Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Penjelasan


__ADS_3

Kini desi sudah membawa kara di taman belakang rumah sakit dan kara duduk di kursi sedang desi masih berdiri sambil terus menatap tajam wajah kara yang pucat itu “apa maksudnya ini kara?” Tanya desi saat sahabatnya itu lebih memilih untuk terdiam.


“tidak ada di hanya datang dan mengacaukan semuanya” sahut kara yang membuat desi menjongkokan kakinya dan kini kepalanya mendongkak keatas sedang kepala kara menunduk ke bawah mereka pun saling menatap “apa kau tahu kalo kau gak menahannya tadi aku sudah membunuhnya?” kara langsung menganggukkan kepalanya dan memahami maksud dari perkataan desi.


“dia yang menggangguku duluan?”


“lalu kau diam saja?” mata kara langsung menatap tajam mata desi seolah ingin menampol kepala sahabatnya itu karena kesal dengan pertanyaan konyolnya “mana mungkin aku diam saja, kalo aku sekuat kau aku juga melakukan hal yang sama” protes kara yang membuat desi tersenyum puas lalu tangannya itu memeluk tubuh sahabatnya itu.


“aku percaya kepadamu kara, dan jika kau menemukan orang yang kau cintai dan kau bahagia bersamanya aku rela melepasmu?”


“DEG” jantung kara langsung berdebar sangat kencang dan tubuhnya langsung memberontak sehingga desi melepas tubuhnya “kau jangan bicara seperti itu? Apa kau ingin kita berpisah lebih cepat?” desi tersenyum manis mendengar pertanyaan kara lalu tangannya memegang pipi cabi sahabatnya itu.


“cup” satu kecupan hangat mendarat di kening kara membuat malam ini begitu sempurna bagi kedua gadis itu “itu baru gadis ku, sudah jangan sedih aku tahu kita masih bisa bersama kok kan belum berumur 30 tahun jadi masih muda hahaha” kata desi mencairkan suasana yang membuat kara juga ikut tertawa.


“jadi kenapa kau bisa ada di sini?” Tanya kara yang membuat desi berhenti tertawa lalu sahabatnya itu duduk di sampingnya “coba tebak?” kara langsung menggelengkan kepalanya “paman indra mencabut tuntutannya dan paman handa menebus ku jadi aku bebas sekarang” mata kara langsung berbinar seolah tidak percaya dengan perkataan desi yang membuatnya terlampau bahagia “wah masya allah mereka ternyata baik juga ya?” desi menganggukan kepalanya “sebenarnya anak anak paman indra aja yang bejad” tiba tiba desi mengucapkan kalimat itu yang membuat kara tersenyum ketir.


“apa kau sudah makan?”


“belum, mau makan sea food dan ramen”

__ADS_1


“iya sudah ayo pergi ke restoran lalu kita ke hotel menemui hani sambil kau mandi sekalian?”


“baiklah kara ku sayang” desi dan kara pun pergi mencari restoran penjual makanan sea food sedang di kafe tampak para petugas ambulan sedang mengepauwasi rey yang tidak sadarkan diri itu “kenapa dia bisa sampai begini?” Tanya ardi saat melihat temannya itu di bawa masuk ke ambulan dan anggota geng bad boy pun ikut kerumah sakit.


“drrt drtt” tiba tiba ponsel hani bergetar sehingga langsung di ambilnya dari atas meja “kara halo?” kata hani senang saat menerima telepon dari sahabatnya “han apa yang sedang kau lakukan?” Tanya kara yang membuat hani menoleh kearah samping terlihat suaminya sedang terlelap.


“aku lagi sama joxi” jawab hani apa adanya “oh gitu..” tiba tiba suara desi menggema di telinga hani yang membuat hani tersentak kaget “ya desi kau dimana sekarang?” Tanya hani lirih “aku sudah bebas han ini lagi makan ramen sama kara, tolong bilang ke suami mu itu kalo aku berterimakasih karena ayahnya sudah mencabut tuntutannya” sahut desi yang membuat bibir hani tersenyum bahagia.


“ah begitu? Baik baik, kapan kita bisa ketemu?”


“kapan kapan ahahaha”


“malam ini mau?”


“boleh kalian datang saja ke hotel aku akan menunggu kalian?”


“baik lah mau di bawakan apa?”


“gak usah bawa apa apa, aku sudah makan nasi padang sama joxi tadi”

__ADS_1


“baik lah bosku bye bye” selesai mengatakan itu desi memutus panggilan dan memberikan ponsel kepada kara “sepertinya dia sudah baikkan sama suaminya?” kata desi yang membuat kara tersenyum lalu kembali melahap udang gorengnya “sebenarnya kalo joxi bisa membuat hani bahagia aku juga gak akan sekasar itu kepadanya, Cuma kadang kadang dia sangat menjengkelkan sampai membuat hani strees” kata desi lalu melanjutkan makannya sehingga mata besar kara menatapnya.


“apa kau masih ingat gimana perfeknya atez menjadi pacar hani dulu? Aku rasa itu lah alasan hani masih mencintainya karena sekelas joxi yang tampan dan genius pun tidak bisa menandingi perhatian dan kasih sayang nya kepada hani walau pun atez memang dari keluarga yang miskin?” desi manggut manggut lalu meletakan sumpitnya dan mulai focus kepada sahabatnya itu.


“tapi dia sudah mati kar, dan itu karena joko yang sok tinggi dan tengil itu?”


“apa kau setuju kalo joxi kita latih supaya bisa menjadi seperti atez?”


“gak..”


“kenapa? Bukannya bagus kalo berha…”.


“hani akan semakin susah move on!” mulut kara langsung terkatup dan tidak memberi respon apa pun karena memang benar yang di katakan sahabatnya itu “sana bayar lah kar aku sudah selesai makannya?” kara langsung berdiri dan melangkah menuju kasir selesai melakukan transaksi mereka pun pergi ke hotel.


Di perjalanan kara hanya focus menyetir sehingga membuat desi bosan “apa yang kau pikirkan sih kenapa diam aja?” Tanya desi yang membuat mata kara meliriknya “aku tidak tahu, rasanya aneh dan aku gak bisa mengungkapkan nya?” desi mengkerutkan keningnya pertanda dirinya tidak bisa memahami perkataan kara “tentang hani, masa lalunya dan sekarang. Aku benar benar kehabisan ide untuk menyelesaikan masalah ini?” desi kini mengerti sehingga tangannya mengusap rambut sahabatnya.


“sudah lah kenapa kau pikirkan urusan mereka?”


“kau kira masalah ini tidak membuat kita juga stress? Andai aku bukan sahabatnya aku juga gak mau seperti ini, tapi aku mencintai hani seperti mencintaimu karena itu aku seperti ini?”

__ADS_1


penjelasan kara membuat desi melongo “cekit” mobil pun berhenti di halaman parker hotel “aku minta maaf ya?” kata desi yang membuat kara menatapnya heran ”kenapa kau yang minta maaf? Sudah lah lupakan saja ayo kita menemui hani” ajak kara yang membuat desi ikut keluar dari mobilnya dan melangkah kan kakinya menuju hotel.


__ADS_2