
Pagi ini joxi sudah sibuk dengan laptopnya karena joxi tengah sibuk mencari informasi pengajian di sekitar komplek rumahnya “alhamdulilah ketemu..” joxi tersenyum lebar sungguh joxi bergembira karena dirinya mulai hari ini akan memperdalam belajar agamanya “oh udah waktunya!” joxi langsung mematikan laptopnya lalu mengalungkan tas ranselnya ke punggung setelah itu joxi langsung keluar dari kamarnya.
“bibik tolong ambil piring makanan ku tadi ya sudah aku habiskan dan ayah aku berangkat kuliah dulu ya assalamualaikum?”
“waalaikum salam hati hati..” ayahnya dan pelayan itu langsung saling bertatapan saat melihat sikap joxi tadi “wah bi dia bahkan tidak menyuruh mu tapi meminta tolong dan tadi mengucapkan salam sebelum pergi?” pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya lalu tersenyum bahagia.
“tuan joxi sudah berubah tuan, alhamdulilah saya permisi dulu?” pelayan itu langsung pergi kekamar joxi dan dirinya tersentak karena melihat kamar itu benar benar rapi tidak seperti biasanya berantakan “wah ini tuan joxi kesambet apa ya? Kok jadi rajin..” kata hati pelayan itu sungguh dirinya keheranan tetapi juga merasa senang karena tuan muda di rumah ini berubah menjadi baik lalu pelayan itu mengambil nampan yang berisi piring dan gelas setelah itu pelayan pun kembali kedapur.
“tuan, bahkan kamar tuan joxi sudah rapi loh dan juga baunya wangi tak seperti biasanya bau rokok?” mendengar itu tuannya langsung tersenyum, wajahnya berseri seri dan tergambar jelas ekspresi kebahagiaan di wajah tuannya itu “alhamdulilah kali joxi bisa berubah bik, iya sudah saya berangkat dulu!” tuan indra pun langsung berangkat kekantornya sedang pelayan itu kembali berkerja bersama pelayan yang lainnya.
“assalamualaikum guys..” mendengar joxi mengucapkan salam teman temannya langsung melongo menatap heran kearah joxi “eh.. waalaikum salam!” joxi tersenyum akhirnya teman temannya menjawab salamnya dan dirinya pun ikut duduk bergabung bersama mereka yang biasa nongkrong di depan kelas menunggu dosen masuk “weh tumben banget kau ucapkan salam?” Tanya ardi yang mendapat tatapan hangat joxi.
“aku mau tobat!”
“haaa..” keenam temannya itu langsung terkejut bersamaan sehingga joxi tertawa kecil “iya aku mau tobat guys, tapi bukan karena dia tapi aku benar benar ingin melakukannya untuk tuhan ku. Hmm nanti ada pengajian tahu di kompleks rumah ku yuk ikutan?” tentu semua temannya itu langsung menggelengkan kepalanya.
“kita kan bad boy dan geng kita sudah di bentuk dari jaman SMA jox..” joxi mengerti maksud dari perkataan ardi yang mendapat anggukan kepala teman temannya yang lain “memang kalian gak takut nanti kena azab? Atau allah membalas perbuatan kita yang bejad itu, kita kan gak tahu kapan mati nanti kalo tiba tiba allah cabut nyawa kita dalam keadaan buruk gimana?” sontak teman temannya langsung terdiam seribu bahasa berusaha merenungkan perkataan joxi yang memang benar adanya.
__ADS_1
“tapi nanti kalo kita pengajian gimana tato kita ini nutupi nya belum lagi aku pun belum bisa solat tahu..” keluh diki costa anggota geng bad boy paling jago berantem dan juga paling banyak memiliki tato di tubuhnya “iya sama seperti diki aku pun sampai sekarang masih kecanduan N..” kini giliran aldi Ramadan yang bicara dengan suara lirih dan dirinya adalah anggota bad boy yang paling kurus tubuhnya.
“kalo aku dan adikku kalian tahu sendiri kan kerjanya kami apa?” kata riko rikardo yang di iyakan oleh riki rikardo adiknya mereka berdua adalah Bandar penyedia situs dewasa yang sudah terkenal di internet “dan kalo aku apa lagi?” kini giliran suara rey alvard yang ikut nimbrung dirinya adalah anggota geng yang paling banyak sering masuk keluar penjara karena sering melakukan kekerasan kepada wanita malam.
“nah kalian kan tahu kita sama sekali bukan pria yang baik, jadi mari yuk bareng bareng kita tobat lalu memperbaiki diri?” ajak joxi selaku leader di geng bad boy “hmm kalo di pikir benar juga kata joxi guys..” sahut ardi sehingga teman temannya tersenyum.
“ah kalo itu baik dan buat kita juga jadi pria yang baik pula aku mau iya kan adik?”
“setuju sama kak riko!”
“ardi aku mau ikut tobat juga, tapi jangan buli aku ya?”
“hahaha santai aja diki, aku pun sama seperti mu..”
“aldi mentang mentang konco kentel di bela si diki, hmm aku pun mau lah di..”
“bagus rey, iya udah nanti habis kita kuliah langsung ikut kamu jox?” ardi seolah bicara sendiri karena joxi tengah asik memperhatikan sosok gadis yang di sukainya sedang berjalan kearah dekan “woy..” tentu joxi langsung terperanjat saat ardi dengan kesal mengagetkannya.
__ADS_1
“apa an sih di? Eh btw jadi kalian mau gak nanti?” bukannya teman temannya menjawab mereka pun berdiri dan masuk kedalam kelas yang membuat joxi keheranan “salah sendiri lebih focus sama cewek!” gerutu ardi karena dirinya masih kesal sehingga teman temannya menahan tawa melihat wajah tampan ardi cemberut “udah udah namanya juga lagi kasmaran di..” kata rey berusaha memberi pengertian teman terbaiknya joxi itu.
Desi tampak terkejut saat dirinya tidak sengaja berpapas dengan seorang dosen muda yang cantik bahkan kakinya sampai berhenti melangkah dan kepalanya menoleh kearah gadis yang masih terus berjalan itu “seperti tidak asing? Ah.. Haniii?” teriak desi yang membuat gadis itu berhenti melangkah dan kepalanya pun menoleh kebelakang “haa..” mata hani dan desi bertabrakan lalu berbinar secara bersamaan dan dua gadis itu langsung lari bersamaan pula.
“bukk..” hani dan desi pun berpelukan karena melepas rindu sudah lama tidak berjumpa “aku kira kau akan menetap di luar negeri tahu, huhuhu aku kangen banget sama kamu han?” kata desi sambil tangannya terus mendekap tubuh hani yang lebih pendek dari tubuhnya.
“aku kira begitu hehehe..” sahut hani masih dalam pelukan desi sungguh hatinya bergembira karena bisa bertemu dengan sahabatnya di masa SMA hingga kuliah S1 dulu tiba tiba tangan desi memegang pundak hani lalu mendorongnya supaya gadis bermata ramah itu berhenti memeluknya.
“kau tambah cantik saja han?” sanjung desi saat matanya yang tajam itu menatap mata hani dengan hangat sungguh wajah sahabat lamannya benar benar tidak berubah sedang hani langsung tersenyum manis lalu memperhatikan wajah desi yang jutek “dan kau dengan rambut yang panjang itu bertambah badas des ehehehe?” kedua gadis itu langsung tertawa bersama saat lebih dari 2 tahun tidak berjumpa mereka tetap merasa sama hanya berubah sedikit karena desi lebih tinggi dan hani lebih bening kulitnya.
“eh kalo udah istirahat ayo kita ke kantin? Nanti aku ajak kara juga!”
“dia juga disini?”
“iya.. dia jadi dosen di prodi pgsd kalo aku sudah pasti jadi dosen penjas..”
“dan aku jadi dosen seni music..” desi langsung berhenti melangkah saat mendengar perkataan hani barusan “kau harus hati hati karena di sana banyak buaya?” memang di akui oleh hani mahasiswa dan mahasiswi di falkutas seni begitu tampan dan cantik tetapi hani sama sekali tidak tergoda sehingga dengan santai kepalanya langsung menggangguk dan membuat desi mengacungkan jempolnya lalu mereka berdua pun berpisah karena harus mengajar.
__ADS_1