
“tok tok tok” joxi dan hani langsung terbangun saat mereka mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya “ini jam berapa lah kenapa kok udah ada yang ngetuk pintu?” Tanya joxi lalu dirinya duduk meregangkan tubuhnya sedang hani langsung bangkit dari tempat tidur dan segera membuka pintunya “loh ayah ada apa?” Tanya hani heran tuan indra ada di hadapannya sehingga joxi tersentak dan langsung menghampiri mereka.
“ayo kita kerumah sakit, rey meninggal?” tentu joxi dan hani langsung tersentak kaget “apa? Bagaimana bisa..” joxi tampak tidak percaya namun ayahnya menganggukan kepalanya membuatnya sangat terpukul sedang hani yang melihat suaminya itu tergulai lesu langsung menepuk nepuk pelan punggungnya.
“iya sudah ayo kita siap siap lalu ke rumah sakit?” ajak hani sehingga joxi menganggukan kepalanya sedang kini di rumah sakit para anggota bad boy tampak tertenun saat melihat jasad rey yang hancur itu sebelum di lakukan optopsi “ini pasti perbuatan dia?” kata ardi kesal yang membuatnya mendapat perhatian penuh teman temannya.
“mungkin kau benar, tapi kasus ini akan rumit karena rey juga sudah memperkosa kara” sahut diki yang membuat ardi terdiam “kita juga salah karena sudah meremehkan nya” pada akhirnya riko ikut bicara sungguh dirinya memang tidak sepenuhnya menyalahkan desi karena gadis bermata tajam itu tidak mungkin membunuh rey jika kara baik baik saja.
“lalu bagaimana kita menjelaskan pada joxi?” Tanya riki setelah sekian lama terdiam “entah lah..” jawab aldi mewakili teman temannya sungguh kini anggota bad boy benar benar sedang berada dalam masalah yang besar dan jika benar dugaan mereka tentang desi yang membunuh rey maka bisa di pastikan anggota bad boy akan langsung hancur karena joxi selaku leader pun tidak bisa membela satu sisi lagi mengingat desi dan kara selain sahabat istrinya juga mereka tidak sepenuhnya bersalah.
Di sisi lain dari kota ini tepatnya di rumah desi, kara perlahan membuka matanya saat selangkangannya terasa sakit “deg” mata kara membelalak saat tersadar dirinya berada di kamar sahabatnya “Ak.. sakitnya” keluh kara saat dirinya mencoba duduk “aku gak pake baju” kara lebih terkejut lagi karena dirinya telanjang dan tidak mengingat apa pun yang terjadi semalam.
“ceklek” mendengar suara pintu terbuka kara buru buru membaringkan tubuhnya lalu pura pura tidur “deg deg deg” jantung kara serasa mau lepas dari tubuhnya karena langkah kaki desi semakin mendekat kearahnya “bangun lah panda buntal” kata desi dengan suara datar sehingga membuat kara terperanjat “aku tahu kau sudah bangun..” desi langsung duduk di samping kara yang masih terbaring itu lalu jari telunjuknya menyentuh pipi cabi sahabatnya itu sehingga kara langsung membuka matanya.
__ADS_1
“akhirnya kau terbangun” kata desi lirih lalu bibirnya tersenyum manis “bukk” tiba tiba desi langsung memeluk tubuh kara “kenapa kau gak bisa sebentar saja mencoba membuatku tenang” tentu perkataan desi membuat kara kebingungan.
“memang apa yang terjadi?” Tanya kara dengan suara lirih lalu desi berhenti memeluknya dan kini mata mereka pun saling menatap “kau mabuk lalu kau di perkosa seseorang yang sangat aku benci dan aku sudah membunuhnya” mata kara langsung membelalak sungguh dirinya benar benar sangat terkejut karena jawaban dari pertanyaan nya.
“kau.. jangan bohong?” desi langsung tersenyum ketir dan wajahnya tampak murung sehingga kara benar benar terpukul dan ketakutan karena hatinya yakin sahabatnya itu mengatakan hal yang benar adanya “tes tes” tiba tiba air mata desi menetes di wajah kara yang membuat mata kara berbinar “hiks hiks” kara semakin kebingungan saat desi terisak karena merasa hatinya hancur.
“desi jangan menangis, maafkan aku ya?” selesai mengatakan itu kedua tangan kara langsung mengalung di leher desi lalu di peluknya tubuh sahabatnya itu “hiks hiks..” desi hanya ingin menumpahkan kesedihan hatinya di pelukan kara sungguh hatinya hancur karena tidak bisa melindungi sahabatnya itu dari pria bejad seperti anggota bad boy.
“tenang saja, aku akan segera cari ayah untuknya?” kata desi saat sudah merasa lebih tenang “apa yang kau bicarakan?” Tanya kara heran namun membuat desi tertawa kecil “kara mungkin aku akan di penjara seumur hidup karena telah membunuh orang” kara semakin kesal karena desi berkata setengah setengah “sebenarnya aku.. maksudku apa yang terjadi des tolong katakan dengan jujur kepadaku?” pinta kara sehingga desi menatap wajahnya dengan penuh kasih.
“kenapa kau lakukan itu?” tangan desi langsung menarik tangan kara yang membungkam mulutnya “karena aku benci cowok macam dia itu lah alasan aku membunuhnya terlebih kau telah di nodai olehnya” jawab desi apa adanya sehingga kara menatap penuh kasih wajah desi yang cantik itu.
“aku gak apa apa desi, tapi kalo kau korbankan dirimu untukku aku akan sangat sedih karena bagaimana pun kita bertengkar hebat aku tetap akan kembali kepadamu” kara langsung menangis selesai mengatakan kalimat itu sehingga bibir desi tersenyum dan hatinya bahagia karena kara selalu menganggap desi adalah orang yang paling berharga dalam hidupnya.
__ADS_1
“sudah jangan nangis”
“gimana aku gak nangis, kalo kau di penjara nanti?”
“tapi kau bisa mengunjungi ku?”
“lalu aku tetap tinggal di sini seorang diri?"
“kara lyn sudah tenang lah, walau pun aku di penjara nanti aku tetap bisa pergi kemari..”
“lagi pula, rey mati memang karena aku bunuh tapi aku bisa membalikan fakta karena tidak ada saksi pembunuhan ku”
“tapi aku tetap takut des..”
__ADS_1
“sudah lah jangan takut apa lagi kuatir karena aku akan selalu baik baik saja sesulit apa pun keadaanya” kara akhirnya lebih memilih untuk mengalah sehingga desi tersenyum “ya sudah sana mandi lah, aku akan masakan ramen untuk mu aku udah belanja tadi” pinta desi yang di iyakan oleh kara sehingga dirinya pun menyingkir dari atas tubuh sahabatnya.
Selesai mandi wajib kara langsung berwudu lalu melaksanakan solat “ya allah aku mohon maafkan aku karena kesalahan ku membuat sahabatku desi bertindak di luar batas, ya allah aku bertobat kepada engkau atas segala dosa yang aku miliki dan aku mohon ya allah terus permudahkan lah aku untuk terus beribadah dan bertobat kepada engkau.. aamiin” itu lah kalimat doa yang di panjatkan hati kara dalam sujud terakhirnya karena kara tahu dan menyadari tuhannya itu maha pengampun sehingga dirinya tidak perlu enggan apa lagi malu untuk bertobat dan memohon ampunan kepada tuhannya itu yang maha pengampun lagi maha penyayang.