
“han kita belanja dulu gak?”
“gak usah lah paling pelayan rumah sudah masakin jadi kita tinggal makan”
“oke han..” kara langsung terdiam karena desi membungkam mulutnya “terlalu berisik” guma desi lirih lalu dirinya tertidur kembali sehingga hani melongo “apa dia sering ngigau gitu?” Tanya hani yang mendapat anggukan kepala kara “dia bahkan akan memukul atau menendang sesuatu jika terlalu banyak makan” sahut kara sungguh desi memang sangat agresif terlebih jika kebanyakan energy tidur pun desi masih sanggup meninju atau menendang sesuatu.
“wah ternyata desi memang hyper banget ya?”
“ho oh, itu lah kenapa animal karakternya puppy karena dia kalo mabuk seperti anjing kecil yang suka gigitin bantal?”
“eh benarkah?” kara menganggukan kepala sehingga mata hani berbinar menatap wajah desi yang cantik itu “hmm kau sama dia memang akur lah? Kan kau panda dia puppy” kara langsung menggelengkan kepalanya “mana ada kami hampir setiap saat bertengkar dan itu gara gara dia yang manja banget sampai aku kesal” protes kara yang membuat hani tertawa kecil “tapi kalo sama kamu aku gak pernah bisa marah ya?” tiba tiba kara bertanya yang membuat hani berhenti tertawa.
“itu karena kau dan aku introvert jadi kita mudah aku dan saling mengerti berbeda dengan desi si extrovert yang pinginnya di perhatikan mulu?”
“kau benar han, hmm berasa aku lagi ngurus bocah kalo dia mulai reseh”
“ya sama saja sama joxi”
“eh apa iya?”
“iya terlebih dia masih sangat muda jadi aku berasa jadi ibunya dari pada istrinya?”
__ADS_1
“ahahaha..” kara dan hani melongo saat mendengar suara tawa desi yang pecah “itu lah alasan jangan nikah sama berondong, hmm jadi belum sampai rumah kah ini?” Tanya desi sebenarnya dirinya sudah kelaparan dari tadi “cekit..” tiba tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan rumah yang megah lagi indah “nona sudah sampai?” desi langsung sumringah sedang hani langsung memberikan uang kepada supir taksi itu dan mereka bertiga langsung keluar dari mobil.
“asalamualaikum” kata hani, desi dan kara bersamaan “waalaikum salam, lah kok sama mereka suami mu mana han?” Tanya tuan handa saat melihat hani bersama kedua sahabatnya masuk rumah “mereka lagi di jalan yah, iya sudah aku kekamar dulu mau ganti baju?” selesai mengatakan itu hani mengajak kedua sahabatnya masuk kamarnya “asalamualaikum” teriak joxi dan teman temannya “waalaikum salam” sahut tuan handa sehingga ketuju pria itu menghampirinya.
“ayah, ayah indra kemana?”
“dia sedang istirahat, kau jangan kekamar dulu yak arena istrimu dan sahabatnya sedang ganti baju?”
“oh gitu oke, ayah udah makan?”
“belum, lagi nunggu bibi siapin makanan sekalian tunggu kalian”
“asalamualaikum” tiba tiba suara joko menggema di ruangan ini “waalaikum salam” sahut semua pengguni ruangan “mbak vivi dan kak joko tumben kemari?” Tanya joxi yang membuat kakaknya itu cemberut “aku belum kau persilahkan duduk sudah kau Tanya aja” protes joko yang membuat adiknya itu tersenyum canggung “iya iya maaf ya sudah sini duduk lah” ajak joxi pada kedua kakaknya itu.
“kami juga di sini ko..” joko dan istrinya terperanjat saat mendengar suara datar desi dan kara “mati aku” kata hati joko dan istrinya karena kembali bertemu dengan gadis yang dulu pernah menghajarnya karena telah membuat hani menderita akibat kehilangan atez kekasihnya “wah ini reoni atau apa ya bisa kumpul di sini semua?” Tanya desi lalu melirik kearah joko yang sudah kelabakan itu.
“ayah akan memanggil ayah indra dulu ya kalian kedapur saja makanan sepertinya sudah siap?” tuan handa hendak berdiri tiba tiba tuan indra muncul dari ruang keluarga “masya allah kenapa kau tak bilang kalo ada banyak tamu?” Tanya tuan indra pada sahabatnya itu “ya aku baru mau memanggilmu?” sahut tuan handa “jadi kapan makannya aku sudah lapar?” rasanya kara ingin sekali menjitak kepala desi karena memalukan dirinya sendiri.
“iya sudah ayo kedapur yuk kita makan bersama?” ajak tuan indra yang membuat semua penghuni ruangan tamu ini mengikuti dirinya pergi kedapur “waw” mata desi berbinar saat menatap banyak hidangan lezat tersaji di meja “karena kalian sudah duduk semua mari makan” mendengar perkataan itu desi pun tidak segan lagi melahap semua makanan di depan matanya sehingga kara dan hani melongo “woy pelan pelan nanti keselek mampus kau?” kata kara yang mendapat anggukan kepala desi dan kini mereka semua makan bersama.
“ini joko dan vivi tumbenan kemari tanpa bilang dulu?”
__ADS_1
“iya yah habis mau buat kejutan eh ternyata ada banyak tamu?”
“kejutan apa kak?”
“kok kamu kepo sih jox?”
“is dasar, mba vivi tolong beritahu adikmu yang tampan ini?” mendengar itu hani, kara dan desi ingin sekali menjitak kepala joxi karena sudah terlalu percaya diri sampai membuat mereka merasa kesal.
“aku hamil jox..”
“hook hok hoookk” baik joxi, hani maupun sahabat dan teman teman mereka langsung tersedak karena perkataan vivi “ya allah minum nih?” pinta joko sehingga joxi dan yang lainnya langsung meneguk air di gelasnya “wah itu berita bagus jadi sudah berapa bulan?” Tanya tuan indra terlihat sangat bahagia “baru 2 minggu yah!” jawaban singkat dari joko dan istrinya itu langsung membuat ayahnya melongo sedang yang lainnya langsung tertawa “ahahaha” sehingga membuat joko dan istrinya tersenyum canggung.
“kalo joko dan vivi sudah mau memberi cucu giliran kalian ya?” pinta tuan handa yang membuat hani dan joxi saling menatap “iya ayah tenang aja nanti malam buat?” sahut joxi yang membuat hani melototi matanya namun joxi mengabaikannya “hani belum siap paman” tiba tiba suara desi ikut nimbrung yang membuat semua anggota geng bad boy cemberut “jangan sok tahu” sahut ardi karena kesal melihat tingkah tengil desi “kau diam saja aku sentil ginjalmu juga nanti mampus kau?” ancam desi yang membuat ardi bergidik ngeri sedang hani dan kara langsung menutup mulutnya karena takut tertawa lepas.
“hani sayang di sini gak ada yang mendukung mu jadi kami saja yang membela mu ahahaha tapi kalo kau mau making love malam ini juga its ok yang penting kau bahagia?” kata desi lalu tersenyum ramah pada hani yang tampak lelah itu “sudah des kau diam aja nih makan, dan yang lainnya lanjut makannya gak baik bahas beginian di acara kumpul gini?” kara melerai sebelum desi semakin sulit di kendalikan.
“terimakasih kar..” kata hani dalam hatinya sungguh di banding desi, kara memang lebih tenang dan tidak sembarangan bicara “kami sudah selesai makan nih jadi pulang duluan ya, dan paman indra terimakasih jamuannya” kata desi lalu matanya melirik joxi seolah berkata “jangan kau apa apakan hani ku” dan anehnya joxi menganggukkan kepala yang membuat desi tersenyum.
“joko dan vivi semoga bayi kalian sehat ya?” kini giliran kara yang berbicara “iya terimakasih banyak kar” sahut joko dan istrinya bersamaan “hani kami pulang ya?” kata desi penuh kelembutan yang membuat hani ikut berdiri “biar aku antar kalian” kedua sahabatnya itu langsung menganggukkan kepalanya dan mereka bertiga pun pergi dari dapur.
“ha ah” para anggota bad boy, tuan handa dan joko beserta istrinya langsung merasa lega setelah tadi merasa sangat tegang karena desi sosok gadis itu memang sangat dingin dan pembawaanya keras “kalian kenapa?” Tanya tuan indra keheranan melihat perubahan ekspresi wajah mereka.
__ADS_1
“ayah emang gak merasakan aora membunuh milik gadis jangkung tadi, aku aja merasa susah napas kalo lihat matanya yang tajam itu?” sahut joxi yang mendapatkan anggukan kepala semua penghuni dapur “ah memang dia agak judes tapi hatinya begitu lembut sama hani dan kara” joxi kesal karena ayah membela gadis yang di bencinya itu “dasar ayah kalo kau tahu gara gara dia aku gak making love mungkin ayah juga membencinya” itulah kalimat yang di ucapkan mulut joxi berharap ayahnya bisa mendengarnya.