Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
New day


__ADS_3

Hari hari telah berlalu dan benar saja sejak memutuskan untuk pisah ranjang hani benar benar pergi dari sisi joxi, istrinya itu kini kembali kerumahnya bersama sang ayah dan semenjak itu lah rasanya hidup joxi begitu sepi dan hampa.


Biasanya setiap pagi dirinya bisa di bangunkan oleh hani, istrinya itu menyiapkan segalanya untuk aktivitasnya lalu saat malam tiba joxi bisa tidur dengan nyenyak karena memeluk tubuh istrinya sekarang semua itu seperti déjà vu baginya dan bayangan hani semakin kuat di ingatannya.


Joxi sadar hatinya masih merindukan hani dan mencintainya itu pasti namun joxi juga sudah sangat kecewa dengan istrinya itu pada akhirnya pilihan yang joxi selalu membuat lubang hitam di hatinya semakin membesar dan hal itu membuatnya menderita setiap saat.


“aku benar benar merindukannya” kata joxi saat dirinya hampir gila hari harinya selalu terulang dan yang di lakukannya selalu sama yaitu mabuk mabukan dan bersenang senang dengan temannya hingga larut malam tidak jarang dirinya akan pulang subuh atau siang hari seperti sekarang joxi terbangun di kamar hotel yang di pesannya oleh teman temannya “kau sudah bangun?” kata ardi saat melihat leadernya itu duduk termenung di tempat tidur “jam berapa sekarang?” Tanya joxi yang membuat ardi melihat ponselnya.


“10:30 siang” jawab ardi lalu dirinya duduk di samping joxi “aku akan pergi kekampus” selesai mengantakan itu joxi beranjak dari tempat tidurnya dan ardi tidak menahannya karena tahu leadernya itu sedang merindukan istrinya.


“kalo kita seperti ini terus aku takut baik kau atau kita akan segera menyusul rey jox” itulah kalimat yang di ucapkan hati ardi saat melihat banyak kekacauan terjadi dalam hidupnya dan hidup teman temannya.

__ADS_1


Sedang di sisi lain dari kota ini tepat nya di kampus hani tampak sedang bercanda ria dengan kedua sahabatnya “sekarang kau terlihat begitu bahagia lagi han” kata desi yang sejak hari pulangnya hani kerumahnya sahabatnya itu lebih ceria dan tidak terbebani lagi “ya aku bersyukur karena aku tidak perlu berpura pura lagi” sahut hani yang membuat kedua sahabatnya itu tersenyum.


“tok tok tok” tentu mereka bertiga terkejut saat mendengar suara pintu di ketuk “siapa ya?” Tanya kara pada kedua sahabatnya “gak mungkin dia kan?” kini giliran desi yang bertanya namun hani tidak merespon dan dirinya langsung berdiri “biar aku pastikan, kalian tunggu disini” pinta hani lalu dirinya melangkah menuju pintu lalu membukanya.


“deg” jantung hani dan joxi sama sama berdebar saat mata mereka bertemu “ah ada apa kau kemari?” Tanya hani setelah sadar lalu memalingkan pandangan matanya kebawah sehingga joxi tersenyum “kau terlihat baik baik saja, aku Cuma ingin melihat mu?” kata joxi lirih yang membuat hani tersenyum dan matanya kembali menatap wajah suaminya itu dengan ramah.


“aku baik jox, bagaimana dengan mu?” Tanya hani dan hani langsung menyesal karena dirinya tahu di lihat dari wajahnya itu joxi tidak baik baik saja, matanya sembab bahkan kantungnya menghitam, bibirnya kering dan wajahnya tampak lesu dan kusut terlebih aroma napasnya tidak lagi segar karena bercampur alcohol dan baju yang di kenakan nya pun sama sekali tidak rapih.


“maafkan aku” tiba tiba hati hani mengucapkan kalimat itu sungguh dirinya memang merasa bersalah namun jika terus bertahan bukan hanya joxi yang terluka tetapi juga hani sendiri karena terus berpura pura.


“ya kenapa kau lesu sekali?” Tanya desi saat hani duduk di tengan tengan mereka “dia sepertinya berusaha membunuh dirinya sendiri?” kata hani yang membuat kedua sahabatnya tersenyum.

__ADS_1


“ya sudah sih mau gimana lagi kau pada akhirnya juga gak bisa mencintainya dan kalo terus bertahan dia dan kau akan terus terluka karena joxi juga ingin kau hanya mencintainya” desi manggut manggut menanggapi perkataan kara sedang hani langsung menatap wajahnya “kau benar, iya sudah aku juga akan bahagia kok kalo jadi cerai tinggal seminggu lagi ini” sahut hani sungguh dirinya berusaha menghilangkan rasa empatinya terhadap suaminya itu supaya hani bisa kembali bahagia dan tidak terus berkorban demi kebahagiaan orang lain.


Sedang di perjalanan joxi tampak melamun, karena hatinya merasa kosong dan mati rasa “dia terlihat sangat baik” kata joxi lirih melihat hani yang tampak bahagia sungguh tadi itu adalah pertama kalinya joxi melihat hani tampak bebas dan tidak tertekan oleh apa pun “ha ah aku memang bodoh” joxi bicara sendiri sungguh dirinya benar benar ingin sekali hari hari yang dulu kembali dimana hani tetap di sisinya dan sekarang semua itu hampir hilang karena perkataan cerai yang di ucapkan mulutnya waktu itu.


“tinnn” mata joxi membelalak saat mendengar suara tlakson mobil “apa.. Aaaaa Braakkkkk” joxi tersentak saat mobilnya hendak menabrak mobil lain namun segera di putar gagang setirnya kearah kanan sehingga mobilnya menabrak pembatas jalan membuat bagian depan mobilnya hancur dan kepalanya membentur dengan keras gagang setir dengan keras akibatnya joxi pun langsung kehilangan kesadaran saat itu juga.


“wiu wiu wiu” suara mobil ambulan melaju sangat kencang membawa tubuh joxi kerumah sakit dan tidak butuh waktu lama keluarga dan teman temannya sudah datang kerumah sakit menunggu dengan cemas di luar ruang ugd “drrt drtt ddrttt” ponsel hani tiba tiba bordering yang membuatnya mengambil nya “ayah ada apa?” Tanya hani “sayang segera kerumah sakit joxi kecelakaan” tentu hani tersentak kaget saat mendengar perkataan ayahnya itu “ah baik ayah aku akan segera kesana” selesai mengatakan itu hani langsung mematikan ponselnya dan segera pergi kerumah sakit.


“kenapa bisa begini dia bahkan tadi baru menemuiku” kata hani panic sungguh dirinya tidak menyangka hal seburuk itu akan terjadi pada suaminya itu “drrt drtt” tiba tiba ponsel hani kembali bordering sehingga langsung di ambil dari tasnya “desi maafkan aku, aku harus kerumah sakit joxi kecelakaan” kata hani yang membuat kedua sahabatnya terkejut.


“ah baik lah kami juga akan segera menyusulmu han, hati hati nyetir mobilnya” selesai mengatakan itu desi memutus panggilan “kenapa joxi bisa kecelakaan ha ah kita gak jadi liburan lagi hmm” keluh kara padahal dirinya dan kedua sahabatnya hendak kebandara karena ingin berlibur ke dufan “sudah nanti aja ngomelnya, ayo kita kerumah sakit?” ajak desi yang di iyakan oleh kara dan mereka pun pergi bersama menggunakan mobil kara.

__ADS_1


__ADS_2