Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Hurt


__ADS_3

Kini kara dan desi bersabar hani menghabiskan bakso di mangkuknya “ya elah kenapa kau lama banget lah makannya? Iya sudah cerita di sini aja langsung han!” kata desi pada akhirnya gadis berwajah jutek lagi bermata tajam itu sudah kehabisan kesabaran “iya han benar kata desi?” hani langsung menggelengkan kepalanya saat kara juga mulai tidak sabar.


“aku gak bisa ceritakan semua ini di kantin terlalu ramai” kara dan desi langsung memutar bola matanya karena merasa kesal dengan sahabatnya yang paling kalem ini “maafkan aku, aku bingung harus mulai dari mana bercerita kepada kalian?” kata hati hani sungguh dirinya merasa tidak tahu harus melakukan apa supaya lepas dari kedua sahabatnya ini yang begitu penasaran.


“ais kelamaan..” tiba tiba desi langsung berdiri lalu menarik lengan hani dan membawanya melangkah “kar bayar tu makanan aku mau introgasi dia dulu” selesai mengatakan itu desi kembali melangkah sedang kara langsung membayar makanan yang mereka pesan lalu menyusul desi yang sekarang sudah di dalam ruang kerjanya “duduk lah han?” pinta desi yang membuat hani duduk di sampingnya “aku mau cerita kalo kara udah datang!” mata desi langsung membelalak karena merasa terkejut “ceklekk..” namun desi langsung tersenyum puas karena kara sekarang sudah masuk kedalam ruangannya.


“kata kan sekarang?” pinta desi untuk kesekian kalinya “aku.. ak aku akan menikah!” kata hani lirih sambil menundukan kepalanya sedang kara dan desi langsung melongo “haaa…” hani sudah menduga kedua sahabatnya itu akan terkejut tiba tiba tangan kara langsung memegang pundak hani sehingga mata hani bisa melihat raut wajah kara yang tampak murung.


“kau mau nikah sama siapa han? Bukan kah kau..” kara langsung berhenti berkata saat melihat mata hani berkaca kaca “apa kau di paksa ayah mu?” kini giliran desi yang bertanya yang membuat tangan hani langsung menutupi wajahnya karena dirinya kembali menangis sehingga dengan cepat kara kembali memeluk tubuhnya yang gemetaran itu.


“hiks hiks..” desi dan kara hanya terdiam karena tidak tahu harus melakukan apa ketika hani terisak “hiks sebenarnya ak aku juga gak mau menikah tapi..” hani kembali terisak hatinya tidak mampu mengungkapkan perasaannya karena rasanya begitu sakit ya sangat sakit hatinya yang kecil itu sedang meradang karena di penuhi perasaan menyesal dan rasa bersalah.


“baik han jangan bicara lagi tenang kan lah dirimu dulu kami akan menunggunya” kata kara lalu mengusap rambut hani dengan lembut “iya aku akan batalkan masuk ngajar ini, sudah jangan sedih kami ada di sini untuk mu” tambah desi yang membuat hani tersenyum dalam tangisnya sungguh dirinya senang karena dua sahabatnya ini mau bersabar menghadapinya.


“woy jox ngapa ngelamun lah?” Tanya ardi karena sedari tadi temannya itu hanya terdiam dan memperhatikan mie ayam di mangkuk tanpa mencicipinya sedikit pun “menurut mu apa hani menyukai ku?” sontak keenam temannya langsung berhenti makan lalu memperhatikan wajah joxi yang tampak murung “ya ngapa kau gak Tanya langsung padanya?” kalimat yang di ucapkan mulut rey membuat joxi menatap wajahnya “aku merasa dia sama sekali gak menyukai ku?” sahut joxi yang membuat teman temannya saling menatap lalu kembali menatap wajah joxi.

__ADS_1


“saran ku kau temui dia dan Tanya langsung?”


“menurut ku rey benar jox..” perkataan ardi membuat joxi terdiam karena sedang merenung sehingga teman temannya langsung kembali makan “mungkin mereka benar, tapi mungkin saat ini gak tepat kalo aku bertanya tentang perasaannya?” kata hati joxi mengingat kejadian tadi dirinya hampir kehilangan kendali yang membuat hani hampir menangis “terimakasih ya semuannya..” kata joxi yang membuat teman temannya itu tersenyum lalu mereka bertujuh pun kembali melahap makanannya dan mengobrol.


Hani kini sudah lebih tenang walaupun masih senggukan sehingga kara dan desi pun lega akhirnya sahabatnya itu berhenti menangis “bagaimana mau cerita han?” Tanya desi penuh kelembutan yang di balas anggukan kepala hani lalu mata desi dan kara saling menatap dan kembali menatap wajah hani yang lembab itu.


“sebenarnya aku di jodoh kan oleh ayahku sama anak sahabatnya?”


“Deg..” hati kara dan desi berdebar sungguh kalimat yang di ucapkan mulut hani bagai bom atom yang meledak di telinga mereka membuat kara dan desi kembali saling menatap seolah mata mereka sedang berkata “apa aku gak salah dengar?” lalu mata kedua gadis itu kembali menatap wajah hani “jangan bilang..” hani langsung menganggukan kepalanya yang membuat kara dan desi langsung tergulai lesu di tempat duduknya sehingga hani tampak keheranan pasalnya wajah kedua sahabatnya itu berubah menjadi murung.


“tapi apa kau sudah melupakan atez?” Tanya desi sungguh dirinya tahu betul kara sedang terdiam karena hatinya merasakan sakit yang amat dalam “aku masih mencintainya sepenuh hatiku” desi langsung menatap tajam mata hani seolah ingin melihat kebenaran di balik sorot mata hani yang layu.


“hani asal kau tahu joxi ada lah pria bejad nakalnya gak ketulungan walaupun dia sudah sedikit berubah aku Cuma ingin kau tahu pria itu tetap lah bad boy jadi terserah lah jika kau ingin menikah dengannya..” selesai mengatakan itu kara langsung berdiri dan hendak melangkah kan kakinya namun dengan cepat tangan desi langsung memegang lengannya.


“lepaskan..”

__ADS_1


“gak akan!”


“DESI..” teriak kara yang membuat desi dan hani tersentak kaget “sret..” tangan hani langsung menarik paksa sehingga terlepas lah genggaman desi dan kaki kara kembali melangkah dan keluar dari ruangan itu “des, kara kenapa?” Tanya hani karena merasa tidak mengerti dengan sikap kara yang tiba tiba berubah drastic.


“dia.. sudah lah aku akan mengurusnya, dan kau han aku saran kan kau jangan mau nikah sama cowok brengsek itu lagi pula kau gak mencintainya kan?” hani menganggukan kepalanya dengan lesu sedang desi tahu betul sahabatnya yang ada di hadapannya kini juga sedang menderita karena hal itu bisa terlihat dari wajahnya yang tampak teduh.


“bukk..” tiba tiba desi langsung memeluk tubuh hani dengan erat “tenang lah semua akan baik baik saja minta tolong lah sama allah, aku pergi dulu ya kara membutuhkan ku..” selesai mengatakan itu desi langsung melepas tubuh hani lalu merapikan rambut hani yang berantakan.


“istirahat lah di sini kau butuh sendiri kan? Aku akan segera kembali..” hani langsung tersenyum sehingga desi bisa sedikit lega meninggalkan sahabatnya di ruang kerjanya dan kini desi segera pergi keruang kerja kara “cek ceek.. ais di kunci segala?” desi kesal saat memegang gagang pintu itu tidak bisa dibuka.


“kar buka pintunya atau aku dobrak nih?” teriak desi sambil menggedor gedor pintu itu “apa yang kau lakukan?” tentu desi langsung melongo saat mendengar suara kara di belakangnya sehingga desi membalikan tubuhnya “ais aku kira kau di dalam?” kata desi lirih sambil menggaruk kepalanya karena merasa malu melihat banyak dosen yang menyaksikan kekonyolannya tadi.


“kenapa kau kesini?” Tanya kara sambil membuka kunci pintu itu lalu dirinya masuk bersama desi “ya aku kuatir sama kamu” jawab desi saat sudah berdiri di belakang kara yang sedang berdiri menghadap jendela “aku baik baik saja, tapi hani mungkin dia dalam masalah besar?” desi langsung memeluk tubuh kara dari belakang “aku Cuma gak mau melihat mu sedih, karena itu aku kesini? Sudah lah aku malas memikirkan semuanya nanti kalo kau dan hani sudah tenang mari kita bicara lagi..” kara tidak merespon perkataan desi pikirannya berkecamuk di dalam kepalanya dan membuat kara merasa pusing.


“aku mau pulang?”

__ADS_1


“iya sudah ayo pulang..” tangan desi langsung memegang tangan kara dan membawa sahabatnya itu pulang kerumahnya sedang hani yang merasakan kepalanya ingin meledak langsung pergi ke masjid dan selesai mengambil wudu hani langsung melaksanakan solat dua rokaat.


“ya allah tolong lah aku, apa yang harus aku lakukan setelah ini sungguh aku bingung. Aku sangat butuh pertolongan mu ya allah aku mohon tolong berikan jalan keluar untuk masalah ku ini, ya allah kabulkan doa ku aku mohon..” itu lah kalimat yang di ucapkan dalam hati hani di sujud terakhirnya karena hani tahu hanya allah tuhannya itu yang punya jalan keluar dari masalahnya.


__ADS_2