Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Lucu


__ADS_3

“loh hani belum bangun bik?” Tanya tuan handa pada pelayannya padahal sekarang sudah menunjukan pukul 7 pagi “ah sepertinya belum tuan karena tadi malam sekitar jam 11 ada temannya yang datang?” jawab pelayan itu yang membuat tuan handa tersentak sehingga dirinya kembali berdiri dan kini kakinya melangkah menuju kamar anaknya itu.


“ceklekk..” tuan handa membuka pintu kamar dan mata bisa melihat anaknya itu sedang tidur di apit oleh dua gadis cantik “oh ada desi dan kara to.. hmm iya sudah lah!” tuan indra langsung kembali menutup pintu kamar itu karena merasa takut pasal nya dulu teringat kejadian mengenaskan karena di masa kuliah hani pernah tidak di perbolehkan untuk bergaul dengan desi karena gadis itu sangat bringas namun pada akhirnya desi memberinya pelajaran kecil yaitu mematahkan jari kelingkingnya yang membuat tuan handa hanya bisa pasrah anaknya itu berteman dengan desi.


“bibik nanti kalo hani nanya bilang saya sudah berangkat ya?” pelayan itu langsung menganggukan kepalanya sehingga tuan handa langsung pergi kekantornya.


Detik demi detik berlalu kini menit sudah berganti berjam jam joxi akhirnya merasa kesal sendiri karena dosen yang dirinya tunggu tunggu tidak juga masuk kedalam kelas hingga perkuliahan selesai.


“ais apa dia sakit?” joxi tidak bisa menghilangkan rasa kuatirnya terhadap hani sungguh sosok gadis itu telah mengikat hati joxi sehingga jika pria tampan itu tidak melihatnya sehari saja hatinya akan merindukannya “jox bu hani paling gak masuk, yuk kantin aja aku belum sarapan tahu?” Tanya ardi yang mendapat anggukan kepala teman temannya “hmm setelah kuliah ini selesai aku akan mencarinya” kata joxi lalu dirinya pun berdiri dan teman temannya ikut kakinya melangkah menuju kantin.


“mau pesan apa guys, hari ini kan ulang tahun ku aku yang traktir deh?” kata rey yang membuat teman temannya sumringah termasuk joxi “weh sudah 23 aja ini, hahaha kau buruan urus sekripsi mu rey?” kata joxi karena pasalnya rey adalah anggota geng bad boy yang paling tua dan sekarang pun rey sudah semester 10 hanya saja banyak mengulang mata kuliah.


“aku malas lulus cepat cepat guys, kalian lah teman teman royal ku..” joxi langsung menganggukan kepalanya karena tahu sebenarnya rey adalah pria muda yang sama geniusnya hanya saja karena kehidupan keluarganya yang berantakan alias dari keluarga broken home rey pun hidup sesuka hati.


“ya rey benar ngapa cepat cepat lulus enak gini nih bisa cari cewek sesuka hati?”


“heleh ardi bukannya kau Cuma bucin sama 1 orang?”


“eh joxi diam saja aku nanti marah loh..”

__ADS_1


“ahahaha..” keenam temannya langsung tertawa renyah pasalnya mereka tahu bahwa ardi sangat bucin dengan dosen penjas yang bernama dahlia desi seorang gadis berparas cantik bertubuh tinggi dan punya pesona yang luar biasa namun sayang joxi sahabatnya itu telah mencicipi gadis itu duluan “tapi aku heran sama kau lo di, joxi kan sudah niduri desi tapi kenapa kau gak marah?” Tanya rey yang membuat ardi tersenyum lalu matanya menatap wajah joxi yang tampan.


“karena dia pahlawan ku, jadi gak apa jika dia mau jajan sama cewek yang aku suka..” kini giliran joxi yang tersenyum mendengar jawaban pertanyaan rey “maafkan aku ya di?” pinta joxi dengan tulus yang membuar ardi tersenyum “iya udah rey sana pesan nasi uduk sama es teh kami udah lapar nih?” kata ardi yang membuat rey pun beranjak dari tempat duduknya di temani oleh diki sedang mereka berlima menunggu sambil memainkan ponselnya.


Hani perlahan membuka matanya “hmm pantes..” kata hati hani saat matanya sudah terbuka lebar karena ingin melihat sosok yang sedang memeluk tubuhnya yang tidak lain adalah desi sosok gadis jangkung itu benar benar mendeka tubuh hani hingga membuat hani merasa nyaman berada dalam pelukan sahabatnya lalu tubuh hani berbalik dan bibirnya langsung tersenyum saat matanya menatap wajah kara yang masih terlelap itu lalu tangannya menepuk pelan wajah kara yang bening itu.


“Mmm..” kara berguma karena kepalanya masih terasa berdenyut sehingga dirinya malas untuk membuka matanya “jangan bangunkan dia..” tiba tiba suara desi menggema di telinga hani membuat kepala hani menoleh kearahnya yang sedang meregang kan tubuhnya.


“apa kau selalu melakukan itu..”


“eh melakukan apa?”


“memukul saat kau gak punya pilihan..” mendengar itu desi langsung tertawa kecil lalu matanya yang tajam menatap ramah wajah hani yang tampak pucat “kau kan tahu aku gak suka melihat kalian susah di atur hahaha.. Bukk” karena kesal hani pun mengambil bantalnya lalu melemparkanya kewajah desi dan dirinya langsung beranjak dari tempat tidur.


“kalian tungguh sini ya biar aku ambilkan sarapan?”


“oke han jangan lama?” hani langsung mengacungkan kedua jempolnya sebelum keluar dari kamarnya “woy panda buntal bangunn..” kata desi menggoyang goyangkan tubuh kara “ais desi bisakah kau jangan menggangguku?” kata kara sambil menarik selimut tetapi desi semakin asik mengganggunya.


“panda buntal kau gak boleh banyak tidur nanti kau beneran jadi panda loh..” kata desi sambil berusaha mencium pipi kara yang membuat tangan kara langsung mendorong kepala desi supaya menjauh dari wajahnya “iya udah kalo gak mau di cium bangun lah!” wajah kara langsung cemberut lalu dirinya langsung duduk yang membuat desi tersenyum puas.

__ADS_1


“nah gitu dong, masak seorang kara lyn sahabat dahlia desi mageran hahaha..”


“BACOT..” desi langsung melongo saat mendengar suara yang amat keras dengan nada kesal “ya allah galaknya ini bocah..” kata desi sambil memeluk tubuh kara “bagaimana bisa kita ada di sini?” Tanya kara karena masih bingung mengapa dirinya bisa tertidur di kamar hani padahal seingatnya semalam kara sedang asik meminum wine sendiri di barr.


“kau kira aku akan biarkan mu teller di sana ya gak lah makannya aku langsung kerumah hani yang memang dekat dengan barr dan akhirnya kita nginep sini hehehe” kara langsung menganggukan kepalanya dan saat hendak berbicara kembali tiba tiba pintu di buka hani masuk dengan membawa nampan besar berisi makanan lezat dan minuman sehat.


“lama ya, maaf tadi aku masak wafel kesukaan kalian..” kara dan desi langsung tersenyum lalu ketiga gadis itu langsung melahap makanan lezat itu “wah kau memang istri idaman han masakan mu gak pernah gagal, gak seperti bocah ini kalo masak bisanya masak air dan mie tok..” kata kara yang membuat hani tertawa sedang desi langsung cemberut.


“ya kau juga gak bisa masak ya kar?”


“bisa ya, seenggaknya aku bisa goring telur dan gak hancur..”


“buhahaha..” hani langsung tertawa renyah saat mendengar kedua sahabatnya itu berdebat sedang kara dan desi langsung tersenyum canggung “hmm kalian memang gak pernah berubah cocok banget jadi kakak beradik dan aku adalah ibu kalian..” kata hani yang mendapat acungan jempol kedua sahabatnya.


“iya han dan aku adalah kakaknya?”


“ya kar aku lebih tua dari mu ya!”


“kita Cuma beda 3 bulan dan aku toh memang lebih pintar dari mu..”

__ADS_1


“WHAT..” desi langsung emosi dan hendak menjambak rambut kara tetapi langsung di tatap tajam matanya oleh mata kara yang besar “kau berani melukai ku aku jitak kepalamu..” desi langsung cemberut memang di akui oleh dirinya kara juga tidak kalah pintar darinya, hanya saja desi adalah petarung jalanan dan seorang hacker sedang kara hanya bisa mengandalkan otaknya untuk mengajar dan berpropesi hanya saja kecerdasan emosional kara lebih tinggi dan itu lah alasan desi membutuhkan kara karena hanya sahabatnya itu lah yang mampu meredam amarahnya dan meredam temperament nya yang tinggi.


“oke oke guys jangan gelud mari kita makan karena setelah ini aku ingin bercerita banyak hal..” kara dan desi langsung menganggukan kepalanya sehingga ketiga gadis itu kembali memakan hidangan lezatnya.


__ADS_2