
Kini hani dan joxi sudah pulang ke kota Bandar lampung dan di bandara kedua ayah mereka sudah menunggu “ayah..” teriak joxi lalu memeluk tubuh ayahnya itu begitu pun dengan hani memeluk ayahnya “langsung pulang?” Tanya tuan handa pada anaknya yang tampak lelah “iya ayo, paman kami pulang duluan ya?” kata hani sehingga tuan indra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan di ikuti oleh joxi “kita juga pulang yuk yah?” pinta joxi sehingga mereka langsung masuk kedalam mobil..
“gimana kau sudah meminta restu sama bibi eni?”
“sudah yah, alhamdulilah bibi sudah merestuinya dan hani pun akhirnya mau menikah dengan ku!”
“benar kah?”
“iya ayah, aku senang banget hehehe..”
“wah selamat ya sayang ayah juga ikut bahagia kalau kau juga senang!” joxi langsung tersenyum lalu melihat ponselnya “kami udah nunggu di rumah mu jox” itu isi pesan ardi “oke tunggu di sana ya mungkin 30 menit lagi sampai” selesai membalas pesan joxi hendak berbicara kembali kepada ayahnya namun melihat ayahnya tertidur joxi pun hanya tersenyum dan membiarkannya “besok dia mau gak ya beli cincin?” joxi tidak bisa focus kecuali satu hal tentang hani sungguh sosok gadis bermata ramah itu benar benar sudah membuat joxi terikat kepadanya.
Sedang di mobil yang di tumpangi hani dan ayahnya hanya terserang keheningan karena hani malas berbicara apapun sedang ayahnya kebingungan karena merasa bersalah “ayah..” suara hani pelan namun mampu membuat ayahnya terperanjat “ada apa sayang?” Tanya ayahnya merasa lega akhirnya hani mau membuka mulutnya “aku mau menikah dengan joxi” tentu suara hani yang datar itu bagai bom atom yang meledak di telinga ayahnya hingga membuatnya sempat membelalakan matanya “ah begitu? Apa ibumu yang menyarankannya?” hani menggelengkan kepalanya lalu matanya menatap wajah ayahnya yang sudah keriput itu.
“aku menyerah, karena ayah gak mau memberiku alasan kenapa tiba tiba berubah dan joxi pria muda itu selalu mengusik ketenangan hidupku..” hani tahu itu bukan lah kalimat yang pantas di ucapkan mulutnya namun hani sendiri sudah lelah seperti gila karena semua ini dan hani ingin untuk terakhir kalinya menguji ayahnya “sayang maafkan ayah ya?” tuan handa tahu hani sedang mengujinya itu lah alasan tuan handa meminta maaf karena dirinya juga merasa tidak berdaya.
__ADS_1
“tidak masalah ayah, sudah jangan pikirkan aku pada akhir aku akan selalu baik baik saja” selesai mengatakan itu hani langsung tersenyum manis yang membuat mata ayahnya berbinar sungguh ada ketulusan yang amat besar di dalam senyuman hani dan ayahnya sangat menyukai itu namun bagaimana dengan hati gadis itu apakah bisa tersenyum nyatanya tidak.
“cekit..” mobil tuan indra kini sudah terpakir di bagasi rumahnya yang begitu luas seperti lapangan sepak bola, joxi dan dirinya pun langsung keluar dari mobil “ayah aku duluan ya. Teman teman ku sudah di kamar..” selesai mengatakan itu joxi langsung berlari menuju kamarnya “ceklek..” joxi membuka pintu yang membuat teman temannya yang ada di dalam langsung sumringah “cie cie yang berhasil dapat lampu hijau” kata rey menggoda joxi yang wajahnya tampak cerah seperti matanya yang indah lalu joxi pun menutup pintu dan segera menghampiri teman temannya yang sedang bermain game bersama di ponselnya masing masing.
“kalian sudah lama kah di sini?”
“belum jox, 2 jam yang lalu kami datang..” sahut ardi yang membuat joxi tersenyum memang teman temannya jika sedang di rumah joxi akan merasa betah sehingga waktu 2 jam seolah seperti 2 menit bagi anggota gang bad boy itu “iya sudah yuk kita makan dulu? Baru solat asar?” pinta joxi yang mendapat anggukan kepala teman temannya.
“itu tuh mobil paman sudah datang..” kata desi saat melihat sebuah mobil hitam terparkir didepan rumah hani sedang dirinya dan kara sedang duduk di teras rumah sahabatnya itu “akhirnya si kucing pulang huhuhu kangen..” teriak desi lalu memeluk tubuh hani sedang kara hanya tersenyum sambil membantu tuan handa membawa koper bawaan hani.
“han kau kenapa lah mukanya sepet banget?” Tanya desi saat matanya yang tajam memperhatikan wajah hani yang tampak teduh bahkan sorot matanya layu seolah dengan mengalami kelelahan yang luar biasa sedang kara yang selesai menutup pintu langsung duduk di samping hani sedang desi duduk di kursi kerja.
“aku akan menikah dengan joxi”
“WHAT?” teriak kara dan desi bersamaan dan hani tahu kedua sahabatnya itu sangat terkejut “siapa yang menyuruh mu?” Tanya desi penuh penekanan “tidak ada..” kara dan desi melongo lalu mata mereka bertatapan seolah sedang berbicara “apa maksudnya?” dan kepala mereka pun mengangguk.
__ADS_1
“iya sudah kalo itu yang kau mau kami gak akan protes, tapi kalo..” kara berhenti bicara saat tiba tiba kepala hani bersandar di bahunya dan tangannya gemetar sehingga tangan kara memegangnya “apa perlu desi membunuh joxi?” desi mengangguk seolah setuju dengan pertanyaan kara namun hani hanya tersenyum ketir “biarlah aku yang membunuhnya!” mata kara dan desi membelalak karena sangat terkejutnya dengan perkataan sahabatnya itu.
“aku sebenarnya tidak ingin melakukan itu, namun jika nanti dirinya tahu sebenarnya tentang diriku masa laluku dan aku sama sekali tidak mencintainya di saat itulah dia mungkin mati dan aku akan terbebas dari belenggu cintanya itu?” selesai mengatakan itu tangan hani langsung mengalung di leher kara lalu memeluk tubuh sahabatnya itu sedang kara dan desi kembali saling menatap dan seolah berkata.
“baik lah kita biarkan saja kalau gitu” dan kedua kepala gadis itu kembali mengangguk bersamaan “han apa kau sudah makan?” Tanya kara hati hati namun tidak di respon oleh hani “aku ambilkan ya habis itu kau makan lalu tidur kami akan menemani mu di sini?” selesai mengatakan itu desi langsung keluar dari kamar.
“kar..”
“hmm..”
“apa aku jahat?”
“tidak, kau sama sekali gak jahat kau itu sama seperti kita dan aku gak akan menyalahkan mu jika suatu saat terjadi sesuatu?” hani kembali terdiam sedang kara yang tahu sahabatnya ini sedang menderita hanya bisa memberikan tubuhnya supaya bisa di peluk “sudah han galaunya nanti lagi, sekarang kau makan dulu?” pinta desi yang membuat tangan kara mendorong pundak hani supaya berhenti memeluk tubuhnya.
“buka mulut mu? Ku suapi nih..” hani tersenyum lalu membuka mulutnya dan tangan desi menyuapkan makanan di sendok ke mulutnya dan selesai melahap makanan itu hani langsung meminum pill tidur dan tidak lama kemudian dirinya pun terlelap sedang kara dan desi yang juga lelah ikut tertidur di sampingnya.
__ADS_1