Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Bagaimana


__ADS_3

“selamat pagi semua?” sapa hani saat dirinya sudah duduk di kursi yang menghadapkan nya pada para mahasiswanya yang cantik dan juga tampan “selamat pagi bu” sahut para mahasiswanya bersamaan “baik lah kita langsung lanjutkan materi perkuliahan minggu lalu? Tentang nada dan melody?” kata hani lalu matanya yang ramah menatap wajah para mahasiswanya.


“rey coba kau jelaskan ulang apa itu nada?” tentu rey langsung tersentak kaget karena setiap kuliah dirinya lebih sering tertidur di kursi belakang dan hani pun tahu itu sehingga hani menanyakan hal itu “ah ibu ini terlalu pagi untuk mikir?” sahut rey santai yang langsung membuat teman temannya melongo tetapi langsung tertawa.


“hmm kalo kau ingin kuliah siang juga tidak mengapa rey, kau bisa bareng adik tingkat mu” jawab hani santai lalu menandai nama rey supaya saat pengisian krs nanti bisa di berinya nilai E “baik lah bagaimana dengan si tukang ngantuk aldi menurut kamu nada itu apa?” aldi langsung kelabakan karena dirinya sama sekali tidak pernah bisa focus mengikuti perkuliahan akibat pengaruh narkoba yang selalu di pakainya setiap hari.


“saya pun tidak tahu bu?” hani langsung menggelengkah kepalanya “baik lah kalian semua buat tugas untuk kuliah kali ini, buat lah lagu dan sertakan instrument musiknya minggu depan kalian persentasikan di panggung dan boleh menggunakan alat music apapun sesuai kreatifitas kalian! Hari ini kuliah sama di sini saja?” selesai mengatakan hani langsung keluar dari kelas sehingga membuat para mahasiswanya melongo.


“yah gara gara kau sih rey, aldi dosen favorit jadi malas ngajar kita?” protes joxi merasa kesal dengan temannya itu “ya siapa yang favoritin dia? Kau sendiri paling?” sahut rey kesal yang membuat joxi cemberut “ya kami juga menyukai bu hani..” joxi hendak berbicara namun teman teman sekelasnya kompak mengatakan hal itu sehingga joxi tersenyum penuh kemenangan lalu matanya yang indah menatap sinis mata rey yang tampak membara itu.


“BODO AMAT lah..” kata rey dengan suara sedikit tertekan lalu dirinya pun keluar dari kelas karena merasa sumpek “lihat lah dia mukanya seperti kepiting rebus saat sedang marah?” kata ardi sambil tertawa yang di iyakan oleh teman temannya “iya sudah lah aku mau ke ruangan bu hani?” tentu perkataan joxi berhasil mendapat perhatian penuh teman temannya “ya bisa gak sih sehari aja gak usah bucin sama ibu dosen?” protes ardi yang hanya di balas dengan senyuman manis oleh joxi lalu dirinya pun meninggalkan anggota gengnya yang tampak kesal itu.

__ADS_1


“ceklek..” hani tersentak kaget saat masuk kedalam ruang kerjanya di dapati sosok sahabat ayahnya sedang duduk di sofa “paman indra? Kenapa tidak bilang kalo kesini?” Tanya hani lalu duduk di samping ayah pria muda yang baginya adalah pengganggu hidupnya “hani paman sengaja tidak bilang siapa pun saat mau kesini” sahut tuan indra yang membuat kepala hani manggut manggut “paman apa ada yang ingin di bicarakan?” kepala tuan indra langsung mengangguk lalu mata mereka pun bertemu.


“hani paman mungkin egois karena sudah di jelaskan ayah mu paman masih datang menemuimu, tapi ini tentang anak paman joxi benar benar mencintaimu..” tuan indra tidak menyelesaikan perkataan nya karena matanya tengah menatap wajah hani yang tampak teduh itu sedang hani yang sudah bisa menebak arah pembicaraan ini langsung tersenyum ketir “paman katakan lah hani akan dengar kan?” kata hani lirih yang membuat tuan indra mengangguk semu.


“paman ingin kau mau menikah dengan joxi, tapi tidak buru buru hanya saja paman ingin memastikan pernikahan itu terjadi karena paman tahu joxi mencintai mu?” diam, entah mengapa disaat tuan indra butuh kepastian hani lebih memilih untuk diam “ceklekk..” tiba tiba suara pintu terbuka kembali terdengar yang berhasil memecah keheningan “ayah..” suara joxi berhasil membuat hati tuan indra dan hani berdebar karena mereka sama sama terperanjat melihat sosok pria tampan itu.


“apa yang ayah lakukan disini?”


“kami sedang membicarakan kontra kerja jox. Harusnya kau ketuk pintu dulu sebelum memutuskan masuk..” jawab hani yang langsung mendapat anggukan kepala tuan indra sedang joxi masih terdiam namun tatapan matanya tajam seolah sedang menyidik kebenaran yang ada “iya sudah, kalau begitu kita bicarakan saja lain waktu hani terimakasih ya paman permisi dulu?” tuan indra langsung segera keluar dari ruangan itu sehingga hanya tinggal hani dan joxi di dalamnya.


“brukk..” hani yang sedang duduk di sofa tiba tiba tersentak kaget saat joxi langsung mengunci pergerakaan tubuhnya dengan menempelkan kedua tangannya ke sofa sehingga wajahnya kini bisa berhadapan dengan wajah hani yang sama pucatnya.

__ADS_1


“aku memang sudah gila dan itu karena mu, jadi kau harus tanggung jawab!” kata joxi lirih yang membuat hani tidak melakukan apa pun karena dirinya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi mahasiswanya itu.


“aku mohon menikah lah dengan ku?” lagi lagi kalimat itu menggema di telinga hani sehingga matanya pun berani berhadapan dengan mata joxi “Haa..” hani tersentak saat melihat airmata joxi sudah membasahi pipinya yang tirus “ka kau mengapa menangis kan ka kau cowok..” suara hani lirih dan terbata bata sungguh dirinya kebingungan melihat joxi terisak “brukk..” tubuh joxi tiba tiba melemah dan terjatuh menimpa tubuh hani yang duduk di hadapannya.


“huh huh huh..” suara napas joxi sedikit memburu dan kepalanya terasa sakit mungkin saja karena efek dirinya tidak tidur semalam membuatnya kehilangan banyak energy “joxi kau kenapa?” hani panic lalu tangannya menempel ke kening mahasiswanya itu “kau panas sekali?” hani mencoba mendorong tubuh joxi yang lebih besar itu namun tangan joxi mendekap tubuhnya “bukk..” kini joxi sudah tertidur di sofa dengan memeluk tubuh hani diatas tubuhnya “ya ini kenapa malah peluk pelukan..” protes hati hani kesal dengan joxi yang seenaknya memeluk tubuhnya yang kurus.


Entah sudah berapa lama hani berada dalam dekapan tubuh joxi yang kekar itu sehingga kepalanya langsung mendongkak keatas “dasar bocah..” kata hani lirih saat matanya menatap wajah joxi yang tampak lelah itu lalu dengan lembut hani pun menyingkir dari atas tubuh joxi karena pria muda itu tengah terlelap sekarang.


Kini hani pun duduk di lantai dengan menyandarkan punggungnya kesofa yang di atasnya ada joxi yang sedang terlelap, hani termenung mencoba memikirkan semuanya yang telah terjadi.


“ya allah kepala ku pusing” hani mengeluh karena tidak tahu harus bagaimana kini hani menyadari memiliki dua pilihan yaitu menikah dengan joxi dan kembali menyampingkan perasaannya atau menolak perjodohan itu namun setiap hari hani di hadapkan oleh situasi seperti ini? Sungguh hani menangis memikirkan hal itu karena pada akhirnya pilihan itu sama sekali tidak bisa membebaskan dirinya dari kekacauan yang mengerikan ini.

__ADS_1


“kenapa harus kakak mu dan kenapa aku juga gak bisa melupakan dia..” air mata hani berjatuhan saat suaranya yang serak mengucapkan kalimat itu memang di akui oleh hatinya sosok pria muda yang bernama atez itu adalah bagai malaikat yang datang untuk menjadi pelindung hani di saat hari harinya terasa begitu membosankan sehingga bukan lah hal yang mudah untuk melupakan atez walaupun dirinya sudah meninggalkan hani untuk selamanya.


“ha ah gak ada gunanya menangis di sini?” hani sadar jika dirinya membutuhkan ketenangan sehingga hani pun segera pergi kemasjid karena di sanalah tempat ketenang hatinya berada yaitu beribadah kepada tuhannya lalu mencurahkan isi hatinya itu kepada allah yang maha besar.


__ADS_2