
Kini joxi sudah sampai di kampus dan seperti biasa matanya menatap teman temannya yang sedang nongkrong di depan kelas “assamualaikum guys?” sapa joxi ramah dengan wajah yang berseri seri “waalaikum salam..” sahut semua temannya sehingga joxi tersenyum bahagia.
“gimana udah making love jox?” tiba tiba rey langsung bertanya yang membuat joxi tersentak kaget “ah belum istriku lagi M..” jawab joxi lesu yang membuat teman temannya juga ikut terlihat kecewa “tapi kalian tenang saja aku sudah membuat pemasan kemarin hehehe!” kata joxi gembira sehingga teman temannya ikut tertawa.
“bagus jox, ingat jangan lembek buktikan bahwa leader bad boy gak Cuma jago ngerayu cewek tapi jago juga di atas keranjang” sahut ardi yang di iyakan oleh joxi dan yang lainnya “iya sudah yuk kita masuk itu bu hani udah jalan tuh?” ajak diki saat matanya memperhatikan dosennya itu tengah jalan kearah kelas.
“selamat pagi semuanya?”
“selamat pagi bu..” sapa balik semua mahasiswanya yang berhasil membuat hani tersenyum ramah lalu dirinya pun mulai mengajar. Sedang di tempat lain dari kampus ini tampak kara sedang duduk di pinggir lapangan sepak bola dirinya tengah menunggu desi yang sedang mengajar mata kuliah atletik “hmm..” kara berguma lalu matanya menatap layar ponsel yang di pegang tangannya “maaf membuatmu menunggu?” tiba tiba desi sudah berdiri di hadapannya “apa kita jadi ikut malam keakraban?” Tanya kara sambil tangannya memberikan sebotol minuman kepada sahabatnya itu.
“glug glug glug..” kara membiarkan desi terus meminum air di botol itu hingga tetesan terahir “falkutas ilmu pendidikan semua ikut termasuk prodi penjas, pgsd dan seni. Apa kau memikirkan hani?” Tanya desi selesai duduk di samping kara yang tampak murung “tapi gak wajib kan kita ikut acara itu?” Tanya balik kara sambil matanya yang besar menatap wajah sahabatnya yang berkeringat itu.
“acaranya emang gak wajib untuk dosen! Hmm persiapan untuk lomba cowok brengsek itu juga sudah selesai jadi aku kira semua anggota geng bad boy akan ikut dalam acara itu dan hani pasti juga ikut?” mendengar jawaban dari pertanyaan nya membuat kara termenung, memang di kampus tempatnya berkerja selalu mengadakan malam keakraban bagi dosen dan mahasiswa tiap tahun ajaran baru dan acara itu akan di selenggarakan 3 hari lagi.
“kalo yang kau katakan benar? Berarti kita harus ikut acara itu!”
__ADS_1
“kau benar, iya sudah ayo pergi temui hani?”
“tunggu sebentar..” kara menahan tubuh desi supaya sahabatnya itu tetap duduk di sampingnya lalu tangan kara mengambil tisu di tasnya dan mengelapkan tisu itu kewajah desi yang berkeringat “kau so sweet banget sih kar? Kalo aku seorang pria aku udah melamarmu dari dulu?” kata desi yang terkadang merasakan perasaan aneh saat sahabatnya itu terlalu perhatian kepadanya.
“kau gak cocok jadi suami ku! Cocoknya jadi ayahku..” selesai mengatakan itu kara langsung berdiri dan melangkah kan kakinya sedang desi yang tampak melongo itu langsung ikut menyusulnya “jadi kau gak mau jadi jodoh ku?” Tanya desi yang di abaikan oleh kara sehingga dirinya langsung berdiri di depan sahabatnya itu.
“kau anggap omongan ku serius? Desi bersikaplah dengan logis kita ini cewek gak mungkin jadi jodoh!”
“iya tahu aku kar, tapi aku gak mau jadi bapak mu karena kalo aku jadi bapak mu aku akan menelantarkan mu?”
kata hati desi sungguh dirinya juga merasakan sakit jika teringat kejadian di hari itu karena saat itu kara hampir membunuh dirinya sendiri akibat keluarganya yang memutuskan meninggalkan nya hanya karena kara bersahabat dengan desi yang sejak dulu terkenal nakal dan punya temperamen yang tinggi.
“sudah berhenti memeluk ku, aku baik baik saja desi?” kata kara dengan nada datar sehingga desi berhenti memeluk tubuhnya “aku bisa membunuh mereka semua jika kau mau?” kara langsung memutar bola matanya karena merasa kesal dengan perkataan sahabatnya itu “lupakan itu, kau bisa jadi monster kalo terus bunuh orang” selesai mengatakan itu kara kembali melangkah kan kakinya sehingga desi mengikutinya dari belakang “karena kau yang paling mengerti aku des jadi aku mohon tetap lah di sisiku” kata hati kara sungguh dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika sahabat terbaiknya itu juga ikut pergi dari sisinya.
“hani..” desi sengaja mengeraskan suaranya karena tengah melihat hani sedang mengobrol dengan suaminya “deg..” mata joxi langsung membelalak saat matanya yang indah menatap mata tajam desi yang membuatnya ketakutan sungguh aora pembunuh yang di pancarkan mata desi benar benar dahsyat.
__ADS_1
“kau pergi lah dan nanti jangan lupa latihan aku menunggu mu di beskem!” joxi tidak berani untuk mengelak sehingga kepalanya mengangguk “iya sudah nanti lagi ya? Aku kekantin makan duluan?” selesai mengatakan itu pada istrinya joxi langsung bergegas menyusul teman temannya yang sudah nongkrong di kantin.
“masuk saja atau makan nih?” kata kara pada kedua sahabatnya “masuk saja yuk, aku belum terlalu lapar!” jawab hani lalu mereka bertiga pun masuk kedalam ruang kerja hani “gimana kabarmu han?” Tanya kara sungguh matanya bisa melihat sahabatnya itu juga sedang merasa tertekan “aku baik sejauh ini gak ada masalah kar” jawab hani seadanya namun berhasil membuat desi dan kara tampak kuatir.
“apa dia minta aneh aneh han?”
“enggak des..”
“lah terus ngapa muka mu sepet gitu?” hani tidak bisa menjawab pertanyaan desi karena mulutnya terasa terkunci sungguh berkata pun hani sudah terlihat bohong dan kedua sahabatnya itu tahu dirinya sedang tidak baik baik saja.
“ak aku.. bukk!” tiba tiba kara langsung memeluk tubuh hani “sudah jangan menjelaskan apa pun pada kami” mendengar perkataan kara membuat hani tersenyum ketir dan kini air matanya pun akhirnya menetes setelah sekian lama di tahannya “sekk sekk..” desi langsung mengusap lembut rambut hani yang panjang itu “jangan kuatir menangis lah sepuas mu karena kami akan selalu di sini untuk menemani mu han” kini giliran desi yang berbicara di saat hani sudah terisak dengan hebat di pelukan kara.
“loh jox tumben cepet banget nyusulnya?”
Tanya ardi saat leadernya itu sudah duduk di sampingnya “biasa lah dia sudah di ambil sama sahabatnya!” jawab joxi yang membuat teman temannya tampak iba kepadanya “kasihannya leader kami masih terabai kan ahahaha” sahut rey bercanda namun membuat joxi tersenyum ketir sehingga dirinya berhenti tertawa.
__ADS_1
“ada apa jox?” Tanya ardi kuatir saat melihat joxi tampak murung “aku.. ah sudah jangan di pikirkan ehehehe..” selesai mengatakan itu joxi pun memakan bakso milik ardi sedang teman teman nya tampak keheranan dengan perubahan sikap leadernya itu namun mereka berenam lebih memilih pura pura tidak perduli karena takut joxi akan semakin sedih.