
Joxi langsung masuk kedalam mobilnya “breemm” mobil pun melaju sangat kencang karena joxi ingin cepat sampai di rumah kakaknya itu “cekit” setelah mengemudikan mobil hampir 30 menit lebih akhirnya mobil joxi terparkir di depan rumah kakaknya yang besar itu lalu joxi keluar “mana kakak?” Tanya joxi pada pelayan rumah “ada apa jox tumben sekali kau datang?” Tanya joko santai namun senyumannya langsung luntur saat adiknya itu menghampirinya dan wajah joxi tampak merah padam.
“buakkk” tiba tiba joxi langsung meninju wajah kakaknya itu hingga tubuh kakaknya tersungkur di lantai “sini kau kakak bodoh? Buakk buakkk” joxi langsung duduk di atas perut joxi lalu tangannya kembali meninjui wajah kakaknya itu “joxi cukup..” teriak vivi istri joko yang membuat joxi berhenti sesaat.
“kenapa kau gak bilang dari awal kalo kau pernah membunuh seseorang dan itu adalah pacar hani?” mata joko membelalak mendengar perkataan joxi sungguh dirinya tidak menyangka rahasia yang bertahun tahun di sembunyikannya akhirnya terbongkar “jawab aku” teriak joxi dan air matanya langsung berjatuhan di wajah kakaknya itu sehingga membuat joko tersenyum ketir karena hatinya bersedih melihat adiknya itu terisak dengan hebat.
“maafkan aku, aku tidak tahu kalo dia dulu kekasihnya hani jadi aku mengabaikannya dan akhirnya dia mati.. maaf joxi?” itu lah kalimat yang keluar dari mulut joko yang membuat tangan joxi mengepal kuat lalu meninju kembali “bukk” namun di pelesetkan sehingga tangan joxi meninju lantai dengan keras yang membuat tangannya terluka cukup parah namun rasa itu tidak berarti apa apa karena terkalahkan oleh rasa yang berkecamuk di dalam hatinya.
“aku gak masalah dia gak mencintaiku tetapi jika dia menjadikan aku seolah adalah pria itu hatiku sakit tapi aku gak menyalahkannya karena dia seperti itu karena perbuatan mu. Kau benar benar kakak yang buruk kak joko” selesai mengatakan itu dengan suara yang serak joxi langsung menyingkir dari atas tubuh kakaknya itu lalu melangkah pergi meninggalkan mereka semua yang tampak tertenun melihatnya putus asa “ini juga karena salah ku kalo dulu aku gak memaksanya aku juga gak akan terluka, aku memang pria yang buruk.
Menghamili banyak perempuan tanpa mau tanggung jawab, aku juga seorang pencandu rokok dan alcohol jadi aku terkena penyakit Azoospermia, aku juga telah meniduri dua sahabat terbaiknya sekarang aku marah karena dia berkata jujur ha ah aku memang sebejad itu wajar saja desi begitu membenciku ternyata di dalam masalah ini karena aku yang salah terlalu memaksakan kehendak” itu lah kalimat yang di ucapkan hati joxi yang sudah mati rasa lalu joxi berhenti melangkah saat merasakan air menetes di wajahnya.
“ssss” tiba tiba hujan pun turun dengan deras yang membuat joxi tersenyum dalam tangisnya “ya allah terimakasih kau kirimkan hujan untukku sehingga gak ada yang bisa melihatku menangis sekarang” hati joxi terasa sakit kembali sungguh dirinya benar benar begitu lelah dan membuatnya hampir gila karena keadaan sulit yang membuatnya perlahan kehilangan kewarasannya.
“buakk” mata joxi membelalak saat punggungnya di pukul tangan seseorang “bukk” tubuh joxi langsung terjatuh di pelukan kakaknya “ hatiku sakit sekali kak” keluh joxi sebelum dirinya kehilangan kesadaran “aku tahu jox” sahut kakaknya lirih lalu dirinya membopong tubuh adiknya itu dan membawanya kembali kerumah setelah mengganti pakaian adiknya dan menyelimutinya joko langsung bergegas kerumah ayahnya.
__ADS_1
“tolong jaga joxi jangan biarkan dia pergi aku sudah memborgol kedua tangan dan kakinya?” pinta joko pada istrinya “kau jangan tersulut emosi karena hani belum tentu salah dalam hal ini?” sahut istrinya yang membuat joko menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari kamar.
“bremm” mobil joko melaju sangat kencang dan walaupun hujan deras joko tidak mengurangi kecepatan mobilnya karena dirinya tengah berada dalam situasi sulit sekarang “cekitt” mobil joko akhirnya terparkir di halaman rumah ayahnya lalu joko segera keluar dan masuk kedalam rumah “loh tumben datang? Joko muka mu kenapa baba belur gitu?” Tanya ayah kandungnya panic yang membuat joko tersenyum lalu menghampiri ayahnya itu “apa hani ada?” Tanya joko yang membuat ayahnya terkejut.
“ada apa cari adikmu malam gini?”
“ada hal penting yang ingin aku bicarakan ayah”
“begitu, tapi sepertinya dia sudah tidur tapi coba kau kekamarnya?” joko menganggukan kepalanya dan segera bergegas kekamar “eh joko kalo kau sudah selesai bicara mari obati lukamu?” joko langsung mengacungkan jempolnya untuk merespon perkataan ayahnya itu.
“sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya hati tuan indra penasaran beruntung tuan handa sudah tertidur sehingga dirinya tidak ikut panic melihat joko dalam keadaan terluka “ceklek” joko membuka pintu membuat hani menoleh kearahnya “kau.. duduk lah” pinta hani sudah menunggu sedari tadi kedatangan kakak iparnya itu lalu joko duduk di sampingnya yang sedang duduk di tempat tidur.
“itu bukan masalah bagiku han, sebenarnya apa yang terjadi kenapa bisa joxi tahu tentang atez?”
“aku tidak sengaja berbicara tadi di WA dan joxi mendengar semua yang aku katakan kepada kara dan desi..”
__ADS_1
“lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“aku tidak tahu joko? Tapi joxi bilang dia akan menceraikan aku?”
“itu gak mungkin kau tahu kan joxi mencintai mu?”
“iya, tapi luka kali ini mengkin lebih besar dari rasa cintanya terhadapku?” joko terdiam dirinya tahu maksud dari perkataan adik iparnya itu “sekarang dia dimana?” Tanya hani yang memecah keheningan ruangan ini “ada di rumah sedang istirahat, han aku minta maaf untuk kesekian kalinya kau lagi lagi menanggung penderitaan karena aku dan keluargaku?” hani tersenyum ketir hatinya perih mendengar perkataan joko barusan.
“aku gak berharap apapun jok, tapi aku ingin cerai dengan adikmu supaya aku bebas dari luka walau pun itu seperti membunuh semangat hidup joxi” kini giliran joko yang tersenyum karena ini kali pertamanya dirinya melihat sisi egois hani “baik lah, istirahat lah sekarang aku akan pulang dulu dan saat pagi tiba ajaklah kedua ayah kita kerumah ku karena kita juga perlu bicara pada mereka?” hani menganggukkan kepalanya.
“terimakasih banyak ya? Aku kira kau akan marah marah”
“hahaha ya enggak lah han, sudah aku pulang ya dan segera lah tidur?”
“baik joko” sahut hani lirih sehingga joko tersenyum kepada adik iparnya itu lalu segera keluar dari kamarnya “haa buuuk” hani langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur hatinya merasa lega walaupun masih ketakutan luar biasa “ya allah tolong tidur kan lah aku atau jika mati itu baik untukku jangan biarkan aku bangun lagi karena aku sangat lelah” entah mengapa hani bisa mengucapkan kalimat pertanda putus asa namun yang di pastikan hani juga menderita dan berasa ingin mati karena selalu terjebak dalam kekacauan yang mengerikan.
__ADS_1
“ayah..” kata joko melihat sosok pria tua yang duduk di ruang tamu “apa sudah selesai?” joko menganggukan kepalanya “sudah ayah, aku gak usah di obati ya aku harus pulang ke rumah nanti kalo sudah pagi ayah dan ayah handa berserta hani ke rumah ku ya?” pinta joko yang membuat ayahnya semakin curiga “sebenarnya ada apa?” Tanya ayahnya to the point.
“lihat lah itu ayah..” saat ayahnya menoleh kearah jari telunjuk joko saat itu tangan kiri joko memukul punggung ayahnya “bukk” ayahnya itu langsung pingsan sehingga joko membopong tubuhnya dan segera di baringkan ke tempat tidur ayahnya “karena aku takut akan kena serangan jantung jadi sekarang lebih baik ayah juga istirahat” selesai mengatakan itu joko meninggalkan ayahnya itu dan kembali pulang kerumahnya.