
“hani lihat lah?” pinta atez sehingga kepala kekasihnya itu menoleh kearahnya “deg..” mata hani langsung membelalak saat terbangun dari tidurnya “huh huh huh” napasnya berat dan keringat di keningnya bercucuran “tadi itu kenapa bisa mimpi atez membunuh joxi” guma hani sambil tangannya memegang keningnya karena merasa tidak masuk akal namun mimpi bisa jadi sebuah peringatan atau hanya bunga tidur pada akhirnya mimpi adalah sebuah misteri yang sulit di pecahkan.
“ceklek” tiba tiba pintu di buka dan kedua sahabatnya langsung masuk “kau sudah bangun dari tadi kah?” Tanya desi sedang kara meletakan plastic berisi makanan ke atas meja.
“aku mimpi buruk” jawab hani lesu yang membuat kedua sahabatnya tersentak “ah bunga tidur jangan di pikirkan?” sahut desi santai namun kara tidak menyahutnya karena tengah focus memperhatikan wajah hani yang tampak pucat “tapi kalo lihat keringat sebanyak ini aku yakin mimpi mu sangat buruk?” kata kara yang membuat hani tersenyum ketir “aku bermimpi atez membunuh joxi” mata kara dan desi langsung membelalak lalu kara langsung memeluk tubuh hani.
“dia sudah meninggal sudah meninggal han, jadi tenang lah..” kata kara sambil terus memeluk tubuh sahabatnya itu “aku hanya takut akan terjadi sesuatu lagi?” sahut hati hani namun tidak sampai terucap ke mulutnya yang terbungkam itu “dan lagi joxi juga sudah mendingan jadi jangan kau pikirkan mimpi itu” tambah desi yang membuat kara berhenti memeluk tubuh hani “terimakasih..” kata hani lalu tersenyum kepada kedua sahabatnya “santai saja, ayo makan lalu kerumah sakit jenguk suami mu?” ajak kara sehingga mereka bertiga pun makan bersama.
“jadi, gak jadi cerai kan jox?” Tanya ardi setelah mendengar cerita leadernya itu “tidak, Cuma aku gak tahu bakal seperti apa hubungan ku setelah ini?” jawab joxi lesu yang membuat teman temannya heran.
“kenapa kau takut gitu?” sahut rey yang membuat mata indah joxi menatapnya “karena aku takut semakin aku berusaha mempertahan kannya akan membuat rintangannya semakin sulit.. aku takut pada akhirnya aku bukan lah takdirnya?” joxi bicara jujur kepada teman temannya itu sehingga mereka tampak tersentak kaget karena begitu besarnya rasa takut leadernya itu kehilangan sosok istrinya.
“itu gak mungkin..”
“kenapa kau begitu yakin rey? Padahal..”
__ADS_1
“aku juga sependapat dengan rey, jox apa yang kau takutkan dia masih akan tetap jadi milikmu karena sejauh ini apa pun masalah kalian pada akhirnya kalian kembali berdamai”
“ardi benar. Jadi berhentilah terlalu kuatir karena sekarang atau nanti akan tetap sama dan kami berenam akan terus berusaha menjaga supaya kalian tetap bersama” joxi langsung tersenyum mendengar kan perkataan diki lalu matanya menatap wajah anggota geng nya itu satu per satu “baik lah akan aku coba, terimakasih banyak semuannya?” kata joxi meyakinkan teman temannya itu “nah gitu dong..” kata anggota geng bad boy bersamaan sehingga joxi kembali tersenyum.
“ceklek” tiba tiba pintu di buka sehingga kepala mereka menoleh “sayang” kata joxi senang melihat istrinya itu menghampirinya “iya sudah kami permisi keluar dulu ya?” kata aldi sehingga dirinya dan teman temannya pun keluar dari ruangan ini sehingga hanya tinggal joxi dan hani.
“gimana kabar mu?”
“kau bisa lihat aku sudah merasa lebih baik” jawab joxi sehingga hani tersenyum lalu tangan suaminya itu memegang tangannya “apa kau sudah makan?” Tanya joxi sambil menarik tangan istrinya itu dan kini tubuh hani sudah di peluknya erat “aku sudah makan bareng kara dan desi tadi” sahut hani santai.
“aku gak akan memaksa mu lagi?”
“tapi siapa bilang aku gak mau? Aku Cuma butuh waktu untuk berpikir?”
“iya sayang aku tahu hehehe..” hani langsung tersenyum lalu kembali berdiri “apa kau sudah makan?” kepala joxi langsung menggeleng “kau mau makan apa biar aku masakkan?” mendengar pertanyaan istrinya joxi langsung tertawa kecil lalu matanya yang indah menatap penuh kasih wajah hani yang tampak pucat itu.
__ADS_1
“aku tahu kau sangat lelah, pergi lah bersama sahabatmu lakukan hal yang kau sukai supaya lelah mu hilang?” tentu perkataan joxi membuat hani tersentak kaget “ini bocah kerasukan apa kok tumben pengertian?” Tanya hati hani keheranan dengan perubahan sikap suaminya itu “sayang kok bengong?” hani segera tersadar dari lamunannya.
“ah apa benar aku boleh pergi bersama mereka?”
“tentu saja..”
“kau gak marah?”
“tidak, asal kau bahagia” mata hani langsung berbinar dan langsung memeluk tubuh suaminya itu “terimakasih banyak, baik aku akan pergi bersama mereka dan akan datang lagi nanti malam aku akan memasak makanan kesukaan mu dan tidur di sini?” joxi langsung manggut manggut “aku akan menunggu mu..” selesai mengatakan itu bibir joxi mengecup lembut ubun ubun istrinya itu.
“iya sudah aku pergi ya?”
“iya hati hati..” hani langsung menganggukan kepalanya dan dirinya benar benar keluar dari ruangan ini “saat melihat mu bahagia seperti tadi harusnya aku sadar aku harus menjaga senyuman itu” kata joxi memikirkan perubahan mood istrinya tadi memang mungkin saja hani sangat tertekan karena sikap joxi yang selalu mendominasi sehingga joxi tidak sadar istrinya itu juga butuh pengertian lebih “hmm aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk mu han aku mohon berilah aku kesempatan untuk bisa mendapatkan hatimu kembali” kata hati joxi sungguh dirinya kini bertekad supaya bisa menjadi satu satunya pria terbaik di hati istrinya itu.
“lah cepat banget?” Tanya desi heran karena hani sudah keluar dari ruangan “iya cepat banget” sahut ardi karena anggota geng bad boy juga ikut menunggu di luar “iya dia bilang ingin di masakin sesuatu jadi yuk temani aku belanja?” ajak hani pada kedua sahabatnya itu “hmm gitu, baik lah ayo pergi..” sahut kara dan mereka bertiga pun pergi ke toko sualayan sedang anggota geng bad boy kembali masuk kedalam ruangan leadernya di rawat.
__ADS_1