Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Luka


__ADS_3

Joxi kini sudah sampai ke toko perhiasaan yang ada di mal paling besar di kota Bandar lampung “selamat sore tuan..” sapa pelayan itu pada joxi yang tengah asik menatap berbagai perhiasaan “saya ingin beli cincin paling bagus di toko ini?” joxi langsung to the point sehingga pelayan berjenis kelamin perempuan itu tersenyum ramah.


“tuan kalau anda memesan cincin yang paling bagus tuan harus membawa ukuran jari seseorang yang akan memakai cincin itu karena kami akan membuat disainnya terlebih dahulu?” joxi langsung tersenyum canggung pada pelayan itu sungguh dirinya melupakan hal yang amat penting.


“hmm kalau begitu saja tidak jadi beli sekarang deh mbak, nanti saya akan datang kesini lagi sekalian bersama calon istri saya?” entah apa yang di pikirkan pelayan itu namun ekspresi terkejutnya membuat joxi tidak nyaman sehingga dirinya langsung segera pergi dari toko perhiasan itu “wah sayang banget dia udah mau nikah, hmm beruntung banget cewek yang dapatkan dia ya udah ganteng, ramah, kaya pula” guma pelayan itu saat dirinya masih terpesona kepada joxi yang sosoknya sudah hilang dari hadapannya itu.


Kini joxi sudah kembali mengemudikan mobilnya ke jalan “apa aku harus menemuinya lagi?” joxi bingung harus bagaimana? Pasalnya setiap dirinya menemui gadis pujaannya selalu saja berakhir luka “kenapa kau menolak ku sih? Memang pria mana yang berhasil membuat mu jatuh cinta..” pada akhirnya joxi merasa kesal sendiri saat penolakan demi penolakan di lakukan oleh hani terhadapnya padahal jika joxi menilai diri, dirinya adalah sosok pria yang di idam idamkan banyak cewek pasalnya selain tampan joxi juga genius dan kaya raya.


Sudah hampir 1 jam lebih joxi mengemudikan mobilnya namun dirinya belum menemukan tujuan yang jelas pikirannya begitu kacau dan rasanya begitu tidak nyaman melakukan apa pun sungguh keadaan sulit ini hampir membuat joxi frustrasi setiap harinya.


Hani pulang dengan keadaan lesu bahkan dirinya tidak sadar ayahnya sudah duduk di sofa ruang tamu namun hani tetap melangkah kakinya menuju kamar.


“dia kenapa murung gitu?” Tanya hati ayahnya panic sehingga dirinya langsung menyusul anaknya “ayah boleh masuk?” Tanya ayahnya saat sudah berdiri di depan pintu “masuklah ayah..” kata hani dari dalam lalu ayahnya pun membuka pintunya dan segera menghampirinya yang sedang terbaring di tempat tidur.


“anak ayah kenapa lah pulang pulang wajahnya sepet gitu?”


“gara gara dia. Ayah apa benar aku akan menikah secepatnya dengan dia?” hani langsung duduk di samping ayahnya karena dirinya ingin melihat ekspresi wajah ayahnya itu “apa hani masih butuh waktu?” hani langsung menganggukan kepalanya sehingga ayahnya tersenyum penuh makna yang membuat hani sedikit kuatir “baik lah ayah akan bicarakan hal ini pada tuan indra?” kata ayahnya lalu ayahnya itu hendak berdiri namun tangan hani segera menahan tubuh ayahnya itu dengan memeluknya erat.


“ayah..”

__ADS_1


“ada apa sayang?”


“aku.. apa aku boleh bicara?”


“katakan lah ayah akan dengarkan?”


“ayah sebenarnya ak aku gak mencintai joxi” kali ini suara hani sangat lirih seolah sedang berbisik namun telinga ayahnya bisa mendengar dengan jelas sehingga bibir ayahnya tersenyum ramah lalu tangannya mengusap rambut hani dengan lembut.


“itu yang mau ayah dengar sayang, baiklah ayah akan bicarakan kepada paman indra?”


“beneran ayah gak marah?”


“terimakasih banyak ayah!” kata hani kini hatinya merasa lega saat sudah mengatakan unek unek yang menganggu pikirannya selama ini sedang ayahnya tampak lega karena akhirnya hani berkata jujur sehingga masalah ini tidak semakin rumit “iya sudah kau istirahat lah, ayah akan ke rumah paman indra sekarang?” hani langsung melepas tubuh ayahnya lalu matanya yang ramah menatap wajah ayahnya yang sudah keriput itu “ah ayah kenapa gak besok saja, memang ayah gak capek?” ayahnya langsung tersenyum “sayang ayah ini kuat tahu, iya sudah ayah pergi ya?” hani pun akhirnya menganggukkan kepalanya dan membiarkan ayahnya pergi ke rumah tuan indra.


Kini mobil tuan handa sudah terparkir di halaman depan rumah tuan indra “loh aku baru mau kerumah mu han?” kata tuan indra saat melihat sahabatnya itu keluar dari mobil lalu menghampirinya yang berada di teras rumah “iya sudah ayo masuk” ajak tuan indra sehingga mereka berdua pun langsung masuk kedalam rumah lalu mereka duduk di sofa ruang kerja tuan indra.


“bagaimana kabar joxi?”


“anak itu tambah baik han, dan apa kau tahu joxi hari ini sedang pergi ketoko perhiasan untuk beli mahar untuk hani?” mendengar kalimat yang di ucapkan mulut sahabatnya itu membuat tuan handa tersenyum ketir “lah ada apa handa kau terlihat kurang bersemangat?” Tanya tuan indra saat sahabatnya itu tampak tidak bahagia mendengar perkataannya tadi “indra sebenarnya aku datang kemari ingin bicara serius kepada mu?” entah bagaimana bisa perkataan tuan handa berhasil membuat tuan indra merinding seolah sedang ketakutan karena ekspresi wajah tuan indra masih sama yaitu murung.

__ADS_1


“sebenarnya hani tidak mencintai joxi?”


“Deg..” mata tuan indra langsung membelalak seolah perkataan tuan handa adalah bom atom yang meledak di telinganya sehingga membuatnya sangat tersentak sedang tuan handa yang melihat sahabatnya itu langsung merubah ekspresi wajahnya hanya tersenyum ketir “kau pasti bercanda? Joxi benar benar mencintai anak mu itu handa dan sekarang saat dia mau melamarnya kenapa kau bilang seperti itu kau main main denganku?” kini tuan indra naik pitam bahkan kedua tangannya mengepal kuat seolah ingin menghajar sahabatnya itu di tempat.


“aku tahu bagaiman perasaan mu indra, tapi aku mengatakan ini untuk kebaikan anak kita?”


“KEBAIKAN APANYA?” teriak tuan indra sambil dirinya berdiri dan matanya menatap tajam wajah sahabatnya itu “joxi sudah berubah menjadi pria baik dan semua itu di lakukan untuk memantaskan diri bersanding dengan anak mu nanti handa.. ais kau benar benar menjengkelkan kalau hani tidak mau menikah dengan joxi kembalikan semua asset yang dulu kau pinjam kepadaku dan anggap saja kita tidak saling kenal” kini giliran tuan indra yang membelalakan matanya karena terkejutnya dirinya mendengar perkataan tuan indra yang baginya sangat keterlaluan itu.


“kau bilang apa indra? Apa kau tidak mikir kalau cinta di paksakan hanya akan berakhir sama seperti kita!” kata tuan handa lantang di hadapan sahabatnya itu sedang tuan indra yang mendengar itu langsung terdiam sungguh memang benar yang di katakan sahabatnya itu karena kini pernikahan mereka berakhir di siding cerai membuat anak anak mereka kehilangan salah satu orang tuanya.


“tapi aku tidak ingin mengecewakan anakku handa, kau tidak melihat bagaimana dia berubah drastic? Aku tidak ingin mematah kan semangatnya jadi aku mohon bujuk lah anak mu supaya mau menikah dengan joxi..” hati tuan handa luluh saat matanya menatap wajah tuan indra yang memohon itu namun untuk saat ini tuan handa lebih memilih terdiam karena baginya memberikan kepastian hanya membuat semua ini semakin sulit di selesaikan.


“indra katakan lah semua yang kita bicarakan pada joxi, aku pergi dulu?” tuan indra tidak menahan sahabatnya itu karena dirinya tahu memohon pun tidak akan ada artinya “ceklek..” joxi yang sedari tadi berdiri di depan pintu langsung berlari kekamar supaya tidak bertemu dengan tuan handa “hiks hiks..” joxi tahu dirinya seorang pria namun saat ini hatinya hancur sehingga air mata pelambang kesedihan dan penderitaan pun mengalir deras dari pelupuk matanya.


“hiks hiks..” tangisannya semakin dalam saat dirinya tahu bahwa cintanya kini benar benar bertepuk sebelah tangan “maafkan aku ya allah..” joxi kini menyadari satu hal rasa sakitnya yang membuatnya hampir mati rasa mungkin adalah rasa sakit para gadis yang dulu dirinya zolimi dan kini membuat joxi sadar bahwa dirinya benar benar jahat dan berhak mendapat kan hukuman yang berat.


Di perjalanan pulang tuan handa hanya terdiam sungguh pikirannya sudah melayang kemana mana “tuan kita sudah sampai?” supir pribadinya berkata sehingga tuan handa tersadar dari lamunannya “terimakasih..” tuan handa pun langsung berjalan menuju pintu rumahnya dan hani pun langsung membuka pintunya.


“kau belum tidur?” Tanya ayahnya saat melihat anak gadisnya itu “gak bisa tidur, bagaimana yah hasil bicaranya pada pama indra?” ayahnya itu langsung tersenyum “sayang ini sudah malam mari kita bicara besok saja ya? Kau segera lah tidur!” selesai mengatakan itu tuan handa langsung meninggalkan anaknya yang tampak heran itu “apa terjadi sesuatu?” Tanya hati hani karena matanya bisa melihat dengan jelas ayahnya itu tampak sedih namun hani pun memutuskan kembali kekamarnya dan selesai menelan pil tidur dirinya langsung membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2