
Kini joxi dan hani sudah sampai di sebuah mall paling besar di kota Bandar lampung “masih jauh kah ini?” hani merasa pegal kakinya karena sedari tadi berjalan tanpa berhenti “mau aku gendong?” Tanya joxi yang membuat mata hani melotot namun tidak lama kemudian kepalanya mengangguk sehingga joxi tersenyum bahagia lalu menjongkokkan kakinya dan hani naik kepunggungnya “yes berhasil..” kata hati joxi karena sebenarnya toko perhiasan ada di lantai dua namun joxi sengaja membuat hani kelelahan supaya gadis itu bisa di gendongnya.
“kau suka coklat gak?” Tanya joxi saat melewati kantin yang ada di mall itu “suka tapi aku habis makan coklat pasti bersin bersin karena aku alergi” jawab hani santai “eh benarkah? Iya sudah jajan eskrim yuk aku yang traktir deh?” hani langsung mengacungkan jempolnya sehingga joxi bergembira dan joxi pun menurunkan hani di sebuah tempat duduk yang di sediakan kantin itu.
“tunggu ya aku belikan?” hani menganggukan kepalanya sehingga joxi pergi “ais dia lembut banget sih? Tapi kenapa hatiku masih belum luluh juga?” hani sebenarnya adalah gadis yang baik dirinya tahu walaupun joxi adalah adik seorang yang mengakibatkan nyawa kekasihnya melayang namun tidak ada hal terbersit untuk membalas dendam namun bagaimana dirinya harus membuat pria muda itu mengerti bahwa hatinya masih belum bisa move on dari masa lalunya itu.
“aku lama ya?” suara joxi berhasil membuyarkan lamunan hani lalu pria muda itu duduk di hadapannya sambil tangannya memberikan eskrim coklat kepadanya “ah iya lupa kau tadi kan bilang kalo alergi coklat..” entah apa yang ada di pikiran joxi sehingga membuat pria muda itu melakukan kesalahan “gak apa apa kok makasih ya?” selesai mengatakan itu hani langsung menjilat es krimnya.
“ha cuu..” joxi langsung tertawa kecil saat melihat hani bersin namun tampak menggemaskan “ya tu memeleh” kata hani saat es krim yang di pegang tangan joxi beluber “eh iya…” kata joxi kelabakan lalu menjilati es krim itu sehingga hani tersenyum karena joxi tampak canggung melihatnya mulai kesal.
“ayo kita pergi ketoko nya?” ajak hani saat sudah selesai melahap es krimnya hingga habis “mau di gendong lagi gak?” Tanya joxi yang membuat kepala hani menggeleng.
__ADS_1
“aku udah gak cape lagi kok” joxi langsung mengangguk dan mereka berdua pun akhirnya jalan beriringan sehingga tidak jarang sepasang mata insan yang berpapasan dengan mereka pun tampak terpukau karena sungguh joxi begitu tampan lagi gagah sedang hani gadis bermata ramah ini juga begitu cocok sehingga orang orang mendoakan mereka dalam hatinya supaya bisa sungguhan menjadi sepasang kekasih karena mereka begitu serasi.
“selamat datang tuan, nona..” sapa seorang pelayan saat joxi dan hani masuk ketoko itu “mbak saya sudah bawa cais saya jadi bisa di ukur langsung ukuran jarinya” kata joxi to the point sehingga kepala pelayan itu mengangguk “baik tuan bisa menunggu di sini sambil melihat lihat perhiasan kami, nona mari ikut saya?” ajak pelayan itu sehingga hani mengikuti dirinya pergi sedang joxi mulai berkeliling toko perhiasan ini tanpa berniat membelinya.
“nona apa kau suka emas dan diamond?” Tanya pelayan itu yang mendapat anggukan kepala hani “tapi mbak soal bahan cincinnya anda bisa bertanya langsung dengan pria tadi sekarang ukurlah jari tangan saya saja?” kepala pelayan langsung mengangguk dan mulai mengukur jari manis hani dan tidak sampai 3 menit sudah selesai.
“sudah selesai nona”
kata hati pelayan itu karena dirinya merasa bahagia saat melihat joxi kembali namun hatinya juga merasa sedih karena joxi tidak sendiri dan membuatkan cincin untuk gadis cantik itu sehingga pupus lah harapannya padahal tiap malam pelayan itu membayang kan agedan seperti yang di novel novel yang di bacanya seperti seorang gadis miskin seperti dirinya bisa menikahi pria tampan lagi kaya namun dalam dunia nyata hal itu mustahil terjadi.
“kau ternyata di sini ayo ikut aku?” hani menemukan sosok joxi sedang duduk di sofa yang di sediakan toko itu “iya..” joxi pun mengikuti hani pergi dan sampai lah mereka di ruangan tadi “mbak saya sudah bawa nih orang yang mau buat cincinnya?” kata hani yang membuat lamunan pelayan muda itu buyar “ah iya silahkan duduk tuan, nona..” pinta pelayan yang membuat hani dan joxi duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
__ADS_1
“mbak saya mau cincinnya berbahan emas dan di berikan 1 berlian yang paling indah di tengahnya”
“ah begitu, kalau gitu kami bisa segera membuatnya tuan..”
“bagus kalau bisa seminggu ini sudah jadi karena pernikahan kami hari senin” mata hani langsung melototi wajah joxi ingin rasanya tangannya menjitak kepala pria muda itu namun di tahannya karena ada seorang pelayan toko ini.
“baik baik tuan tenang saja kami akan buatkan dengan bahan yang berkualitas tinggi” joxi langsung menganggukan kepalanya “kalo bisa desainernya yang keren juga mbak biar hasilnya tambah memuaskan” sahut joxi yang membuat hani semakin kesal namun bibirnya tetap berusaha tersenyum ramah pada pelayan itu walaupun tatapan matanya tajam seolah ingin membunuh pria di sampingnya ini.
“kalo gitu kami boleh pergi kan mbak?”
“iya nona, tapi tuan anda harus tanda tangan di kertas perjanjian ini dulu?” pelayan itu langsung menyodorkan sebuah document yang membuat tangan joxi segera menanda tangani tampa membaca isinya terlebih dahulu karena joxi tahu hani sudah marah sekarang “baik terimakasih tuan..” joxi dan hani menganggukkan kepalanya dan mereka pun segera pergi dari toko ini.
__ADS_1
“kau itu kenapa bilang gitu tadi?” Tanya hani saat sudah di dalam mobil “bilang apa?” Tanya joxi pura pura bodoh padahal hani sudah naik pitam “iya sudah ayo jalan..” pinta hani sehingga joxi pun mengemudikan mobilnya dan selama di perjalanan dirinya menahan diri untuk tidak berbicara supaya hani tidak semakin kesal.