Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Panik


__ADS_3

Pagi ini hani masih tampak curiga pada suaminya yang bersikap dewasa terlebih semalam hani pulang telat namun joxi juga tidak marah padahal desi dan kara sudah siap menghajar suaminya itu jika berani protes “sayang apa kau sudah siap?” Tanya joxi saat dirinya masuk kekamar “kau.. maksudku sebenarnya ada apa kenapa sifatmu sok lembut gini?” tentu joxi langsung melongo mendapat pertanyaan pedas dari istrinya itu namun kaki joxi segera melangkah kearah hani yang sedang duduk di tempat tidur.


“bukannya kau suka jika sikapku begini?” Tanya balik sehingga hani memalingkan wajahnya karena bibir joxi hendak mencium bibirnya “ayo berangkat” kata hani lalu dirinya berdiri dan melangkah kan kakinya mengabaikan suaminya yang masih tampak kecewa karena di abaikan.


“aku akan buat perhitungan dengan mu han! Kau kira aku ini siapa mu kenapa aku gak menyentuh yang menjadi milikku?” joxi geram pada akhirnya tidak bisa menahannya lagi karena semakin hari semakin terlihat hani memang tidak mencintainya dan pernikahannya pun itu karena terpaksa.


Kini joxi dan hani sudah sampai di kampus “hani..” teriak desi dan kara bersamaan sehingga hani langsung berlari kearahnya “sabar jox sebentar lagi kau akan mencicipi tubuh istrimu aku janji?” tiba tiba suara rey menggema di telinga joxi sehingga kepala joxi menoleh kearahnya “sudah ayo kita berangkat?” ajak rey sehingga kepala joxi mengangguk dan mereka bertujuh pun masuk kedalam mobil bus bersama mahasiswa lainnya sedang hani masuk kedalam bus yang lain.


“han kau kenapa melamun lah?” Tanya kara yang membuat hani tersenyum kecut “aku kuatir sama..” hani menggantung perkataannya sehingga kedua sahabatnya saling bertatapan dan mata mereka seolah berkata “apa yang terjadi?” lalu kepala desi dan kara langsung mengangguk dan kembali manatap wajah hani yang tampak teduh.


“cerita lah kenapa kau diam saja?” bujuk desi dengan menggunakan puppy eyesnya yang imut sehingga hani tertawa kecil “hehehe kau memang imut banget ya des, hmm sejak tadi malam joxi berubah jadi sok dewasa dan baik banget aku takut dia merencanakan sesuatu?” kara dan desi sudah bisa menebak isi pikiran hani sehingga kedua gadis itu tersenyum penuh makna.


“kalo dia macam macam kau tenang saja han aku akan menghajarnya”


“kata desi benar, lagi pula mereka gak lebih pintar dari kita?”


“tapi aku tetap takut kara kan mereka itu cowok kita cewek?”


“eh walaupun kita cewek jangan salah ya han karena aku wonder mowen!”


“wonder women des!”

__ADS_1


“eh iya kar.. nah itu wonder women dan kalian berdua adalah titisan bu kartini karena terus berpikir maju dan menjadi wanita karir”


“Ahahaha..” tiba tiba hani langsung tertawa lepas sehingga kedua sahabatnya melongo “aduh sampai sakit perut aku ketawa..” kata hani sambil tangannya mengusap air matanya karena terlalu lama tertawa.


“ha ah memang kalian ini adalah hal yang paling berharga yang di berikan allah, aku bersyukur banget kalian ada untukku” kata hani lalu tangannya merangkul pundak kedua sahabatnya itu sehingga kara dan desi tersenyum bahagia “iya lah kita kan trio macan?” kata desi yang membuat mata kara melotot sedang hani langsung melongo.


“iya kau macan nakar, hani macan garong, aku macan macam!”


“BUHAHAHAH” hani, desi dan kara langsung tertawa bersama saat mendengar perkataan kara barusan yang bagi mereka adalah lelucon terbaik di dunia “udah udah woy aku sakit perut nih” keluh hani yang di iyakan kedua sahabatnya tiba tiba desi langsung memeluk tubuhnya hani “kau tenang saja han kami akan berusaha selalu ada di sisimu” selesai membisikan kalimat itu ketelinga hani, desi pun langsung melepas tubuh hani lalu tersenyum kepadanya.


“iya terimakasih banyak desi, kara..”


“ya allah han kau jahat banget lah? Gini gini aku adalah drama queen tahu!”


“drama queen apa human clumsy des?”


“is kar kau diam saja aku sentil ginjal mu juga nanti?”


“cobalah kalo kau berani?”


“oh nantangin”

__ADS_1


“eh eh malah ribut beneran sudah sudah lebih baik kita tidur saja nanti malam kan ada jurit malam, nanti ngantuk gak lihat maba di siksa hahaha..”


“ah iya benar juga kata mu han, tapi kar urusan kita belum selesai?”


“ikan hiu makan tomat, BODO AMAT” sahut kara yang membuat desi semakin membara sehingga hani kualahan melerai kedua sahabatnya itu “udah udah woy malu tuh di lihatin dosen lain?” akhirnya hani menemukan ide logis sehingga kara dan desi berhenti bertengkar.


“alhamdulilah, hmm emang susah kalo pergi bawa bocah” kata hati hani saat melihat kedua sahabatnya kelelahan dan kini kepala desi bersandar di bahu kanan hani sedang kepala kara bersandar di bahu kiri hani.


“dia masih gak balas pesan ku?” kata hati joxi saat matanya terus menatap ponselnya yang tidak bordering sama sekali padahal setidaknya hani bisa membalas pesannya walaupun hanya satu kata.


“sudah lah kalo dia lagi sama sahabatnya emang suka gitu kan?” kata ardi yang memperhatikan sedari tadi wajah joxi yang tampak murung itu “apa aku benar benar bisa bertahan di?” tentu petanyaan joxi bukan hanya membuat ardi terkejut namun semua anggota geng bad boy ikut terkejut “ah apa yang kau bicarakan di mana semangat mu dulu?” sahut ardi secepatnya namun langsung mendapat senyuman ketir bibir joxi yang seksi.


“aku gak suka jika Cuma mencintai seorang diri?”


“tapi kau bisa memiliki tubuhnya kan?” sahut rey sungguh bagi rey cinta tidak lah penting namun tidak bagi joxi karena leader anggota geng bad boy itu tidak suka jika hanya mendapat kan tubuh hani sekarang joxi menginginkan hatinya namun untuk sekarang masih sulit untuk di dapatkan atau lebih tepatnya tidak akan pernah dapat jika memang hani tidak memberikannya.


“aku sekarang sudah menikah rey, aku gak suka jajan lagi?”


“kalo begitu sabar lah, bukan kah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu?” kini giliran diki yang berbicara sehingga mata indah joxi langsung menatap wajahnya “kau benar, tapi aku tetap takut kalo aku gak bisa mendapatkan cinta itu selamanya?” sahut joxi merasa frustrasi dengan keadaan yang menimpanya.


“tenang lah, kami akan membantu mu dan itu bukan hal yang sulit yang penting jangan bertindak kegabah dan tetap lah bersabar” kata ardi yang membuat joxi tersenyum ketir namun segera menganggukan kepalanya “terimakasih banyak semuanya” kata joxi penuh ketulusan sehingga mendapatkan senyuman dari semua temannya.

__ADS_1


__ADS_2