Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Air mata


__ADS_3

Desi kini sudah selesai berpakaian lalu matanya menatap sahabatnya yang masih terlelap “hmm..” tiba tiba desi langsung membuka korden jendela sehingga kara perlahan membuka matanya saat sinar matahari mulai menyinari kepalanya “Mmm..” kara terlihat malas sehingga tangannya langsung menyelimuti kepalanya “bangun lah.. kau emang gak ngajar?” Tanya desi sambil tangannya menarik selimut sehingga matanya bisa melihat wajah sahabatnya yang tampak lesu itu lalu tangannya merapikan rambut kara yang acak acakan.


“bangun lah panda buntal..” kata desi sambil mencubit pipi cabi kara “Aw desi sakit..” desi langsung tertawa kecil mendengar keluhan sahabatnya itu “iya sudah ayo bangun lah nanti aku telat juga ini sudah jam 6:30 tahu?” kara akhirnya terbangun karena merasa lelah di ganggu desi.


“aku pulang dulu ya, kau duluan aja ke kampusnya?”


“oke, tapi jelaskan dulu kenapa tadi malam kau bersikap aneh?”


“itu.. itu bukan hal pen.. brukk!” mata kara langsung membelalak saat tangan desi membungkam mulutnya hingga tubuhnya membentur pembatas tempat tidur “aku gak mungkin melakukan yang lebih dari ini? Katakan atau aku paksa..” kara segera menganggukan kepalanya sehingga desi tersenyum lalu tangannya menyingkir dari mulut sahabatnya itu.


“sebenarnya aku kepikiran tentang jaket yang menyelimuti tubuh hani waktu itu?”


“oh jadi karena itu, iya sudah sih itu paling dari dosen penggemar gelap hani kan memang banyak dosen tampan di fakultas seni?”

__ADS_1


“aku tahu jaket itu milik siapa des..” kata kara lirih yang membuat desi mengkerutkan keningnya karena kebingungan “jaket itu pernah aku pake, dan aku yakin jaket itu milik joxi?” mata desi langsung membelalak karena tidak percaya dengan perkataan sahabatnya itu “tap tapi gak Cuma satu yang punya jaket itu?” desi mencoba mengelak tetapi kara langsung menatap wajahnya yang tampak terkejut itu dengan tatapan hangat “aroma parfumnya aku bisa mengenali nya..” desi langsung tergulai lesu karena jika benar yang di katakan kara tentu hani sahabatnya itu sedang dalam masalah besar.


“baik lah aku akan mengantar mu pulang dan nanti mari kita bicarakan pada hani?” kara langsung menganggukkan kepalanya dan dua gadis itu langsung pergi ke rumah kara lalu berangkat ke kampus.


Pagi ini begitu cerah bukan? Bahkan panas matahari kini seolah mengantar vitamin D ke tubuh joxi yang sedang berjalan menuju kelasnya hatinya pun begitu bahagia karena hari ini joxi akan kembali bertemu dosen favoritnya “assalamualaikum guys..” seperti biasa joxi selalu menyapa teman temannya yang nongkrong di depan kelas “waalaikum salam..” jawab teman temannya yang membuat joxi ikut bergabung.


“weh kau kenapa lah sumringah gitu?”


“ardi aku bahagia banget tahu, semuanya akhirnya aku dapat restu dari orang tua bu hani..”


“dia masih terlihat pucat apa masih begadang?” Tanya hati joxi pada dirinya sendiri saat matanya yang indah tidak lepas memandang wajah dosen cantiknya itu “aku harus memastikan nanti?” guma joxi memikirkan setelah kuliah ini selesai dirinya ingin mengajak ngobrol dosennya itu. Dan dua jam berlalu akhirnya kuliah pun selesai sehingga joxi langsung menghampiri hani yang sedang memasukan laptop di tas ranselnya “kau masih begadang kah?” Tanya joxi yang membuat hani menatap wajah tampannya dengan tatapan malas.


“kau gak usah banyak bacot sana main sama teman mu dan berhenti mengganggu ku!” mendengar itu joxi sedikit terkejut karena baginya perkataan hani adalah sebuah pedang yang menusuk hatinya hingga terasa sakit “tap..” tiba tiba tangan joxi langsung menggengam tangan hani dan membawa dosennya itu keruang kerjanya tanpa perduli mahasiswa dan dosen yang memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


“ceklekk brukk..” selesai membuka pintu ruangan itu lalu menutupnya kembali tangan joxi langsung menghempaskan tubuh hani ke sofa sehingga gadis itu langsung terduduk disana “kau jangan terlalu jual mahal aku ini sudah dapat restu dari ayah mu!” kata joxi sambil tangannya yang kekar memegang rahang hani dan kini mata joxi menatap tajam mata hani yang ramah.


“terus kalau kau sudah dapat restu mau sewena wena dengan ku!” teriak hani lalu tangannya berusaha menyingkir kan tangan joxi yang memegang rahangnya itu melihat itu joxi pun menjadi kesal sehingga tangan kirinya langsung menyengkram kedua tangan hani dan wajahnya semakin mendekati wajah hani “jangan lakukan itu..” saat bibir joxi tinggal se senti lagi akan menyentuh bibir gadis pujaannya hani dengan lirih mengucapkan kalimat itu sehingga mata joxi pun terbuka dan bisa melihat hani sudah berlinang air mata “maafkan aku.. bukk” tangan joxi langsung menarik tubuh hani dan mendekap tubuh kurus gadis itu ke pelukan tubuhnya yang kekar.


“hiks hiks..” entah kenapa hani menjadi semakin terisak saat berada dalam dekapan pelukan joxi perasaannya bercampur aduk sehingga sulit di dekripsikan dengan kata kata sedang joxi yang mendengar isakan tangis hani hanya memeluk tubuh gadis itu berharap hani bisa segera lebih tenang “maafkan aku ya?” kata joxi lirih sambil melepas tubuh hani dan kini tangannya dengan lembut mengusap air mata gadis itu.


“aku janji gak akan membuat mu merasa sedih lagi, sekarang tolong jangan nangis lagi ya?” kata joxi penuh ketulusan sehingga kepala hani mengangguk dan karena itu berhasil membuat joxi tersenyum bahagia “sekarang istirahat lah kalo kau butuh sesuatu bilang kepada ku ya? Aku pergi dulu!” selesai mengucapkan kalimat itu joxi langsung tersenyum lalu dirinya langsung keluar dari ruangan itu.


“aku lah yang harusnya minta maaf karena aku belum bisa menyukaimu sedikit pun jox” kata hati hani saat memikirkan betapa lembutnya joxi pria muda itu memperlakukannya “ceklek..” tiba tiba seseorang kembali membuka pintu sehingga kepala hani langsung menoleh kearahnya selesai hani mengusap air matanya “han kau menangis?” Tanya kara panic lalu dirinya duduk di samping sahabatnya itu “ak aku gak apa apa kar santai saja hehehe..” kara langsung menggelengkan kepalanya karena merasa tidak percaya dengan kalimat yang di ucapkan mulut hani “katakan ada apa han?” paksa kara karena kara tahu hani sedang tidak baik baik saja.


“bukk..” bukannya menjawa pertanyaan hani langsung memeluk tubuh kara yang sama kurusnya dengan tubuhnya “hiks hiks” kara pun tidak bisa berbuat apa pun saat hani mulai terisak di pelukannya “ceklekk..” kara langsung terperanjat saat desi masuk kedalam ruangan ini pasalnya kara takut sahabatnya yang paling kuat itu akan melakukan hal gila karena melihat hani masih saja menangis.


“hai sem.. ya kar kau apakan hani kok dia nangis?” kara sudah menduganya desi akan mengatakan hal itu sehingga dengan lembut tangan kara mendorong pundak hani supaya sahabatnya itu melepas tubuhnya “aku juga gak tahu des tiba tiba aku datang hani udah nangis?” kata kara lirih yang membuat desi duduk di samping hani sehingga hani pun di apit kedua sahabatnya “ada apa hani sayang kok tumben kau mewek?” Tanya desi sedikit bercanda berusaha membuat hani lebih tenang lalu tangan hani kembali mengusap air matanya.

__ADS_1


“aku ak.. hiks ayo kita makan dulu yuk aku laper?” kata hani lirih lalu tersenyum canggung pada kedua sahabatnya yang sekarang tampak kesal “hais tapi awas kalo kau nanti gak mau cerita aku akan menghukum mu?” sahut desi yang di iyakan oleh kara sehingga hani menganggukan kepalanya dan akhirnya ketiga gadis itu pun pergi kekantin.


__ADS_2