
“black rose.. black rose..” teriak para penonton saat pegulat handalannya akan segera masuk kedalam ring “hmm..” desi tersenyum saat melihat penonton bersorak memanggil nama samarannya “kalian tenang saja dalam waktu 1 menit dia akan mati..” kata desi yang membuat lawannya tersenyum bahagia karena saat di remehkan dirinya akan semakin percaya diri “maju lah..” kata desi saat adu jotos pun di mulai “hiaaa… BUakk” kepala lawannya itu langsung kliengan karena tinjuan maut tangan kakak desi yang kuat telah mendarat di pipinya.
“bruakk?” belum puas melihat lawannya itu sempoyongan kaki desi langsung menendang perutnya hingga tubuh lawannya yang sama besar dan tinggi seperti tubuhnya langsung tersungkur di matras “black rose.. black rose..” desi langsung tersenyum dibalik topeng yang dirinya kenakan “kau salah memilih lawan karena aku tidak hanya kuat tapi juga genius..” kata desi pada lawannya yang sudah kehilangan kesadarannya itu lalu desi pun keluar dari ring dan langsung pergi ke ruang gantinya.
“tinggal menghabisi mereka..” kata hati desi saat mulai menganti pakaian lalu mengambil ponselnya di tas “aku sudah di rumah kali ini jangan pulang telat..” bibir desi tersenyum saat membaca pesan kara “kau tenang saja 1 jam lagi aku akan pulang” selesai membalas pesan kara kini desi mengotak atik ponselnya untuk mencari keberadaan joxi dan teman temannya.
Joxi kini sedang nongkrong di stadium pahoman bersama teman temannya hanya saja ada yang berbeda dengan mereka kali ini. Biasanya mereka akan jajan wanita cantik kini harus menahan diri karena joxi melarang teman temannya melakukan itu lagi “eh udah jam 11 tahu kita pulang yuk?” ajak joxi namun teman temannya tampak enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.
“nanti saja sih jox, lihat biduan itu nyanyi 1 album lagi?”
“ais rey kenapa kau ini malah mantengi mereka lah dosa tahu..”
“ardi gak usah bacot, kau pun tadi ngapa nyimeng sama aldi?”
“eh..” mata joxi langsung menatap tajam mata ardi “kalian berdua nyimeng?” Tanya joxi sambil menatap tajam mata aldi dan ardi bergantian terlihat sekali leader bad boy itu tampak marah.
“habis aku gak tahan kalo sakau tubuhku sangat sakit jox?” tangan joxi hendak meninju wajah aldi namun langsung di tahan oleh diki “kau jangan kegabah jox, kau kira kami sama dengan mu? Kau harus ingat itu” joxi memahami maksud perkataan diki namun apakah alasan klasik itu bisa terus di maklumi jika terus terulang “aku kasih kalian waktu 1 bulan kalo kalian gak berubah keluar lah dari geng bad boy!” selesai mengatakan itu joxi langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera masuk kedalam mobilnya sedang teman temannya hanya terdiam.
“joxi benar kita harus berubah?” kini kalimat yang di ucapkan mulut ardi membuat teman temannya menatap wajahnya yang tampak serius “hmm semua dari kita punya keburukan nya masing masing ada yang kecanduan *** dan narkoba belum lagi tato ini semua memang sudah jelas kita bukan pria yang baik di?” sahut rey karena dirinya juga menyadari bagaimana sulitnya mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.
__ADS_1
“rey benar, sejak kedua orang tua kami cerai kami Cuma hidup dari penjualan situs dewasa di internet” kini giliran riko yang berbicara dan langsung mendapat anggukan kepala riki “tapi kalo kalian mengeluh berarti kalian ingin keluar dari geng bad boy?” ardi langsung to the point sehingga teman temannya terdiam karena sedang merenung.
“dimana leader kalian?” suara desi tiba tiba menggema di telinga keenam pria muda itu sehingga kepala mereka langsung menoleh kearahnya “ngapa kau cari dia?” Tanya diki dengan tatapan yang sama tajamnya “kalian mau di hajar lagi ya?” kini giliran desi yang bertanya dan berhasil membuat mereka tersentak “ada apa kau mencari ku?” desi tersenyum saat mendengar suara pria yang di bencinya lalu desi membalikan tubuhnya dan benar saja joxi sudah berdiri di hadapannya.
“kau.. wosss!” mata joxi langsung membelalak saat desi sudah di hadapannya dan tangannya hendak meninju wajahnya “pakk..” tanga joxi langsung menahan tangan desi “oh kau berani melawan ya.. woss bruakk!” joxi lagi lagi di buat terkejut saat tangan kiri desi langsung menarik tangannya lalu membanting tubuhnya hingga terpental kearah teman temannya “joxi..” ardi dan aldi langsung berusaha membangunkan joxi yang tersungkur di hadapannya.
“majulah ada yang bilang kau sangat kuat..” pinta desi pada diki yang membuat anggota geng bad boy paling bringas itu tersenyum “jangan dik, dia bukan tandingan mu..” kata joxi yang membuat diki menatap wajahnya yang tampak lelah “apa maksud mu..” diki langsung berhenti berkata saat joxi menatap tajam matanya “kalian memang lemah!” kini suara desi datar hanya saja bisa terlihat jelas tatapan mata desi yang tajam itu seolah ingin membunuh ketuju pria itu di tempat “kau kenapa mencariku lagi?” Tanya joxi yang membuat desi tertawa kecil lalu mata desi pun bertabrakan dengan mata joxi.
“aku ingin sekali membunuh mu dan juga teman temanmu, kalian seperti parasite yang merusak masyarakat. Wajah kalian yang tampan itu sejatinya hanya sebagai topeng untuk menutupi sifat bejad kalian..”
“katakan saja apa mau mu des?”
“kenapa kau ta..”
“jawab saja pertanyaan ku atau aku akan membunuh mu di sini bersama teman temanmu!”
“ya aku mencintainya dan aku ingin menikahinya!” kini giliran mata desi yang membelalak karena kalimat yang di ucapkan mulut joxi berhasil membuatnya sangat terkejut “jika kau menikahinya berarti kau benar benar ingin…” desi tidak menyelesaikan perkataannya dan lebih memilih untuk melangkah kan kakinya menuju mobilnya sedang joxi yang di buatnya penasaran langsung termenung.
“kau gak apa apa jox?”
__ADS_1
“tenang lah ardi, aku baik baik saja Cuma di banting gak akan membuatku patah tulang hehehe” joxi lebih memilih menanggapi pertanyaan ardi dengan candaan supaya teman temannya tidak semakin kuatir kepadanya “ya jox kenapa kau melarang ku menghajarnya?” kini giliran diki yang bertanya saat joxi sudah duduk di kursi.
”apa kau lupa saat dia menghabisi kalian waktu itu, lagi pula desi bukan cewek lemah dia lebih kuat dari yang aku duga. Dia tahu ilmu anatomi dan faal sehingga mudah baginya kalau membunuh kita dengan pukulannya yang kuat di organ fital kita jadi kalian harus hati hati sama dia..” kata joxi memperingatkan teman temannya untuk tidak membuat masalah kepada desi karena gadis jangkung itu tidak hanya pintar namun juga sangat kuat.
“iya sudah ayo pulang ini sudah larut malam?” ajak joxi yang membuat teman temannya menganggukan kepalanya lalu mereka bertuju langsung masuk kedalam mobilnya masing masing dan segera pulang kerumah sedang desi yang sedang mengemudikan mobilnya hanya terdiam karena asik memikirkan perkataan joxi sungguh pria muda itu tidak main main dengan perkataanya karena desi bisa melihat mimic wajah serius dan sorot matanya yang cerah saat mengucapkan kalimat itu.
“dia benar benar jatuh cinta kepada mu han..” guma desi saat terpikirkan sahabatnya itu “kalo seperti ini gimana aku bisa membantu mu?” pada akhirnya desi tidak berdaya menghadapi kekacauan yang menenggelamkan dirinya dan kedua sahabatnya itu.
“cekit..” suara mobil pun terdengar sehingga kara langsung membukakan pintu rumah “bukk..” kara tersentak saat desi langsung memeluk tubuhnya “ada apa des masuk dulu yuk?” ajak kara yang membuat desi melepas tubuhnya dan kini desi melangkah kan kakinya lebih dulu kekamar karena kara harus mengunci pintunya menggunakan kode.
Kini desi sudah membaringkan tubuhnya sedang kara masih duduk di tempat tidur “kalo kau capek langsung tidur saja?” kata kara yang membuat tangan desi menarik lengannya sehingga tubuhnya terjatuh di pelukan sahabatnya itu “Aku sudah tahu sekarang bahwa cowok brengsek itu benar benar mencintai hani kar?” kata desi lirih sungguh dirinya benar benar di buat tidak berdaya dengan keadaan yang semakin rumit sedang kara langsung tersenyum.
“karena hati bukan milik kita dan jatuh cinta bukan lah pilihan, semua terjadi begitu saja dan secara natural rasa suka itu tumbuh. Desi sudah lah jangan terlalu di pikirkan semua keputusan ada pada hani jika dia ingin menikah dengannya biarkan saja..” desi langsung cemberut mendengar perkataan kara “jadi kau ingin pasrah? Begitu?” kara kembali tersenyum lalu kepalanya mendongkak keatas sedang kepala desi menunduk kebawah dan mata kedua gadis itu pun bertemu.
“memang kau punya solusi?”
“tapi kar diam aja gak berguna?”
“iya siapa yang nyuruh diam, sudah lah kita punya allah biar lah tuhan kita yang selesaikan karena kita Cuma manusia biasa..”
__ADS_1
“kau benar, ais terimakasih banyak sudah selalu ada untukku?” selesai mengatakan itu desi langsung mendekap tubuh kara sungguh dalam hatinya merasa tenang setiap kali teringat tentang besar dan agungnya nama tuhannya itu “ya allah semua aku serahkan kepadamu dan tolong lah kami semua..” pinta hati kara kepada tuhannya itu karena kara tahu satu satunya tempat berharap dan bergantung hanya lah kepada tuhannya itu dan akhirnya kedua gadis itu pun tertidur karena tubuh mereka lelah dan pikiran mereka payah.