
Kara tampak terkejut saat datang keruangan kerja desi, sahabatnya itu sedang mengobrol dengan seorang perempuan sontak kara pun menghampiri desi dan perempuan itu yang sedang duduk membelakanginya “ehem hmm..” mendengar suara batuk itu dua gadis itu langsung menoleh kebelakang “haa” mata kara dan mata hani langsung berbinar saat mereka saling bertatapan.
“hani..”
“kara…” hani langsung berdiri lalu kara dan dirinya pun langsung berpelukan “aku kira gak akan berjumpa dengan mu lagi han?” kata kara masih memeluk tubuh sahabatnya itu sedang hani langsung tersenyum bahagia “sekarang kita sudah pada sukses ya?” sahut desi yang membuat kedua sahabatnya berhenti berpelukan lalu mereka menatap riang wajah jutek desi yang tampak berseri seri.
“iya.. btw kekantin yuk aku udah lapar?” ajak hani yang langsung di iyakan oleh kara dan desi. Persahabatan antara desi dengan kara memang terjalin sejak mereka masih sekolah dasar sedang hani di temukan oleh kedua gadis itu saat SMA bakatnya menjadi seorang pianis dan juga seorang penulis lagu membuat desi dan kara mengagumi gadis bermata ramah itu sehingga dua gadis itu lebih dulu datang kepada hani dan sejak saat itu mereka menjalin persahabatan mereka hingga S1 dan sekarang mereka kembali di pertemukan sungguh skenario tuhan memang luar biasa indah.
Joxi tersentak kaget saat melihat hani gadis yang di sukainya itu sedang berjalan bersama kara dan desi bahkan hani tampak bercanda dan terlihat bahagia seolah desi dan kara adalah temannya padahal joxi tahu betul hani baru saja pulang ke Indonesia beberapa bulan lalu setelah hani selesai wisuda “apa mereka teman lama? Hmm..” joxi sebenarnya senang karena hani akhirnya punya teman tidak seperti biasa hani selalu sendiri datang kekantin tetapi saat tahu desi dan kara adalah temannya membuat joxi sedikit kuatir karena pasti desi dan kara tidak akan membiarkan hani menikah dengannya.
Ardi yang tahu joxi sedang melamun setelah memperhatikan dosen dosen mudanya itu langsung menyenggol lengan joxi “udah sih gak usah banyak mikir, kalo dia jodohmu pasti allah tetap kasih jalan biar kau tetap menikahinya!” joxi tersenyum karena temannya itu sanggup membaca isi pikirannya dari mimic wajahnya yang tampak murung.
“ardi benar jox, lagi pula masih banyak cewek yang mengharapkan mu!”
“tapi aku maunya dia rey?” protes joxi spontan yang membuat semua temannya memperhatikan wajahnya “baiklah kita akan mendukung dan mendoakan mu jox!” kata diki melerai supaya teman temannya tetap akur “baik lah semuanya mari makan..” sahut riko saat melihat para pelayan mulai berjalan kemari sambil membawa makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
Kini joxi dan temannya sudah selesai kuliah sehingga mereka bertuju langsung berangkat menggunakan mobilnya masing masing menuju masjid yang ada di dekat kompleks rumah megah joxi “cekit..” tuju mobil mewah itu langsung terparkir di halaman masjid yang tampak ramai dan mereka pun keluar dari mobil bersamaan membuat para jama ah pengajian terkejut sekaligus terpukau dengan ketampanan tuju pria muda itu yang sangat khas dengan wajah Indonesia yang tampak manis tetapi juga punya kesan garang.
.
“wah apa mereka artis?” guma para jama ah yang membuat joxi dan teman temannya melemparkan senyuman manisnya kesemua jama ah dan saat berjalan masuk kedalam masjid tuju pria muda itu merasakan perasaan yang begitu aneh di dalam hatinya Karena mereka baru saja merasakannya sekarang “assalamualaikum..” kata seorang pria tua yang menghampiri mereka karena merasa keheranan tidak biasanya ada anak mudah tampan yang ke masjid secara bersamaan dengan akan di adakan nya pengajian “waalaikum salam pak ustad” kata mereka bertujuh serempak.
“kalian duduk dulu yuk?” ajak pria itu sehingga joxi dan teman temannya itu duduk berbaris di shap pertama sedang pria itu pun duduk berhapan dengan mereka dengan jarak yang dekat “nama saya pak yanto alhamdulilah nak datang kemari, kalian dari mana?” kata pria yang bernama yanto itu sontak membuat joxi dan teman temannya tersenyum ramah.
“kami tadi dari kampus pak, kami kemari mau ikut pengajian. Saya joxi, dan ini ardi, rey, riki, riko, aldi dan diki..”
“baik pak..” kata ketuju pria muda itu serempak dan akhirnya pengajian pun di mulai sehingga joxi dan teman temannya mendapat ilmu baru tentang agamanya yang begitu sangat baik dan juga sempurna dalam mengatur tataan kehidupan manusia di bumi “alhamdulilah..” kata ketuju pria itu serempak saat selesai mengikuti pengajian dan kini mereka melongo saat melihat sampah berserakan di dalam dan luar masjid.
“weh ayo bantu bersihin yuk?”
”siap leader..” semua anggota bad boy itu langsung ikut membantu para panitia membersihkan masjid dan tidak sampai di situ mereka juga berdonasi untuk kegiatan amal baru lah mereka pulang kerumahnya masing masing.
__ADS_1
“assalamualaikum”
“waalaikum salam..” sahut para penghuni rumah itu bersamaan dan joxi langsung menghampiri ayahnya yang menunggunya di ruang tamu “kenapa sampai malam jox?” Tanya ayahnya karena merasa kuatir joxi masih sering pulang malam “maaf yah tadi ada urusan, iya sudah aku kekamar ya ayah juga sana istirahat!” selesai mengatakan itu joxi meninggalkan ayahnya yang masih terdiam “semoga kau benar benar bisa berubah joxi” kata hati ayahnya penuh harap sedang joxi yang kelelahan selesai mandi langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur tidak lama kemudian joxi sudah memasuki dunia mimpi.
Desi membolak balik lembar demi lembar dokumen yang di bacanya sesekali matanya melirik kearah tempat tidurnya karena di sanalah kara sedang terlelap “ini aneh aku benar benar sudah melakukannya dan juga kara tapi aku juga tidak hamil dan saat melihat hasil periksa kandungan aku subur. Apa dia yang mandul tapi gak mungkin kalo lihat keluhan para cewek ini mereka hamil dan karena berhubungan badan dengan joxi..”
desi bergulat dengan pikirannya sungguh kerjanya tidak hanya satu, selain menjadi dosen desi juga seorang petarung jalanan dan seorang hacker karena itu desi membantu banyak orang untuk bisa terlepas dari masalah seperti masalah yang sedang di hadapinya kini “hmm apa mungkin dia udah gak subur lagi? Kalo emang iya bagus lah..” guma desi sungguh dirinya sangat membenci sosok pria muda itu dan ingin joxi segera merasakan nerakanya dunia.
“drrt drtt..” ponselnya bergetar sehingga membuyarkan lamunan desi dan tangannya mengambil ponsel itu “halo han kenapa kau belum tidur lah?” Tanya desi karena keheranan sudah pukul 00:00 dini hari sahabatnya itu menelepon.
“aku gak tahu kenapa gak bisa tidur des? Hmm kau sedang apa?”
“aku sangat sibuk tahu!”
“ah begitu kalo gitu aku matikan..”
__ADS_1
“gak usah baper tot tot tot..” mata desi langsung membelalak saat mendengar suara panggilan terputus “ini bocah ngeselin main mati in aja nagapa tadi nelepon kalo gitu?” gerutu desi kesal dengan hani sedang hani yang sedang termenung di kamarnya tampak kebingungan dirinya ingin sekali bercerita kepada desi tetapi hatinya masih ragu karena ini tentang masalahnya yang masih saja belum bisa melupakan sosok atez pria yang di cintainya sampai sekarang tetapi di sisi lain joxi pria muda yang menyukainya telah berjuang menjadi pria yang baik untuk memantaskan diri bersanding dengannya suatu saat nanti.