Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
buruk


__ADS_3

“kita udah selesai makan nih han..” kata desi sambil matanya memperhatikan wajah hani yang tampak teduh “apa kalian tahu walaupun aku gak mencintainya aku akan tetap menikah dengannya?” hani langsung to the point sehingga membuat kedua sahabatnya tersentak kaget bahkan kara langsung mematung.


“apa ini karena aya..” hani langsung menggelengkan kepalanya saat desi hendak bertanya “ini semua karena janji ku kepadanya, aku tahu betapa bejadnya joxi sehingga aku aku mengira dia gak akan bisa berubah. Ternyata aku salah..” tangan hani langsung menutup wajahnya saat air matanya mulai berjatuhan sehingga membuat desi dan kara saling menatap lalu menganggukkan kepalanya.


“han dengarkan kami..” kata kara penuh kelembutan lalu tangan kara menarik tangan hani sehingga mata mereka bisa melihat wajah hani yang lembab itu karena air mata nya tidak berhenti mengalir bahkan semakin deras “semua keputusan ada di dirimu, aku dan desi Cuma ingin kau tahu.. maksudku aku dan desi tidak akan meninggalkan mu tenang saja oke?” desi langsung mengekerutkan keningnya karena kara tidak sesuai dengan maksud yang ingin mereka bicarakan dengan hani “apa yang kau katakan kar?” itu lah kalimat yang seolah di ucapkan mata desi saat kara menatap matanya dengan sendu.


“terimakasih banyak semuanya?” tiba tiba hani mengucapkan kalimat itu lalu tersenyum tulus kepada kedua sahabatnya “iya sudah jangan nangis hehehe..” sahut desi sambil mengusap kepala hani dengan tanganny yang lembut “aku tahu aku memang gak mencintainya tapi jika benar aku akan menikah dengannya aku akan berusaha menjadi istri yang baik..” kata hani penuh semangat dan hal itu tidak di ragukan oleh kara dan desi karena kedua gadis itu tahu betul bagaimana sikap hani.


Sejatinya han seperti seorang aktris yang sangat pandai berakting dan menempatkan posisinya namun yang membuat kara dan desi kuatir adalah tentang hati hani “tapi han bukan kah karena joko atez mati? Dan sekarang kau ingin menikahi adiknya yang brengsek itu?” hani tahu maksud dari perkataan desi namun hani tidak mempermasalahkan itu dengan serius karena selama bertahun tahun ini dirinya bisa menutupi semuanya kepada ayahnya dan yang lainnya tentang hancurnya hatinya di tinggalkan oleh sosok pria yang di cintainya.


“aku.. kalian jangan kuatir insya allah semua akan baik baik saja?” kara langsung menganggukkan kepalanya lalu memeluk tubuh hani “kalau itu yang jadi keputusan mu kami Cuma bisa mendukungmu han” kata kara yang mendapat anggukan kepala desi dan hani.


“eh han kami bisa izin pulang dulu gak?” Tanya desi yang membuat kara melepas tubuh hani “ah tentu boleh lah, lagi pula aku juga belum buat bahan ajar untuk besok?” jawab hani ramah “iya sudah kami pergi dulu ya dan aku sarankan jangan sering minum obat itu atau aku akan marah nih?” kata desi sambil tangannya menunjuk kearah meja kerja hani yang di atasnya ada botol pil “siap tapi kalo gak bisa tidur akan aku minum hehehe..” desi langsung memutar bola matanya karena kesal.

__ADS_1


“iya yang penting jangan terlalu banyak han nanti kau overdosis” kini giliran kara yang berbicara sehingga hani menganggukkan kepalanya “iya sudah cium dulu sebelum pulang!” tangan desi tiba tiba menarik lengan hani lalu bibirnya yang seksi mencium pipi hani dengan lembut “kami pulang ya..” kata kara saat dirinya hendak menutup pintu kamar “iya..” kata hani dirinya tidak mengantar kedua sahabatnya itu sampai depan rumah karena rasa malasnya kini melanda.


Di perjalanan pulang desi dan kara hanya terdiam sehingga suasana hening di mobil ini begitu terasa “kenapa kau gak bilang langsung kedia?” Tanya desi spontan karena dirinya sudah tidak tahan lagi ingin mengetahui alasan kara tidak berkata jujur “karena aku tidak ingin membuatnya lebih menderita lagi.. Cekitt!” tiba tiba mobil itu langsung berhenti karena reflek kaki desi menginjak pedal rem “kau bilang apa barusan?” Tanya desi sambil tangannya menarik kerah kemeja kara sehingga mata kara bisa melihat ekspresi wajah marah desi dengan jelas.


“apa kau ingin hani menderita lebih dari ini, dia bilang tadi menikah karena janjinya dan kalo dia tahu kita pernah tidur dengan joxi bagaimana perasaan nya? Kau kira aku juga gak stress memikirkan semuanya, tentang mu, hani dan diriku sendiri?”


tangan desi langsung melepas kerah kemeja kara lalu bibirnya tersenyum penuh makna “pada dasarnya joxi dan kakaknya memang bejad, baik lah akan aku buat perhitugan dengan mereka!” selesai mengatakan itu desi kembali mengemudikan mobilnya sedang kara hanya terdiam karena dirinya tidak berdaya untuk menghadapi situasi sulit ini.


“apa hani ada?”


“ada tuan silahkan ke kamarnya saja?” joxi pun langsung melangkah kan kakinya menuju kamar hani “tok tok tok” joxi mengetuk pintu kamar “masuk” joxi tersenyum mendapat respon dari dalam sehingga tangannya langsung membuka pintu itu “ada apa bi..” mata hani membelalak karena di kira adalah pelayannya namun sosok yang berdiri di hadapannya adalah joxi “apa mau mu?” Tanya hani sinis sambil melepas kacamatanya karena dirinya baru saja selesai membuat bahan ajar di laptopnya.


“apa kau baik baik saja?” Tanya joxi sambil melangkah kan kakinya supaya lebih dekat dengan hani yang masih duduk di kursi “kau lihat kan aku baik?” jawab hani seadanya yang membuat joxi tersenyum lalu tangannya membuka tas ranselnya dan mengambil sekotak kecil vitamin dan di letakan ke atas meja kerja hani.

__ADS_1


“minum lah ini dari pada kau nelan obat tidur terus?” kata joxi karena matanya melihat sebotol pill yang ada di atas meja “bukan urusan mu, jadi kau mau apa datang kemari?” joxi tersenyum ketir karena mendapat perlakuan tidak mengenakan dari gadis yang di cintainya itu.


“aku mau menanyakan perasaan mu terhadapku?”


“Deg..” hani tersentak kaget bahkan jantungnya langsung berdebar kencang karena pertanyaan joxi yang bagai bom atom yang meledak di telingannya “apa kau mencintai ku?” Tanya joxi sambil menarik kursi yang hani masih duduki sehingga kini wajah mereka berjarak sangat dekat dengan mata saling menatap.


“kasih aku waktu..” kata hani lirih sambil menundukkan kepalanya “sampai kapan?” Tanya joxi lalu tanganya memegang dagu hani supaya wajah gadis itu bisa kembali berhadapan dengan wajahnya “ak aku..” hani mulai panic sehingga joxi tersenyum lalu melangkah mundur menjauhi tubuh hani yang sudah gemetar itu.


“aku gak tahu perasaan mu sesungguhnya terhadap ku, tapi yang perlu kau tahu aku sangat mencintai mu dan cepat atau lambat aku akan melamar mu!” selesai mengatakan itu joxi langsung melangkah kan kakinya dan dirinya pun keluar dari kamar.


“maafkan aku..” kata hati hani lirih sungguh dirinya benar benar merasa bersalah karena tidak berkata jujur pada pria muda itu tentang perasaannya yang sama sekali tidak mencintai joxi sedang joxi yang sudah di perjalanan pulang kerumahnya hanya termenung di dalam mobil yang dirinya kemudikan “mata itu sudah memberi jawaban dari pertanyaan ku bahwa dia sama sekali gak menyukai ku?” kata hati joxi saat matanya yang indah bisa membaca sorot mata hani tadi yang begitu layu, joxi yakin hani memang tidak menyukainya tapi bagaimana dengan hati joxi yang selalu menginginkan gadis itu.


“aku tidak perduli apa yang aku mau harus aku dapatkan!” lagi lagi joxi memilih untuk bersikap egois dan tidak memperdulikan semuanya padahal dirinya tahu sesuatu yang di paksakan tidak akan pernah berakhir dengan indah terlebih tentang sebuah perasaan cinta.

__ADS_1


__ADS_2