika kau masih saja tidak berubah jox, karena cintaku sudah aku berikan pada orang lain” selesai mengatakan itu mata hani langsung menatap mata joxi yang sayu itu bahkan sorotnya tidak seterang dulu menandakan bahwa suaminya itu juga sedang menahan penderitaan “karena jika pun aku bisa mencintai mu aku masih mengharapkan cinta yang lainnya jox?” selesai mengatakan itu kedua tangan hani langsung memegang pipi joxi lalu bibir mungilnya yang gemetar itu mengecup lembut bibir joxi yang seksi.
__ADS_1
“semua terserah pada mu, jika ingin kita berpisah aku akan terima itu” kata hani lirih lalu kakinya melangkah mundur menjauhi tubuh suaminya itu, selesai mengusap air matanya hani langsung keluar dari ruangan ini sehingga membuat joxi meneteskan air matanya “maafkan aku yang egois ini” itulah kalimat yang keluar dari mulut joxi dan hatinya juga mengucapkannya karena ini kali pertamanya joxi menatap mata hani yang tampak layu itu dan senyumannya tadi benar benar sangat ketir seolah hani sedang di ambang putus asa.