
Pagi ini hani bangun tepat waktu sehingga dirinya tidak telat melaksanakan solat subuh bersama kedua sahabatnya “han hari ini kau mau nyari gaun untuk nikah mu ya?” Tanya desi setelah selesai melipat mukenanya “kau semalam nguping ya?” desi langsung tersenyum canggung sehingga hani memutar bola matanya karena sedikit kesal “emang kalian tidur jam berapa sih?” Tanya kara yang molor duluan namun bangun terakhiran.
“makanya panda buntal kau jangan molor terus? Semalam itu aku pura pura tidur dan hani keluar aku ngendap endap seperti maling untuk mengikutinya? Hahaha” kata desi lalu dirinya tertawa sendiri karena kara tengah memperhatikan wajah hani “han jadi kau udah mantep mau nikah terus nanti habis ngajar pergi sama dia? Hmm kita tunda lagi des buat kambing gulingnya!” mendengar itu desi dan hani langsung tersentak kaget “ah iya ada acara makan makan aku lupa itu, wahai kara yang imut tolong maafkan sahabatmu ini?” kata desi sambil menyatukan tangannya dan memasang wajah melas sehingga kara menganggukkan kepalanya.
“iya sudah gak masalah itu mah, kalo gitu kami pulang ya han?”
“oke kar, tapi maafkan aku juga ya?”
“iyee santai aja, des ayo pergi?” selesai berpelukan dengan hani kedua sahabatnya itu langsung pulang kerumahnya sedang hani langsung bersiap siap berangkat kekampus. Di kediaman rumah tuan indra tampak ramai karena anggota geng bad boy semalam menginap di sana.
“weh joxi udah berhenti sumringah gitu?” kata ardi saat melihat leadernya itu tidak berhenti tersenyum bahkan wajahnya berseri seri “ais udah lah jangan kau bilang orang kasmaran itu, dia sedang mabuk cinta gak akan gubris katamu” sahut rey yang membuat joxi tersenyum canggung.
“kalian semua, diki, rey, aldi, ardi, riki, riko kalian harus jadi panitia nanti di acara nikahan ku awas kalo ada yang ilang aku langsung risain jadi leader gang bad boy!”
“weh di ancam kita? Tapi kau tenang saja jox yang penting kasih kerumah besek karena kami gak terima undangan..”
“gampang lah itu di, iya udah ayo kita lanjut makan nanti telat” kata joxi yang di iyakan semua temannya sedang tuan indra yang ingin bergabung harus mengurungkan niatnya karena urusan perkerjaan nya semakin banyak akibat banyak meeting yang di tunda akibat mengurus pernikahan anak keduanya itu.
Kini joxi dan teman temannya sudah sampai di kampus tepat waktu sehingga mereka langsung masuk kekelas karena melihat dosen sudah berjalan menuju kelasnya “selamat pagi semuanya?” kata hani yang langsung mendapat senyuman manis semua mahasiswanya “selamat pagi ibu hani” sahut para mahasiswa.
__ADS_1
“baik lah kita mulai perbelajarannya tentang alat music bernada penggambaran perasaan semangat” hani mulai menjelaskan tentang materi perkuliahan kali ini sampai semua mahasiswanya paham.
“apa ada pertanyaan?”
“sudah jelas bu..”
“baik lah kuliah nada selesai kalian jangan lupa buat instrument musiknya ya yang bernada semangat jangan mellow?”
“siap bu..” selesai mendengar itu hani pun keluar dari ruangan itu dank arena hari ini hanya mengajar 1 kelas hani pun menunggu joxi di ruang kerjanya “ceklek..” suara pintu terbuka dan hani sudah bisa menebak siapa sosok yang masuk kedalam ruangannya “ayo pergi?” ajak hani sehingga joxi tersenyum lalu pria muda itu berjalan beiringan dengan hani “habis milih gaun kita pergi makan yuk?” hani langsung menghentikan langkahnya lalu matanya yang ramah menatap wajah calon suaminya itu.
“kita pergi kerumah sahabatku saja, dia mau masak kambing guling tapi ketunda terus kau bisa aja teman teman mu?”
“ya..” selesai mangatakan itu hani kembali melangkahkan kakinya sedang joxi masih di tempat karena kebingungan jika membawa teman temannya tentu bukan kambing yang akan di buat guling oleh dosen penjas itu tapi dirinya dan anggota geng nya “ah hani hani tunggu..” joxi langsung berlari menghampiri hani yang hendak masuk ke mobilnya.
“sepertinya kalo kerumah ibu desi aku gak bisa deh?”
“ya sudah, ayo masuk” hani membuka pintu mobil itu lalu masuk kedalamnya sehingga joxi menyusulnya “bremm..” mobil yang di kemudikan oleh joxi pun melaju dengan kecepatan sedang karena jara butik dari kampusnya tidak terlalu jauh.
“cekit..” setelah mematikan mesin mobil joxi dan hani pun keluar dari mobil itu, terlihat oleh mata mereka bangunan toko baju yang begitu besar dan mereka pun masuk kedalamnya “selamat siang tuan, nona?” sapa pelayan toko itu ramah sehingga hani dan joxi tersenyum manis yang membuat hati pelayan berjenis laki laki itu berdebar kencang.
__ADS_1
“kalian sudah datang?” tiba tiba suara perempuan menggema di telinga mereka “ah bibik wendi sudah datang toh?” kata joxi saat perempuan bernama wendi itu sudah berpelukan dengannya lalu matanya memperhatikan wajah hani yang cantiknya tampak elegan di tambah matanya yang ramah membuatnya terpukau.
“jadi kau yang bernama hani, anaknya paman handa frebrian?”
“benar bibik..”
“tidak bisa di pungkiri kau memang cocok bersanding dengan joxi, iya sudah ayo ikut aku?”
wendi langsung mengajak mereka berdua ke ruang butiknya “wah.. masya allah?” baik joxi atau hani sendiri tampak terpukau saat melihat gaun dan jas yang di persiapkan oleh wendi “coba lah, aku ingin melihat kalian serasi tidak memakai itu?” joxi dengan cepat menganggukkan kepalanya dan hani pun ikut mencoba gaunnya.
“deg..” hati wendi berdebar saat matanya menatap joxi dan hani yang memakai pakaian yang di disainya sendiri “masya allah kalian serasi banget?” joxi dan hani langsung tersenyum melihat mata wendi berbinar.
“oke kalian merapat sedikit aku ingin memotret kalian?” pinta wendi yang membuat joxi dan hani bergeser saling mendekat “1, 2, 3.. cekrek!” wendi langsung melihat hasil potretannya di ponsel pintarnya “bagus.. kalian mau lihat gak?” kata wendi lalu dirinya mendekat ke pasangan yang akan menikah itu.
“wah gila keren banget? Nanti kirim ya bibi?”
“gampang lah itu jox, iya sudah lepas dulu gaun sama jasnya biar gak kusut di pakai nanti” joxi dan hani kembali berganti pakaian dan wendi sibuk mengirip foto itu kepada kedua orang tua hani dan joxi “iya sudah kalian bisa pulang, aku akan buat baju ganti lagi kalo cukup waktu nanti” kata wendi yang membuat hani dan joxi pun berpamitan dengan pemilik butik itu.
“hani terimakasih banyak ya?” kata joxi karena dirinya sangat bergembira “iya santai saja” sahut hani pelan tiba tiba joxi langsung memeluk tubuhnya “udah ehehehe..” hani hanya menggelengkan kepalanya saat joxi mulai bersikap aneh namun hatinya masih saja tidak tersentuh sehingga membuat hani masih merasa sedih.
__ADS_1