Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Baik kan


__ADS_3

Hani perlahan membuka matanya saat merasakan tubuhnya di dekap seseorang “joxi?” hani tersentak saat matanya menatap wajah suaminya yang masih merah lebam itu “akhirnya kau bangun?” kata joxi lalu membuka matanya sehingga bertabrakan dengan mata istrinya itu.


“kau kenapa disini bukan kah ka..” mata hani membelalak saat tiba tiba bibir suaminya membungkam mulutnya “jo.. xi..” hani kualahan menghadapi suaminya itu tubuhnya tidak bisa bergerak karena di tindih, kedua tangannya di cengkrang tangan joxi yang kuat dan lidah mereka bergulat di dalam mulut yang menyatu.


“huh huh huh” napas joxi dan napas hani berat saat joxi berhenti melumati bibirnya tiba tiba joxi langsung menyingkir dari atas tubuhnya sehingga hani langsung duduk.


“maafkan aku..” kata joxi lirih sehingga kepala hani mengangguk samar karena dirinya tahu suaminya itu sedang melampiaskan rasa yang berkecamuk di dalam hatinya lewat ciuman agresif nya tadi.


“apa yang ingin kau katakan?” Tanya hani hati hati yang membuat mata joxi menatapnya penuh kasih “aku mohon maafkan aku” pinta joxi yang langsung mendapat anggukan kepala hani sehingga dirinya langsung memeluk tubuh istrinya itu “bukk” hani tersentak sampai tubuhnya membentur pembatas tempat tidur.


“aku janji akan lebih hati hati lagi dan tidak akan memaksamu lagi, tapi aku mohon maafkan aku dan jangan meminta cerai karena aku sangat mencintai mu han?” kata joxi sambil memeluk tubuh istrinya itu sehingga hani tertenun tidak memberikan respon apa pun karena rasa yang ada di dalam hatinya bercampur aduk dan sulit di ungkapkan dengan kata kata.


“kau mau kan memaafkan aku?” pinta joxi sekali lagi namun kali ini joxi menatap mata hani yang tampak layu itu “aku juga minta maaf karena tidak bisa menjadi istri yang baik?” joxi langsung tersenyum saat mendengar perkataan hani yang lirih itu lalu kedua tangannya memegang pipi istrinya “cup” bibir joxi kembali mengecup bibir hani yang mungil itu “aku juga sudah memaafkan mu sayang” selesai mengatakan itu joxi langsung memeluk tubuh istrinya itu sehingga hani juga ikut merasa bahagia karena masalahnya selesai dengan begitu mudah.


“setelah ini jangan lupa cabut tuntutan mu pada desi?” joxi langsung cemberut saat mendengar perkataan hani barusan “aku baru saja merasa bahagia tapi kau sudah merusaknya?” sahut joxi kesal namun mendapat tawa kecil dari hani “apa kau kira aku bisa bahagia kalo desi di penjara? Kau makin bersikap seenaknya kalo dia gak ada?” protes hani yang membuat joxi tampak kesal.


“aku kecewa nih?”

__ADS_1


“aku juga, hmm katanya kara mau kesini kok belum datang ya?”


“ya hani kau gak menghargai ku banget sih?”


“kalo kau ingin aku hargai kau perlu menuruti permintaan istrimu ini?”


“tapi diakan yang sudah menghajar ku tanpa alasan?”


“kata siapa? Aku yang menyuruhnya!”


“WHATTT” Telinga hani langsung menderita mendengar suara jeritan suaminya “jadi kau benar benar ingin aku mati?” Tanya joxi sudah naik pitam namun membuat hani tertawa kecil sehingga joxi mengerutkan keningnya “apa yang lucu?” Tanya joxi lagi yang membuat hani berhenti tertawa lalu matanya yang ramah pun menatap hangat wajah suaminya itu “joxi aku ingin kau tahu satu hal tentang ku..” suaminya itu langsung menggelengkan kepalanya “jangan katakan kalo itu membuatku terluka?” hani kembali tertawa yang membuat joxi melongo “jadi kau gak mau mendengarnya?” Tanya hani yang membuat joxi juga penasaran.


“because I love you” seketika joxi langsung berbinar matanya lalu kembali memeluk tubuh hani “kau cinta aku yang di hajar sampai baba belur gitu maksudmu?” hani tidak bisa menahannya lagi sehingga dirinya langsung tertawa lepas.


“ahahaha” joxi yang sebenarnya kecewa pun ikut tersenyum karena bisa mendengar istrinya begitu bahagia di atas penderitaannya “jadi kita sudah baikkan ya?” kata joxi saat hani selesai tertawa “iya kita baikkan terimakasih banyak sudah membuat ku terhibur ehehehe” sahut hani yang membuat joxi melepas tubuhnya dan kini mereka saling menatap dan tangan nya pun berpegangan.


“aku berjanji akan jadi suami yang baik untukmu han?”

__ADS_1


“dan aku berjanji akan jadi istri yang baik untukmu jox” mereka pun langsung berpelukan dan hati mereka pun berbahagia karena saling memaafkan.


“akhirnya aku menemukan mu?” kata hati rey saat melihat kara sedang duduk sambil menikmati eskrim di cupnya sehingga pria muda itu langsung menghampirinya “ya ngapa kau kesini?” Tanya kara malas padahal moodnya baru saja baikkan namun kembali melihat biang kerok kara kembali bad mood.


“maafkan aku yang tidak bicara kasar?” kara langsung menatap heran wajah rey yang banyak bekas luka namun tetap tampan “sekarang kau sok lembut tadi sok sok an dasar bocah? Enyah lah dari hadapan ku?” pinta kara yang membuat rey tersenyum penuh makna dan kini tatapan matanya menjadi menggoda sehingga membuat kara risih “apa yang kau pikirkan?” Tanya kara yang membuat rey melongo.


“kau penasaran?”


“tidak..” kara hendak berdiri namun rey segera menganggukan kepalanya “baik baik aku yang pergi” selesai mengatakan itu rey langsung beranjak dari tempat duduknya sehingga kara merasa lega “dasar cowok tengil aku laporkan desi pasti terong mu sudah di potong pake pisau katernya” gerutu kara sungguh dari segi manapun dirinya sama sekali tidak menyukai pria muda yang banyak tato itu tiba tiba rey kembali menghampiri kara.


“ya kenapa kau balik lagi?” kata kara seolah dengan memakinya “aku juga beli eskrim jadi aku bebas duduk di kafe ini kan?” sahut rey santai yang membuat kara berdiri lalu hendak melemparkan eskrim yang di pegang tangannya kearah pria muda itu “tap” namun dengan cepat tangan rey menahannya dan kini tangan kara di tariknya sehingga hampir di peluk pria muda itu namun tangan kiri kara menahannya.


“kau gak bisa berkutik lagi..” kata rey berbisik di telinga kara sehingga kara hendak memberontak namun dengan cepat tangan rey menarik tangannya kembali “bukk” kini tubuh kara di peluknya oleh rey “lepaskan dia atau kau mati di sini?” mata rey dan kara langsung membelalak karena tersentak mendengar suara desi yang datar itu “mati aku..” kata hati rey lalu dengan cepat tangannya melepas mendorong tubuh kara sehingga kara berlari kearah sahabatnya yang tampak marah itu.


“kau benar benar kurang ngajar sama perempuan ya..” kata desi lalu dirinya melangkah menghampiri rey yang mematung itu “woss bruaakk” tubuh rey langsung terpental jauh saat desi menendang perutnya “Aaah” belum puas melihat rey sekarat desi kembali menghampirinya namun langsung di tahan oleh kara dengan berdiri di hadapannya.


“minggir?”

__ADS_1


“dia sudah muntah darah kalo dia mati kau membusuk di penjara lihatlah banyak orang di sini?” desi langsung memperhatikan sekitarnya lalu kembali menatap wajah kara yang tampak memelas “ais iya sudah ayo pergi aku muak melihatnya” desi pun langsung menarik lengan kara dan membawa sahabatnya itu keluar dari kafe dekat hotel ini sedang rey langsung pingsan karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit di perutnya.


__ADS_2