Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Nightmare


__ADS_3

“bremm” kini kara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh “desi kenapa kau egois padahal aku tidak pacaran dengan siapapun aku memang Cuma sekedar dekat di whatsapp aja” kara tidak habis pikir karena sahabatnya itu benar benar akan marah besar hanya karena hal sepele seperti ini “cekit” mobil kara langsung berhenti di halaman barr yang sangat besar lalu kara pun keluar dari mobilnya dan kini langsung masuk kedalamnya.


“berikan aku birr gelas jumbo” pinta kara pada pelayan barr sungguh kara memang sudah dewasa namun rasa candunya terhadap alcohol sejak dirinya menginjak usia 15 tahunan membuatnya tidak bisa lepas dari minuman haram itu apa lagi jika kondisinya seperti sekarang kara akan benar benar mabuk sampai tidak sadarkan diri “glug glug give me more” pinta kara padahal matanya sudah layu dan wajahnya merah.


“nona apa kau butuh teman..” pinta pelayan barr yang membuat mata besar kara menatapnya dengan rendah “aku gak suka pria” kata kara dengan suara yang datar sehingga pelayan barr itu tersenyum “baik lah nikmati malam mu nona” kara tidak perduli dengan sikap ramah pelayan itu dan tetap focus meneguk beer di gelas yang di pegangnya.


“akhirnya joxi dan istrinya udah baik kan ya jadi kita bisa pesta hahaha” kata diki senang saat dirinya dan teman temannya sudah masuk kedalam barr ini lalu duduk di sofa “malam ini aku yang traktir” sahut ardi yang membuat teman temannya tersenyum bahagia.


“apa yang kau lihat rey?” Tanya aldi heran sedari tadi temannya itu hanya menatap kearah pojokan dekat dengan meja para pelayan “kalian nikmati aja minumannya aku kesana dulu?” rey langsung berdiri dan melangkah menuju kearah seorang gadis yang teller di tempat duduknya “lah itu kan bukannya kara lyn?” kata ardi yang membuat teman temannya tersentak dan ikut berlari menghampiri rey yang sudah menggendong tubuh kara.

__ADS_1


“mau kau apa kan dia?” Tanya diki kuatir “aku mau tidur sama dia” tentu jawaban yang di berikan rey membuat teman temannya tersentak kaget “apa kau bodoh? Dia milik desi kau mau di bunuhnya?” Tanya ardi memperingatkan namun rey hanya tersenyum “tenang saja dia gak akan melakukan itu karena selesai menidurinya aku akan pergi?” mata kelima temannya langsung membelalak namun bibirnya langsung tersenyum penuh makna “ah begitu baik lah?” kata diki dan mereka pun membiarkan rey membawa kara kekamar yang di sediakan oleh barr ini.


“bukk” kini rey sudah membaringkan tubuh kara di tempat tidur lalu matanya memandangi wajah kara yang cantik namun tampak lelah “bersiaplah jadi mangsaku mala mini” bisik rey ketelinga kara lalu tangannya mulai membuka pakaian yang di kenakan kara “aneh sekali kau masih pakai baju tidur pergi ke tempat seperti ini?” rey sedikit bingung namun seketika pertanyaan itu langsung melayang dari otaknya setelah rey lebih memilih untuk focus kepada kara yang sudah tidak sadarkan diri itu.


“cengep” desi akhirnya membuka pintu kamarnya saat dirinya sudah merasa lebih baik “dia benar benar pergi?” guman desi saat tidak menemukan sosok sahabatnya itu di depan pintu lalu kara pun menghidupkan komputernya dan mencari sosok kara “barr nostalgia? Ini gawat..” desi langsung berlari setelah mengambil tasnya “aku mohon semoga kau gak mabuk” kata desi panic lalu dirinya masuk kedalam mobil “bremm” mobil yang dirinya kemudikan pun melaju sangat kencang karena desi kuatir pada kara yang tidak tahan alcohol terlebih kara seorang diri di barr itu.


“cekitt” mobil baru berhenti desi sudah keluar dan langsung berlari kearah pintu masuk barr itu “kamar? Hah..” desi tertenun saat dirinya berdiri di sebuah pintu kamar karena dirinya takut saat membuka pintu desi melihat hal yang sangat di bencinya “cengep” namun akhirnya desi membuka pintu kamar itu dan matanya langsung membelalak saat melihat rey sedang mengenakan baju dan kara sedang tidur di atas ranjang.


“Ah Ampunn..” pinta rey yang sudah baba belur itu “diam kau” desi langsung menyeret tubuh rey lalu kakinya menendang jendela “pyarr” sehingga kaca di jendela itu pecah dan tangan desi langsung memengang tangan rey dan menarik tubuh pria muda itu hingga di ambang jendela “tolong maafkan aku” pinta rey yang sudah menangis itu karena tubuhnya akan terjun bebas jika tangan desi melepas tangannya.

__ADS_1


“kalo kau terjatuh dari sini belum mati juga akan ku buat hari harimu seperti di neraka… wuusss” selesai mengatakan itu tangan desi langsung melepas tangan rey sehingga tubuh pria muda itu melayang bebas “Aaaa Bruakk” desi langsung tersenyum puas saat melihat tubuh rey hancur bahkan kepalanya membentur halaman lantai dengan keras sehingga membuatnya pecah dan darah berceceran di sekitarnya.


“mati kau..” setelah puas memandangi tubuh rey, desi pun kembali melangkah kan kakinya menuju kara yang masih terlelap itu “tes tes” air mata desi langsung berjatuhan di pipi kara saat mata desi menatap bagian leher dan dada kara banyak bercak merah dan kara tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya “maafkan aku ya, cup” selesai mengatakan itu desi langsung mengecup keningnya dan memakaikan jaketnya ke tubuh kara dan desi langsung membopong tubuh sahabatnya itu.


“ayo kita pulang” selesai mengatakan itu desi langsung keluar dari kamar sehingga suara bising music terdengar sangat keras itu lah alasan mayat rey dan keributan di kamar tadi tidak di dengar para pengguni bar ini sehingga desi bisa dengan mudah pergi dari baar itu tanpa di curigai orang orang.


“woy rey sepertinya ke enakan?” kata ardi yang sudah setengah mabuk itu sedang teman temannya yang lain sudah mulai tepar di sofa “kalo joxi tahu kita masih suka beginian pasti kita di pecat jadi anggotannya hahaha” sahut diki lalu kembali meneguk beer di gelasnya “KYAAA ADA ADA MAYAT DI LUAR” teriak salah seorang wanita malam namun bagi anggota bad boy seperti suara bising yang tidak jelas sehingga mereka tidak perduli padahal sebagian pengunjung barr ini sudah berlari keluar untuk melihat mayat rey yang mengenaskan itu.


“cekit” mobil yang di kemudikan desi sudah berhenti di bagasi rumahnya dan desi pun menggendong tubuh kara di bawa ke kamarnya selesai membaringkan tubuh sahabatnya itu desi langsung mengambil air hangat dan handuk kecil lalu dengan sangat hati hati desi membersihkan tubuh kara yang kotor karena keringat dan ****** rey lalu selesai membersihkan tubuh sahabatnya itu desi langsung menyelimuti tubuh kara lalu desi tidur di sampingnya.

__ADS_1


“aku akan lakukan yang terbaik setelah ini tolong maafkan aku ya kar” kata hati desi sungguh dirinya menyesal telah membuat mimpi buruknya menjadi kenyataan namun desi tetap bersyukur karena sahabatnya yang sangat di cintainya itu selamat.


__ADS_2