Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Susah nya


__ADS_3

“loh ayah sudah pulang?” Tanya hani saat dirinya masuk rumah mendapati ayahnya sudah duduk di sofa ruang tamu “sayang kemari lah ayah ingin bicara?” hani pun segera menghampiri ayahnya lalu duduk di sampingnya “ayah ada apa kenapa tampak penting sekali?” mendengar pertanyaan itu membuat ayahnya tersenyum ketir.


“sayang ibu mu sakit..”


“sakit? Ayah boleh kah aku menjenguknya, dimana ibu dirawat?”


“tentu kau boleh menjenguknya, namun ibu mu berpesan kau kalau bisa datang bersama pacar mu?”


“Eh kenapa gitu? Ais apa ini setingan ayah dan ibu?”


“sayang kenapa kami harus melakukan itu? Besok kita berangkat ke Jakarta ya?”


“ayah juga ikut..”


“iya, tapi tentang pacar kau kan tidak punya. Padahal ayah sudah bilang tapi ibumu masih aja ngeyel?”


“ajak saya saja paman..” tiba tiba suara joxi menggema di ruangan yang luas itu dan berhasil membuat bapak dan anak itu tersentak kaget “ya kau gak sopan banget tiba tiba main masuk rumah orang?” hani kesal sehingga dirinya melontarkan perkataan itu sedang joxi hanya tersenyum manis untuk menanggapinya.


“maaf habis aku juga terkejut mendengar bibik sakit! Jadi ka..”

__ADS_1


“jangan mimpi” hani hendak berdiri namun langsung di tahan oleh ayahnya “sayang dari pada kau nyewa pria lebih baik ajak joxi saja?” hani langsung melongo karena tidak percaya dengan perkataan ayahnya yang baginya sangat menjengkelkan sedang joxi yang di beri lampu hijau langsung sumringah “tapi ayah dia.. ais baik lah kalo itu mau ayah!” hani langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua dengan kesal.


“joxi kau jangan senang dulu?”


“aku mengerti maksud paman, terimakasih banyak sudah percaya kepada ku paman?” tuan handa langsung menganggukan kepalanya “kalau ayah mu tidak merengek tadi aku pun malas menerima mu, malang sekali nasib hani maafkan ayah mu ini ya sayang?” kata hati tuan handa sungguh baik ayah atau anak baginya sama saja manjanya dan maunya menang sendiri sehingga tuan handa hanya bisa pasrah menghadapi keluarga indra itu “iya sudah paman joxi pamit tadi Cuma ingin ambil tas ketinggalan di mobil hani” joxi pun langsung mengambil tasnya yang tergletak di lantai “hati hati ya..” kata tuan handa saat joxi hendak melangkah kan kakinya.


“iya paman assalamualaikum!”


“waalaikum salam!” joxi setelah keluar dari rumah hani langsung melompat lompat kegirangan sehingga membuat vivi keheranan “kau kenapa lah?” Tanya vivi saat adiknya itu sudah masuk kedalam mobilnya “mbak aku bakal di perkenalkan ke ibunya hani, alhamdulilah dapat lampu hijau lagi hehehe..” vivi pun ikut senang saat melihat wajah joxi tampak berseri seri dan mobilnya pun kembali melaju di jalanan.


Kini tuan handa sudah berdiri didepan pintu kamar anaknya “sayang ayah boleh masuk?” teriak tuan handa yang tidak dapat respon dari dalam sehingga akhirnya tangannya pun membuka pintu itu “Deg..” tuan handa tersentak saat menatap wajah hani yang sangat marah itu bahkan tatapan mata anaknya itu sangat tajam seolah ingin membunuhnya “jelaskan apa maksudnya ayah berubah pikiran secepat ini atau aku suruh desi hajar ayah?” tentu tuan handa yang takut kepada sahabat anaknya itu langsung kelabakan sehingga dirinya langsung duduk di samping hani.


“ya allah sayang kau jahat sekali nanti ayah di jadi kan geprek oleh teman mu itu bagaimana?”


“iya iya ayah jelaskan tapi tolong letakan ponselmu dulu!”


“bukk..” hani langsung melemparkan ponselnya ke tempat tidur sehingga ayahnya langsung menelan ludahnya secara kasar karena merasa ketakutan saat anak gadisnya ini ngambek “jadi dulu ayah dan paman indra itu saat masih mudah bercerita tentang perjodohan anak anak kita dan tidak sengaja di dengar oleh ibumu dan istri paman indra lalu mereka berdua setuju tentang perjodohan itu jadi itu lah alasan ayah menyarankan kau ajak joxi?” jelas tuan handa yang tidak mendapat respon apapun dari anaknya itu “tap tapi kalau hani tidak mau tidak me..” tuan handa langsung berhenti berbicara saat mata anaknya itu kembali menatap tajam matanya.


“ayah kenapa kau sama saja sangat menjengkelkan? Ais sana keluar lah aku butuh waktu untuk memikirkan ini semua!”

__ADS_1


sebenarnya tuan handa ingin bicara lebih banyak lagi namun saat melihat anaknya mulai naik pitam membuatnya keluar dari kamar.


“ya alah sekarang aku harus bagaimana?” hani hampir gila karena kekacauan ini semakin menjadi dan dirinya tidak berdaya menghadapinya “ah iya kara dan desi” tiba tiba hani teringat kepada kedua sahabatnya itu sehingga tangannya langsung mengambil ponselnya lalu menelepon kara.


“halo han ada apa?”


“kar apa kau masih di kampus?”


“iya ini lagi makan sama desi, kau di mana lah tadi kami mau ngajak kau juga tapi kau gak ada di ruangan?”


“hehehe itu lupakan saja, hmm aku lagi pingin cerita ini?”


“huh masalah mu masih belum kelar han?” tiba tiba desi merebut ponsel sahabatnya itu lalu bertanya kepada hani “tambah rumit des, kepala ku serasa mau meledak ini?” desi dan kara langsung terdiam karena mereka terkejut lalu saling menatap seolah mata mereka berkata “kerumahnya langsung saja” lalu kedua gadis itu menganggukkan kepalanya.


“han tunggu di rumah mu aja kami akan kesana?”


“baik lah des, cepat ya?"


“iya sabar otw ini” selesai mengatakan itu desi langsung memutus panggilan “kar boleh gak aku sentil ginjal cowok brengsek itu kok kesel aku?” keluh desi karena tidak tahan lagi tangannya yang kuat untuk menghajar sosok pria yang di bencinya itu “ais udah lagi mikirin dia, ayo kita ke rumah hani” tangan kara langsung menarik lengan desi dan kedua dosen muda itu langsung meninggalkan kampus selesai membayar makanannya.

__ADS_1


“ya allah semoga kalo mereka gak bisa membantu ku menyelesaikan masalah ini setidaknya mereka bisa menghiburku sedikit”


pinta hani dalam hatinya berharap di kabulkan oleh tuhannya. Ya yani tidak punya teman royal selain dua sahabatnya itu sehingga hani berharap bisa temukan ketenangan saat bersama kara dan desi yang sejatinya dua gadis itu beda kepribadian dan juga pembawaan namun anehnya mereka sanggup menjalin persahabatan yang kuat dan erat padahal sering bertengkar dan saling mengejek dan hani senang karena dua gadis itu telah menerimanya sehingga mereka bertiga bersahabat sejak awal pertemuan dulu semasa kuliah S1 di universitas yang sekarang menjadi tempat kerjanya.


__ADS_2