
Di rumah kediaman tuan indra begitu ramai, banyak makanan lezat tersaji di sana dan berbagai dekorasi bunga juga terdapat disana sehingga kini acara pernikahan tampak meriah dan hari yang di tunggu tunggu oleh joxi akhirnya datang ya kini dirinya sudah duduk di pelaminan bersama hani, sungguh kedua pasangan pemuda ini sangat serasi joxi begitu tampan dengan kemeja hitam yang di kenakan tubuh kekarnya sedang hani tampak seperti putri dari sebuah kerajaan karena begitu cantik dan anggun saat tubuhnya mengenakan gaun berwarna putih mutiara.
“bisa di mulai joxi?” joxi langsung menganggukan kepalanya kepada tuan handa “baiklah joxi tolong jabat tangan saya?” pinta tuan handa yang langsung membuat tangan joxi menjabat tangan calon mertuanya itu.
“bismilah, sodara joxi indrawanto bin indrawanto saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anakku yang bernama hani febrian binti handa febrian dengan mas kawinnya berupa cincin emas 25 gram!”
“saya terima nikahnya dan kawinnya dengan mas kawin tersebut!”
“bagaimana saksi sah?”
“SAhhhhhh….” Teriak para saksi yang membuat joxi dan hani tersenyum bahagia “Alhamdulilah..” kata semua anggotan geng bad boy dan kara serta desi sungguh mereka merasa lega karena ijab kabulnya lancer “cium dulu lah jox sebelum kita party” teriak ardi perwakilan dari teman temannya dan tampak mendapat dukungan dari semua para tamu undangan yang ada di sana sedang kara dan desi ingin sekali menyentil ginjal pria muda itu karena berani berkata demikian.
“boleh kah?” hani langsung menganggukan kepalanya sehingga joxi tersenyum bahagia lalu bibirnya yang seksi mencium kening hani dengan lembut “cie cie, so sweet banget sih?” teriak teman teman joxi karena merasa bahagia sendiri melihat leadernya sudah menyelesaikan misi pertama yaitu mencium istrinya dan mereka pun langsung berpesta ria.
__ADS_1
Kini hani mengajak kedua sahabatnya ke taman belakang rumah ayah mertuanya itu dan mata mereka bertiga langsung menatap langit malam yang di tebari banyak bintang yang menemani bulan “nanti malam gak usah canggung han?” celetuk desi tiba tiba yang langsung di sikut oleh lengan kara “kau rusak suasana aja” sahut kara kesal sambil memperhatikan wajah hani yang tampak lelah itu “apa kalian bahagia..” serempak kedua sahabatnya itu menggelengkan kepalanya sehingga hani menatap heran kearah mereka.
“kalo kau gak bahagia kami juga gak bahagia han?”
“iya kara benar, jadi aku Tanya jawab jujur apa kau bahagia han?”
“tentu aku bahagia, dan akan selalu begitu asalkan kalian selalu ada di sisiku” kata hani lalu bibirnya tersenyum manis kepada kedua sahabatnya yang membuat mata kara dan desi berbinar lalu mereka memeluk tubuh hani yang ada di tengah tengah mereka “kami anggap itu pujian han, tolong jangan menangis di hari bahagia mu. Aku janji akan jadi sahabat yang baik untuk mu” kata kara sungguh dirinya juga merasakan sakit yang luar biasa “iya aku juga han, jadi jangan sedih ya kau sekarang sudah resmi jadi istri orang jadi berbahagia lah karena kau tidur gak akan di temani guling lagi hahaha” sahut desi mencairkan suasana sehingga hani ikut tertawa kecil.
“iya sudah han sana kembali lah, kau butuh istirahat kan?” kata kara saat melepas tubuh hani sehingga desi juga berhenti memeluk tubuh sahabatnya itu “jangan kuatir, apa kalian mau nginap di sini?” Tanya hani dan desi hendak membuka mulutnya namun anggota geng bad boy tiba tiba menghampiri mereka “mau apa? Pingin di sentil ginjal kalian?” Tanya desi sambil matanya menatap penuh kebencian pada ketuju pria muda itu “eh eh ibu desi tenang lah kami gak mau ganggu kok Cuma pingin gabung aja?” jawab ardi yang mendapat anggukan semua temannya.
“han sebenarnya aku malas lah sama mereka ngapa kau bolehin gabung?” Tanya desi sambil wajahnya cemberut “ya gak apa apa, kita sesekali bersikap baik sama mereka” jawab hani yang tidak mendapat respon kedua sahabatnya sehingga bibir hani tersenyum tipis “bagaimana ya? Tapi aku rasa teman joxi yang bernama ardi dan rey menyukai kalian?” kata hati hani sungguh dirinya bisa tahu dari tatapan dua pria muda itu sedang menyimpan rasa kepada kedua sahabatnya.
“gelar di mana ini karpetnya?” Tanya joxi saat rombongannya datang “tuh di kolam renang juga boleh” jawad desi santai yang membuat joxi tersenyum ketir “disini aja ya?” selesai mengatakan itu joxi langsung menggelar tikarnya di bantu teman temannya sedang desi masih saja memasang wajah dingin “sini in sih itu keripik pisangnya?” pinta hani sehingga joxi memberikannya.
__ADS_1
“kar dari pada kau bengong nih ngemil keripik aja tuh ajak sekalian desi” hani langsung memberikan seplastik keripik itu pada sahabatnya yang sedari tadi terdiam “makasih han, des ini di makan barengan?” kata kara yang membuat desi mengambilnya lalu keripik itu di masukan kemulutnya sedang anggota geng bad boy hanya terdiam karena mereka semua takut pada desi yang jika marah besar akan di sentilnya ginjal mereka.
“ais aku bosan kar yok pulang aja?” ajak desi mulai tidak betah hanya diam saja sambil ngemil keripik “iya sudah kita pulang yah an?” Tanya kara pada hani yang masih terdiam karena sedang melahap pizza “serius mau pulang? Hmm iya sudah hati hati ya?” kedua sahabatnya langsung menganggukan kepalanya lalu kara dan desi langsung pergi begitu saja “ah kalo gitu kami juga pulang ya jox, gak enak nanti mau malam pertama jadi ketunda gara gara kami ahahaha..” kata ardi yang hampir di jitak tangan joxi namun dirinya sudah lari duluan “iya sudah kami juga pamit ya, selamat ber wik wikan?” kini giliran rey yang berbicara yang membuat joxi cemberut.
“iya udah sono pergi aja kalian!”
“eh ngusir? Ibu hani titip joxi ya kalo dia nakal jitak aja kepalanya kami ihklas!” kata diki yang langsung mendapat anggukan kepala hani sambil bibirnya tersenyum ramah pada teman teman suaminya itu “da da jox sampai ketemu besok?” teriak rey dan teman temannya sebelum mereka melanjutkan langkahnya sehingga kini hanya tersisa hani dan joxi.
“mau masuk ke rumah sekarang?”
“iya, udah dingin juga ini?” kata hani hendak melangkah kan kakinya namun dengan cepat joxi langsung membopong tubuhnya sehingga membuat istrinya itu tersentak kaget “kau malu?” Tanya joxi saat memperhatikan hani yang tampak gugup “aku gak akan memaksamu, kita bisa mulai kapan saja” selesai mengatakan itu joxi melangkah kan kakinya menuju rumah dan kini mereka berdua sudah masuk kedalam kamar “deg deg deg..” jantung hani berdetak tidak beraturan saat tangan joxi menarik tubuhnya sehingga membuatnya terasa hangat berada dalam dekapan pelukan suaminya itu.
“apa dia sudah tidur?” kata hati hani lalu matanya mencoba menatap wajah joxi “ya kenapa kau masih melek aja?” teriak hani karena tersentak saat matanya bertabrakan dengan mata suaminya yang tampan itu “boleh kah aku..” joxi ragu sehingga dirinya lebih memilih untuk mengalah sehingga langsung memejamkan matanya “tidur lah besok kau harus kuliah dan aku harus ngajar” kata hani yang membuat joxi sedikit kecewa.
__ADS_1
“dia memang gak romantic, masih jual mahal padahal aku sudah mandi pakai sabun terbaik biar wangi tapi masih aja di tolak” gerutu hati joxi padahal dirinya ingin sekali kembali mencicipi bibir istrinya itu namun sayang hani sama sekali tidak memberinya kesempatan “cup..” akhirnya joxi benar benar bisa mengecup bibir istrinya itu setelah menunggu hani memasuki dunia mimpi “selamat tidur istriku sayang” itu lah kalimat yang di bisikan mulut joxi ketelinga hani dan dirinya pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh istrinya tersayang.