
Hani memilih makan di dalam kamar karena merasa tidak nyaman namun saat menatap makanan yang ada di nampan membuatnya tidak berselera “rasanya aku ingin keluar jalan jalan lagi sama mereka” hani mulai tidak nyaman tinggal di rumah ini “ceklek” tiba tiba pintu terbuka dan joxi langsung masuk membuat hani menatapnya “kenapa belum kau makan?” Tanya joxi saat duduk di samping istrinya yang murung itu.
“aku gak napsu dan itu gara gara kau?” jawab hani dengan jujur yang membuat joxi tertawa kecil “bukannya aku sudah minta maaf?” selesai bertanya tangan joxi memindahkan nampan itu ke meja sehingga hani hendak lari namun dengan cepat joxi langsung menggeret lengannya “bukk” tentu tubuh hani langsung terbaring di tempat tidur dan saat membuka matanya joxi sudah menindih tubuhnya.
“aku kan sudah bilang tadi siang kalo malam ini aku akan menghukum mu?” ekspresi wajah joxi berubah menjadi tidak beribawa dan tatapan matanya begitu tajam seolah menginginkan sesuatu “tapi kau kan sudah janji akan bersabar?” protes hani lirih sehingga wajah joxi mendekati wajahnya itu.
“apa kau benar benar sama sekali tidak mencintaiku han?” pertanyaan joxi bagai pisau yang menyayat hati hani sehingga terasa sakit dan dadanya sesak “aku.. tes tes tes” mata hani langsung terbuka lebar saat air mata joxi berjatuhan di wajahnya “ya kenapa kau nangis? Kan kau cowok” hani kesal sendiri karena suaminya itu ternyata sangat cengeng “karena kau gak mencintai ku dan itu membuatku menangis karena aku hanya mencintaimu” hani paham perkataan joxi sehingga tangannya langsung mengalung di leher suaminya itu.
“kau.. ais dasar bocah apa ini salah satu trik supaya kau bisa making love dengan ku malam ini?” joxi langsung kelabakan saat mendengar pertanyaan hani yang menyiksa hatinya melihat suaminya mulai gelisah membuat hani tertawa kecil karena merasa gemas.
“cup..” tentu joxi tersentak kaget tanpa aba aba bibir hani mencium bibirnya “sudah cukup sampai di situ saja, aku masih harus buat bahan ajar?” kata hani selesai berciuman dengan suaminya itu namun kepala joxi langsung menggeleng “kau sudah memancingku duluan jadi sekarang kau harus bertanggung jawab” hani tentu kesal dengan perkataan joxi barusan.
“tapi kan kau tahu aku sibuk kenapa gak di tunda besok gitu atau minggu depan?” joxi langsung tertawa kecil mendengar lagi lagi hani mengelak “bukan kah kebutuhan suamimu adalah segalanya han?” hani terdiam saat joxi mengingatkan tugas utamanya menjadi istri bukan mencari nafkah namun memberikan kebutuhan biologis kepada suami.
__ADS_1
“cup..” joxi pun mencium kening hani saat hani mulai kehabisan akal untuk membuat alasan logis “apa kau ingin melihat tubuhku?” pertanyaan joxi membuat jantung hani berdebar kencang dan tubuhnya langsung gemetar saat joxi melepas kaos yang di kenakannya “kalo kau nurut aku gak akan bermain kasar” bisik mulut joxi ketelinga hani yang membuat bulu kudup hani berdiri.
“cup..” entah mengapa bagi joxi bibir hani adalah bagian tubuh favoritnya sehingga bibirnya sering mengecup bibir mungil yang berwarna merah cery itu “huh huh huh” napas hani memburu saat joxi berhenti menciumnya “jox.. deg” hani tersentak saat hendak berbicara joxi langsung menciumi lehernya lalu menggigitnya “ah cukup” tangan hani menahan kepala joxi supaya bibir suaminya itu berhenti bermain ria di area lehernya.
“ais kapan aku mulai kalo baru pemanasan aja kau udah bilang cukup?”
“tapi aku..”
“APA? KAU INGIN BILANG BELUM SIAP ATAU BELUM MAU?” bentak joxi yang membuat hani terperanjat “sudah jangan nangis, iya iya aku gak akan memaksamu lagi” joxi langsung menyingkir dari atas tubuh hani lalu kembali mengenakan kaosnya dan langsung keluar dari kamar “Duar..” joxi membanting pintu kamarnya saat menutupnya sehingga membuat hani tersentak kaget “ya allah maafkan aku” hani mengusap air matanya yang kembali menetes itu sungguh hatinya perih karena sudah tidak sanggup menahan semua luka yang di deritanya.
Joxi yang sedang kesal langsung terus meneguk bir di gelasnya itu “tambah..” pinta joxi pada pelayan barr padahal sudah 3 botol bir joxi menghabiskan isinya dan tubuhnya pun mulai teller dan langsung tersungkur di lantai “bukan kah dia..” desi ingin memastikan pria yang baru saja terjatuh dari kursi yang di dudukinya itu.
“hmm.. kalo dari awal sudah brengsek tetap aja brengsek, woy bangun! Buakk..” kata desi lantang lalu kakinya menendang dada joxi dengan keras namun pria muda itu masih saja lebih memilih tertidur “hais kalo kau bukan suaminya hani aku sudah membuangmu” desi kesal karena bagi dirinya bertemu joxi membuatnya sial namun saat teringat pada sahabatnya yang paling kalem itu membuat desi luluh dan kini membopong tubuh joxi untuk di antarkan pulang ke rumahnya.
__ADS_1
“bibi lihat joxi gak?” Tanya hani pada pelayan rumahnya “non tadi tuan joxi pergi sendiri bawa mobilnya” jawab pelayan seadanya “ah iya sudah sana istirahat lah” pelayan itu menganggukan kepalanya lalu pergi begitu saja “apa aku harus mencarinya atau dia lagi nongkrong sama teman temannya?” hani bimbang lalu memutuskan menelepon suaminya itu “gak aktif pula?” hani tidak ingin menunggu dengan cemas sehingga dirinya memutuskan untuk mencari joxi.
“cengepp..” saat membuka pintunya hani tersentak kaget karena di hadapannya desi berdiri sambil membopong tubuh suaminya itu “tadinya aku ingin membuangnya kekotak sampah tapi aku ingat dia adalah suami mu?” kata desi yang membuat kepala hani manggut manggut “ayo masuk, maaf merepotkan mu ya?” desi terdiam namun kakinya terus melangkah.
“btw kamarmu yang mana han?”
“makanya jangan nyelonong aja dahlia desi, ayo ikut aku?” desi langsung tersenyum canggung lalu kakinya mengikuti sahabatnya itu melangkah “bukk..” kini desi membanting tubuh joxi ke tempat tidur “punggungmu gak apa apa des?” Tanya hani kuatir pada sahabatnya itu “santai aku biasa angkat beban 10 kg perhari?” hani langsung ngakak saat desi mulai membual “ahahaha..” desi tersenyum senang karena matanya bisa kembali melihat hani tertawa terlebih karena dirinya.
“apa yang terjadi?” Tanya desi tiba tiba yang membuat hani berhenti tertawa “kami habis berantem” desi sudah bisa menebaknya sehingga kepalanya manggut manggut “kau gak usah kuatir tentang dia karena dia terlalu manja untuk mu dari dia lahir sudah terbiasa di manjakan ayah bodohnya itu jadi kalo dia aneh aneh bilang saja kepadaku aku akan memberinya pelajaran” hani tersenyum mendengar perkataan desi lalu tangannya langsung memeluk tubuh sahabatnya itu “terimakasih banyak des” selesai mengatakan itu hani berhenti memeluk tubuh desi.
“iya sudah aku pulang ya karena kara sendirian di rumah?”
“iya, kamu hati hati dan kabari aku nanti kalo sudah sampai rumah”
__ADS_1
“siap ibu dosen cantik!” hani tersenyum bahagia saat desi mengucapkan kalimat itu lalu desi pun keluar dari kamarnya sehingga hani langsung menghampiri suaminya yang sedang tertidur itu “kau suka sekali membuat ku jengkel” kata hani lalu tangannya membelai pipi joxi yang tirus itu hani segera mengambil handuk saat mencium aroma alcohol yang kuat dari tubuh suaminya itu dan perlahan tangan hani melepas kaos yang joxi kenakan.
“deg” lagi lagi hani tersipu malu saat matanya yang ramah itu menatap tubuh joxi yang seksi “dia berhak jadi pria paling tampan sedunia tapi kenapa aku sama sekali gak mencintainya Cuma sekedar mengaguminya saja?” Tanya hati hani pada akhirnya dirinya ingin melupakan sosok atez pria yang menjadi kekasihnya itu namun tidak bisa dan joxi yang begitu tampan dan genius ini juga belum bisa menggantikan posisi pria itu dalam hati hani yang menderita.