
“des..” kata kara saat dirinya terbangun di tengah malam “ada apa kar?” sahut desi malas membuka matanya karena masih terlalu ngantuk “ayo temani pipis aku takut” kara langsung menggoyangkan tubuh desi supaya sahabatnya itu terbangun.
“cetek” tentu kara dan desi langsung terkejut saat mendengar suara seorang memencet tombol saklar lampu “ah hani aku kira hantu..” kata kara yang membuat hani tertawa kecil “ehehehe melihat mu ketakutan seperti tadi membuatku ingin sedikit jail” sahut hani karena sedari tadi dirinya membuat banyak gerakan di kegelapan sehingga membuat kara ketakutan.
“btw kau ngapain tengah malam gini juga bangun han?” sahut desi lalu ikut duduk sedang kara masih tampak lesu di sampingnya “aku habis bab karena kebanyakan makan” kedua sahabatnya langsung melongo “iya sudah kalian jangan tidur ya? Aku pipis sebentar!” selesai mengatakan itu kara langsung berlari kekamar mandi “besok kau mau pulang kah?” Tanya desi saat tubuh hani terbaring di sampingnya.
“dari pada memikirkan hal itu lebih baik aku tidur” jawab hani malas lalu tangannya menarik lengan desi supaya tubuh sahabatnya itu ikut terbaring dan bisa di peluknya “ya sudah tidur lah..” kata desi lalu tangannya mengelus lembut rambut hani supaya sahabatnya bisa cepat terlelap.
“kau pipis lama banget?” kata desi lirih melihat kara merasa lega “ehehehe aku juga habis bab” desi langsung cemberut “sudah ku duga, iya sudah ayo tidur?” sahut desi lalu memejamkan matanya sedang kara langsung mengambil ponselnya dan melihat whatsapp “matamu bisa buta kalo main ponsel mulu?” kata desi saat matanya melirik karena lampu belum juga di matikan oleh kara.
“iya sebentar lagi?”
“kau kalo lagi senang sama orang pasti sering memegang ponsel sambil senyum senyum gak jelas”
__ADS_1
“kecilkan suaramu nanti hani bangun..” kata kara lalu meletakan ponselnya keatas meja dan segera memencet tombol saklar lampu “awas aja akan periksa isi ponsel mu” kata hati desi curiga pada sahabatnya itu dan akhirnya setelah memeriksa ponsel kara dirinya pun tertidur.
“Kring kring kring” rasanya desi baru saja terlelap tiba tiba mendengar bel pintu rumahnya “siapa sih pagi pagi gini datang?” gerutu desi kesal namun segera bangkit dari tempat tidur “ceklek” desi langsung cemberut saat membuka pintu di hadapannya berdiri sosok pria yang di bencinya “ngapa kau kemari?” Tanya desi menunjukan rasa tidak sukanya “aku ingin bertemu hani?” jawab joxi apa adanya sehingga desi menatap tajam matanya.
“dia lagi tidur kal…”
“aku sudah bangun des” tiba tiba suara hani menggema di telinga mereka sehingga desi menoleh kebelakang dan benar saja sosok sahabatnya itu berdiri di hadapannya “kau mau langsung ikut bersamanya?” kepala hani langsung mengangguk “terimakasih banyak untuk semuanya, aku pulang ya?” kata hani yang membuat desi menganggukan kepalanya “kalian berdua hati hati dan kau kalo hani kenapa napa aku bakal buat perhitungan lagi dengan mu?” ancam desi yang membuat joxi bergidik ngeri sehingga kepalanya segera manggut manggut.
“kami pulang ya, assalamualaikum”
“cinta tidak bisa di paksakan kar..” sahut desi lalu tangannya mendorong pundak sahabatnya itu hingga menatap tembok “seperti halnya aku mencintai mu hani juga sama, rasa itu masih belum berubah karena itu lah cinta dia buta dan penuh misteri” desi mengatakan hal itu dengan tatapan mata yang tajam seolah sedang memperingatkan kara yang tampak tegang karena kedua tangannya di cengkram kuat oleh tangan kanan desi sedang tangan kiri desi berusaha melepas kancing baju tidur kara.
“des sebenarnya ada apa?” Tanya kara mulai panic saat satu demi satu kancing bajunya terlepas sedang desi yang melihat ekspresi wajah kara yang tampak ketakutan langsung tersenyum tipis “apa kau menjalin hubungan di belakang ku?” mata kara langsung membelalak dan desi tahu sahabatnya itu sedang tersentak kaget “apa yang kau katakan aku gak mung.. Ahh” kara langsung berhenti berkata saat tangan desi memegang pinggangnya lalu jempolnya menekan bagian perut kanan kara sehingga terasa sakit seolah sedang tertusuk.
__ADS_1
“aku gak ingin membuat mu menyesal kar.. tapi aku gak suka kau dekat dengan pria” kata desi lirih dan tangan kirinya berhenti memegang pinggang kara yang sudah merah bahkan kuku jari jempol desi menusuk kekulitnya “desi kami Cuma berteman” kata kara lirih yang membuat desi tersentak lalu bibirnya tersenyum penuh makna dan mulai mendekati bibir kara yang sudah gemetar itu.
“aku sudah baca isi chatmu dengannya, janjian ketemuan, kau bilang masih single dan tinggal sendiri…”
“desi..” kara memanggil nama sahabatnya itu sehingga desi terdiam “baik baik aku mengerti kar” tubuh kara langsung tersentak kaget saat bibir desi mencium lehernya merambat ke bawah “desi cukup…” suara kara serak sehingga desi tersentak lalu matanya menatap wajah kara “DEG” mata desi membelalak saat melihat kara menangis “maafkan aku” kata desi lirih dan dirinya mulai panic saat kara tampak ketakutan melihatnya.
“aku memang sedang pdkt sama seseorang, aku tahu kalo kau tahu hal itu pasti akan marah kepadaku?” kepala desi langsung mengangguk lalu kakinya melangkah mundur menjauhi tubuh kara yang gemetar “jika kau mencintai seorang itu dan kau bahagia bersamanya aku rela melepas mu” kini giliran kara yang tersentak kaget lalu matanya yang penuh air asin itu menatap wajah desi yang tampak merah itu karena sedang menahan amarah yang sangat besar.
“desi bukan begitu mak..” desi sudah tidak perduli lagi sehingga dirinya melangkah meninggalkan kara “kembali lah kerumah mu dan jangan pernah kemari lagi, anggap saja kita gak pernah kenal setelah ini?” mata kara langsung membelalak saat mendengar suara desi yang datar itu sungguh kara tidak percaya sahabatnya itu akan berkata demikian.
“apa kau bilang? Desi kenapa kau seperti ini?”
“KARENA AKU MENCINTAIMU KAR” teriak desi lalu tubuhnya berbalik sehingga membuat kara tertenun dan matanya melemah saat melihat desi menangis namun ekspresi wajahnya menunjukan amarah yang sangat besar “aku gak akan memaksamu lagi, kalau memang kau ingin pergi dan menjauhi ku aku tidak akan menghentikan mu lagi dan kau tidak perlu kuatir lagi kepadaku” desi mengatakan hal itu dengan lantang sehingga tanpa di sadari kaki kara melangkah mendekatinya namun dengan cepat desi melangkah mundur yang membuat kara terpaku.
__ADS_1
“jangan merasa bersalah atau apa pun itu karena aku gak membutuhkan belas kasihan dari mu” selesai mengatakan itu desi langsung berlari menuju kamarnya sehingga kara menyusulnya “des tunggu dul… Duarr” desi langsung membanting pintu di hadapan kara “hiks hiks” desi terisak di dalam kamarnya sedang kara yang merasa bersalah hanya terduduk bersandarkan pintu menungguh desi membukanya.