
“kring kring..” suara bel pintu berbunyi sehingga desi dengan malas bangkit dari tempat tidurnya dan membuka jendela rumahnya “hani..” teriak desi yang membuat kepala hani mendongkak keatas lalu tersenyum.
“tunggu aku buka kan pintunya?” selesai mengatakan itu desi langsung berlari membangunkan kara “woy bangun ada hani” saat kara sudah membuka matanya barulah desi keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu rumahnya “maaf mengganggu malam gini?” kata hani yang membuat desi cemberut “santai saja sih, ayo masuk” hani pun masuk kedalam rumah itu dan segera pergi kekamar bersama desi.
“wah kebetulan banget han aku lapar, ayo kita bakar kambing gulingnya?” ajak kara saat melihat kedua sahabatnya masuk kekamar “tapi inikan udah jam 9 matengnya kapan?” sahut desi yang mendapat anggukan kepala hani “gentian aja nanti yang muternya, udah jangan banyak mikir ayo sembelih kambingnya des?” hani dan desi pun akhirnya mengikuti keinginan kara. Dan mereka kini sudah di taman belakang rumah.
“yakin itu golok udah tajem des, kita kan gak boleh lama lama kalo sembelih hewan biar hewannya gak terlalu lama merasa kesakitan?” Tanya kara yang mendapat acungan jempol tangan desi “udah bantu aku pengangin kakinya, bismilah..” tangan desi langsung mengorok leher kembing itu dengan cepat sehingga kambing itu langsung mati dan kara di bantu desi langsung mengkerok bulu kambing itu sedang hani membuat bumbu masakannya.
“huaaaah..” desi membuka mulutnya lebar saat tubuhnya merasa begitu lelah dan matanya berair karena ngantuk berat namun tangannya tetap memutar besi pemanggang kambing itu “mau gentian des?” hani menawarkan diri “gak usah han, btw ini jam berapa?” Tanya desi yang membuat tangan hani mengambil ponselnya.
“00:00 des..” mata desi langsung membelalak lalu melirik kara yang termenung sambil kepalanya mendongkak keatas matanya melihat banyak bintang bertebaran di langit malam “dia pasti rindu kedua orang tuannya?” kata hati desi menebak isi pikiran sahabat terbaiknya itu sedang hani masih terus mengipasi arang nya supaya kambingnya cepat matang.
Dan sudah hampir 5 jam an akhirnya kambing gulingnya pun matang “makan woy, enak ini kulitnya renyah banget tahu dangingnya juga lembut” kata desi saat mencicipi hasil masakan bersama itu “wah masya allah ini enak banget” sahut hani merasakan kelezatan makanan mewah ini “tambah nasi lah biar mantep?” kata kara yang membuat kedua sahabatnya melongo.
__ADS_1
“ais dasar panda buntal, makan banyak tapi tetap krempeng!”
“dari pada kau, puppy krempeng mirip pohon!”
“WHAT?” desi tampak kesal kepada kara namun kara tidak menghiraukannya masih tetap melahap daging kambingnya sedang hani langsung tertawa renyah “ahahaha.. kalian ini memang mood maker ku karena setiap kali bersama kalian aku tidak merasa sedih” kata hani penuh ketulusan yang membuat kedua sahabatnya tampak terharu.
“han jangan pikirkan dia, lebih baik kamu makan ini daging kan bentar lagi subuh habis solat kita langsung tidur kan besok hari minggu” sara desi yang mendapat anggukan kepala hani sehingga mereka saling melempar senyum dan benar saja hani merasa bahagia setiap kali bersama sahabatnya karena desi dan kara tidak pernah gagal menghibur hati hani yang sedang meradang itu dengan tingkah konyol dan lucu.
“woy diki udah habis 3 ayam guling tuh?” kata rey yang melihat rakusnya temannya yang satu ini “biarkan aja rey, bentar lagi paling di ke toilet?” sahut aldi yang baru menghabiskan setengah ayam gulingnya “ya ya beneran kan hahaha..” aldi dan yang lainnya langsung tertawa terpingkal pingkal melihat diki lari terbirit birit mencari toilet “udah udah woy jangan ketawa terus sakit perut ini aku?” keluh ardi saat perutnya mulai kram karena kelucuan temannya itu.
“guys nanti jangan lupa doakan ya biar nanti lancer aku nikahnya?”
“santai sih jox, apa sih yang gak buat kamu?”
__ADS_1
“ya rey itu kalimat ku lah..” protes ardi kesal karena rey “ahahaha kenapa kau pundungan banget sih di? Cuma gitu aja ngambek gimana kalo bu hani gombalin joxi nanti?” kata riko yang di iyakan oleh riki dan yang lainnya membuat ardi langsung cemberut “ya joxi itu special untukku karena itu aku harus jadi sahabatnya yang terbaik” kata ardi yang langsung mendapat anggukan kepala teman temannya karena mereka tahu bagaimana perasaan ardi sesungguhnya pada leadernya itu sudah seperti hubungan kakak beradik.
“ardi santai saja kau tetap number 1 mereka number 2?”
“tuh joxi bohong lagi..”
“eh apa maksudmu diki? Datang datang ngomong gitu?”
“iya lah.. bagi kamu kami ini number 2 dan number 1 is bu hani” joxi langsung menggelengkan kepalanya “enggak kok itu diki ngada ngada guys.. hehehe iya udah lanjut makan lagi?” ajak joxi namun teman temannya langsung menatap tajam matanya yang indah itu “awas kalo kau bohong aku sentil ginjalmu pakai tongkat golf ku?” joxi langsung merinding saat mendengar ancaman ardi sehingga dengan cepat kepalanya mengangguk.
“iya janji. Oke ayo kita makan lagi hehehe..” akhirnya keenam temannya langsung kambali makan bersama “huu hampir saja di pecat jadi leader..” kata hati joxi lega sungguh dirinya memang menyayangi semua anggota geng bad boy namun cintanya sudah di ambil sepenuhnya oleh hani sosok gadis bermata ramah itu tidak lagi menyisakan apa pun lagi karena dirinya telah berhasil membuat joxi jatuh hati kepadanya dan daya pikatnya itu sudah tidak memiliki obat lagi.
“ya allah tolong jadikan bu hani jodohnya sahabat kami joxi indra wanto. Aamiin” itu lah doa yang di panjatkan oleh para anggota geng bad boy dalam sujud terakhirnya kepada tuhannya “ya allah sebentar lagi aku akan menikah, bantulah aku supaya jadi suami yang baik untuk hani. Aaminn” sedang joxi berdoa untuk mendapat kemudahan saat menjadi suami yang bisa bertanggung jawab dan membimbing hani untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama sama sebentar lagi. Setelah melaksanakan solat subuh ketuju pria muda itu langsung tepar di kamar tuan muda rumah ini karena rasa kantuknya yang tidak tertahankan lagi.
__ADS_1