Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Pengacau


__ADS_3

“mereka memang girl coople” guma rey lirih saat sedari tadi dirinya hanya memperhatikan kara dan desi bermain air “hmm gimana cara mengganggu mereka ya?” rey mulai memperhatikan sekitarnya yang sedang bersembunyi di semak semak “Sss..” tiba tiba rey mendengar suara desisan yang membuatnya panic karena ternyata ada ular kobra di sampingnya duduk.


“waa ular ular, srekk Aaaa..” karena terlalu panic rey langsung terpeleset sehingga dirinya tercebur di kubangan air terjun itu “byurr…” tentu desi dan kara yang baru selesai berenang langsung terkejut saat mendengar suara itu “apa itu tadi?” Tanya kara sehingga mata desi pun menatap tajam kearah air terjun itu.


“ah itu temannya cowok brengsek udah biarkan saja ayo kembali nanti kau masuk angin?” ajak desi yang membuat kara menganggukan kepalanya “tolongg aahh.. cepek cepek..” tentu kara rishi mendengar suara itu sehingga kakinya berhenti melangkah “dia mungkin gak bisa berenang des ayo kita tolong?” Tanya kara namun desi tetap enggan sehingga kara berlari kearah rey yang mulai kehabisan napas itu.


“byuurr..” mata desi membelalak tidak percaya kara menolong rey bahkan sampai memberinya napas buatan “apa kau juga mencintainya?” Tanya desi tanpa di sadari oleh kara sudah berdiri di sampingnya yang sedang memberi pertolongan pertama kepada rey yang kebanyakan minum air itu “apa yang kau bicarakan? Kalo dia mati gimana?” desi semakin kesal karena kara memberinya pertanyaan yang menjengkelkan baginya.


“siapa yang perduli? Cih ngomong aja kau juga menyukai dia..” selesai mengatakan itu desi melangkah kan kakinya sedang kara yang tersentak kaget dan tahu desi sedang marah karenanya langsung mengejarnya “des tunggu dulu dengarkan aku” kata kara namu bukannya berhenti desi mempercepat langkah kakinya sehingga kara berlari dan langsung menghadang jalan desi.


“minggir..”


“apa kau cemburu?” pertanyaan kara tentu membuat desi semakin geram “kau.. buakk” desi memilih pergi sehingga dirinya menerobos paksa hingga pundak kara terdorong keras “desi kalo dia mati apa kau bahagia?” Tanya hati kara sungguh dirinya dalam masalah besar karena telah membuat sahabat terbaiknya marah kepadanya “ini semua gara gara kau” kata kara kesal saat dirinya sudah kembali menghampiri rey yang belum sadarkan diri itu.

__ADS_1


“buk buk buk” namun hati kara tetap kekeh ingin menolongnya sehingga kara kembali memberikan pertolongan pertama dan saat dirinya sudah memberikan napas buatan tiba tiba mata rey mulai terbuka “ah syukur lah kau sudah sadar, aku pergi dulu ya?” kara hendak berdiri tiba tiba tangan rey memegang lengannya “tolong jangan pergi..” kara langsung mengerutkan keningnya dan berusaha melepas pegangan tangan rey.


“aku gak ada waktu lagi, kalo kau gak biarkan aku pergi kau bisa di bunuh desi?” entah mengapa tiba tiba rey langsung melepas lengan kara saat mendengar pertanyaannya tadi “plak plak plak” tentu rey langsung tersentak kaget saat tangan kara menampar pipinya berkali kali “itu adalah pelajaran karena kau sudah buat aku dan desi bertengkar” selesai mengatakan itu kara langsung meninggalkan rey yang tampak terkejut itu.


“ahahaha” rey langsung tertawa lepas sungguh dirinya sangat senang “hmm ternyata kau selucu itu ya kara lyn aku jadi tambah menyukai mu” guma rey lalu dirinya berusaha berdiri sedang kara yang melihat hani langsung berlari menghampirinya “hani han..” teriak kara membuat kepala hani menoleh kearahnya “bukk” tiba tiba tubuh kara terjatuh di pelukan hani karena kakinya tersandung batu.


“hati hati kar” kata hani sambil melepas tubuh kara “han kau lihat desi gak?” Tanya kara yang mendapat anggukan kepala hani “ada apa? Apa kalian berantem dia melihatku tadi tapi main pergi aja?” kara langsung menepuk keningnya karena merasa frustrasi dengan keadaan yang sedang menimpanya.


“aku sangat bingung tadi? Habis kawannya suami mu tenggelam jadi aku menolongnya dan desi marah karena aku memberinya napas buatan?”


Di sisi lain dari tempat kemah ini rey sudah di temukan oleh teman temannya dan kini mereka bertuju sedang berada di dalam tenda tidak mengikuti kegiatan acara malam keakraban “kau kok bisa basah kuyub si tadi?” Tanya ardi yang membuat rey tersenyum bahagia.


“karena aku tadi habis tenggelam lalu di selamatkan oleh kara dan dia memberiku napas buatan yang membuatnya bertengkar dengan desi ahahaha..” selesai mengatakan itu rey langsung tertawa lepas yang membuat semua temannya melongo namun ikut senang “jadi ceritanya gitu? Tapi sekarang desi kemana ya?” Tanya joxi yang mendapat tatapan sinis mata rey “kau kenapa kuatirkan dia sih?” Tanya balik rey dengan nada ketus “kau lupa kara dan hani mencarinya dan sekarang sudah malam aku belum melihatnya dari tadi?” jawab joxi yang membuat teman temannya tersentak kaget.

__ADS_1


“Hah terus gimana ayo kita cari dia nanti kalo di makan macam garong gimana?” ajak ardi panic sehingga teman temannya berdiri “iya sudah ayo kita cari, kau kok bego sih jox istrinya ilang malah asik sama kita?” kata rey yang membuat joxi terdiam sungguh sedari tadi joxi juga kuatir pada istrinya itu namun saat ingat kejadian yang membuatnya kesal joxi menjadi malas untuk mencarinya.


“kar kau gak apa apa?” Tanya hani panic saat tubuh kara mulai menggigil “aku gak apa apa han santai?” sahut kara sambil mengkuatkan diri “kita balik aja yuk aku takut kau kenapa napa?” hani benar benar kuatir namun kara tetap keras kepala “tapi desi belum ketemu?” karena kesal akhirnya hani pun menggendong tubuh kara yang begitu dingin itu.


“kau tenang saja desi akan baik baik saja tapi kau? Aku gak mau kau kenapa napa jadi menurut lah kepadaku” kata hani namun tidak ada respon dari kara yang sedang mengelendot punggungnya itu “kar.. kara lyn! Ais ini gawat aku mohon jangan tidur kara” hani panic sehingga kakinya melangkah lebih cepat sungguh hani tidak ingin melihat kara tidur terlalu lama dan hani takut kara memilih tertidur untuk selamanya karena terkena hipotermia.


“Glegarr.. Ssss” desi tersadar saat mendengar suara petir menggelegar dan hujan pun turus cukup deras “apa dia baik baik saja?” tiba tiba desi teringat pada kara sehingga dirinya langsung terun dari pohon dan segera pulang ke tenda “Ya kau kemana saja sih?” teriak hani sambil menarik kerah kemeja desi “ada apa?” Tanya desi panic namun di balas dengan tamparan tangan hani yang keras mengenai pipinya “plakk” desi tentu terkejut saat merasa hempasan kuat tangan hani “cepat masuk kedalam tenda ganti bajumu dan hangatkan dia?” kata hani lirih memohon pada desi yang tampak tersentak itu.


“apa..” desi langsung berlari ketenda dan benar saja ada kara berselimut tebal sedang terlelap di sana sehingga desi langsung mengganti pakaian lalu segera membaringkan tubuhnya itu di samping kara “maafkan aku kar..” kata hati desi merintih kesakitan sungguh desi kecewa pada dirinya sendiri karena telah bertingkah melampaui batas.


“sekarang kau nangis?” kata hani saat masuk ketenda terlihat desi sedang terisak hebat sambil terus memeluk tubuh kara “hani apa kara akan baik baik saja?” suara desi parau dan hani merasa ikut tersiksa saat melihat ekspresi ketakutan di wajah desi yang cantik itu “kau tenang saja, ketika kau menghangatkannya dia akan baik baik saja?” kata hani lirih lalu dirinya ikut membaringkan tubuhnya di samping kara.


“ingat gak waktu aku overdosis obat tidur kalian tidur mengapitku saat di rumah sakit dan paginya aku langsung terbangun, jadi besok pagi kara pasti juga terbangun jadi jangan terlalu kuatir ya?” kata hani yang membuat desi tersenyum dalam tangisnya “iya sudah kau juga harus tidur, aku akan menjaga kalian berdua” kata hani lagi yang mendapat anggukan kepala desi dan desi pun mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Joxi yang sedari tadi berdiri di luar tenda langsung tersenyum ketir saat mendengar pembicaraan istrinya dengan desi sungguh joxi pun mengerti betapa kuatnya persahabatan antara kara, desi dan hani “harusnya aku gak berlebihan seperti ini? Kalo kara gak selamat pasti hani akan sangat sedih” kata hati joxi padahal dirinya berniat mengajak istrinya itu tidur di tenda lain namun setelah tahu betapa hani juga sangat mencintai sahabatnya seperti joxi mencintai semua anggota geng bad boy membuat hatinya luluh dan mengurungkan niat buruknya memisahkan mereka bertiga.


__ADS_2