Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Ngenes 3


__ADS_3

Kini joxi dan hani sedang di kamar “ini akan sedikit perih tahan ya?” kata hani lalu tangannya menempelkan kain kasa yang sudah di berinya obat ke pipi kiri suaminya yang merah kebiruan itu “bagus gak rewel?” kata hani lagi lalu tertawa kecil melihat ekspresi lucu suaminya menahan rasa sakit.


“kau manis sekali kalo lagi ketawa gitu?” kata joxi lalu bibirnya mencium lembut bibir hani “Mmm.. jox tuu..” joxi tidak membiarkan mulut istrinya itu berbicara sehingga tangannya lebih leluasa membuka kemeja hani “Akk..” joxi langsung terperanjat saat hani menggigit lidahnya sehingga berakhir lah ciuman mereka.


“huh huh huh..” hani mengatur napasnya yang berat itu sehingga joxi tersenyum dan di abaikan rasa sakitnya tadi “bukk..” joxi mendorong tubuh hani hingga terbaring di tempat tidur lalu joxi pun naik keatas tubuh istrinya itu “cup..” awalnya ciuman itu mendarat di pipi hani namun kini merambat ke lehernya hingga membuatnya terasa panas.


“joxi tunggu dulu kau lupa aku sedang menstruasi?” kata hani yang membuat suaminya itu langsung melongo “ah iya maafkan aku sayang” sahut joxi lalu menyingkir dari atas tubuh hani “huh huh huh..” hani ketakutan sungguh dirinya masih belum siap jika harus melakukan itu sekarang sedang joxi yang sedang asik memperhatikan wajahnya langsung tersenyum ketir lalu tangannya menarik tubuh kurus istrinya itu untuk di bawa dalam dekapan pelukannya.


“maafkan aku ya? Tanpa aba aba main beraksi aja?” joxi tahu hani ketakutan itu bisa terlihat dari mata indahnya bagaimana teduhnya wajah istrinya tadi “ak aku.. Sshh!” hani langsung menatap wajah suaminya saat joxi menyuruhnya diam “aku akan bersabar, jadi kau tenang saja oke sudah jangan takut ya?” hani langsung menganggukan kepalanya sehingga joxi semakin mendekapnya dalam pelukan tubuhnya yang hangat.


“maaf kan aku, harusnya aku tidak harus membuat mu merasa bersalah karena pada dasarnya aku ini memang milikmu joxi” kata hati hani sungguh dirinya merasa bersalah walau pun hani tahu belum bisa mencintai suaminya itu namun setidaknya hani harus siap untuk memenuhi kebutuhan biologis suaminya supaya joxi tidak merasa sedih.


“padahal dikit lagi? Hmm aku juga ngapa gak romantic banget lah cari kesempatan dalam kesempitan!” joxi memaki dirinya sendiri karena merasa tidak becus menjadi seorang suami padahal joxi tahu hani sedang belajar mencintai dirinya namun lagi lagi joxi mengacaukannya “apa ada luka lagi?” tiba tiba hani bertanya sehingga membuyarkan lamunan suaminya itu “ah iya, sebentar?” joxi langsung melepas tubuh hani lalu membuka kemeja bajunya itu sedang hani menutup kemejanya yang di buka paksa suaminya tadi.


“deg..” hani tidak bisa membohongi dirinya bahwa memang tubuh suaminya itu sangat seksi hingga membuatnya hampir mimisan namun hani tidak lagi terperdaya setelah teringat sosok atez kekasih dulunya itu “kau untung kuat kalo gak kau pasti pulang tinggal nama?” kata hani saat selesai mengobati perut suaminya yang terluka akibat di hajar oleh sahabatnya tadi.

__ADS_1


“ya, tapi sayang harusnya kau bilang sama dia supaya jangan garang garang jadi cewek? Nanti dia gak nikah nikah?” keluh joxi yang membuat hani tertawa kecil lalu matanya yang ramah menatap wajah suaminya yang tampan itu “bukannya ardi menyukai desi?” mata joxi langsung membelalak saat mendengar pertanyaan istrinya itu “dari mana kau tahu ardi suka sama dosen galak itu?” Tanya joxi penasaran.


“dari caranya menatap desi? Bahkan kawan mu yang bernama rey itu mungkin saja juga menyukai kara?”


“wah kamu hebat juga sayang bisa menebak isi hati orang lain?”


“iya lah siapa dulu..”


“istriku tersayang!” sahut joxi lalu menciumi pipi hani “cukup cukup kau mandi lah? Aku akan memasak?” joxi langsung menggelengkan kepalanya “ayo kita mandi bareng?” ajak joxi dengan memasang wajah melas yang membuat hani gemas “gak mau, kalo kau paksa aku lagi aku bakal panggil desi nih biar kau di hajarnya?” tentu joxi langsung cemberut karena di tolak mentah mentah “iya sudah, kau memang gak romantic aku kecewa?” selesai mengatakan itu joxi langsung melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.


Kini hani hendak kedapur namun melihat kedua ayahnya sedang berjalan hani pun langsung menghampirinya “ayah jadi mau tinggal di sini juga?” tanya hani pada ayah kandungnya “iya sayang, kata ayah indra ayah nanti kesepian tinggal dirumah jadi menyuruh ayah juga tinggal dirumah ini tidak mengapa kan?” jawab ayahnya sehingga kepala hani langsung manggut manggut lalu memeluk tubuh ayah kandungnya itu “bagus lah kalo ayah mau tinggal di sini jadi aku gak terlalu kuatir?” selesai mengatakan itu hani berhenti memeluk tubuh ayahnya.


“iya sudah ayah handa dan ayah indra sana mandi lalu istirahat hani mau masak dulu untuk makan malam kita?”


“baik lah sayang!” kata kedua ayahnya bersamaan lalu hani pun segera pergi kedapur kini hani sudah lebih dari 1 jam memasak di bantu oleh para pelayan rumah di kini makanan lezat pun tersaji di meja “wah ini pasti bikin nambah napsu makan tuan muda non karena tuan joxi sangat suka ayam geprek” kata pelayan yang membuat hani tersenyum.

__ADS_1


“iya sudah bibi boleh pada istirahat aku akan panggil suami ku dulu?” hani pun kembali kekamarnya “ceklekk..” hani langsung melongo saat melihat tubuh bugil suaminya “Aaa..” hani menjerit lalu tangannya menutupi wajahnya sedang joxi yang kelabakan langsung segera berpakaian.


“sudah belum?”


“sabar dikit lagi..” joxi pun menarik seleting celananya “sudah sudah kau boleh buka mata mu sayang?” hani pun mengintip dan matanya langsung membelalak “ya kau belum pakai baju? Cepat pakai?” teriak hani yang membuat joxi tersenyum penuh makna lalu kakinya melangkah mendekati istrinya itu “ya lemari di sana kenapa kau kesini?” kata hani sambil menunjuk kearah lemari yang ada di pojok dekat pintu kamar mandi namun joxi tetap melangkah hingga hani terapit oleh kedua tangan suaminya yang sudah menempel di tembok.


“kau malu?” rasanya hani ingin sekali menjitak kepala suaminya itu karena memberikan pertanyaan konyol “ya tentu aku malu!” kata hani dengan nada ketus membuat joxi tertawa kecil lalu tangan kirinya memegang lengan hani.


“kenapa kau harus malu bukan kah tubuh ku adalah milik mu?” selesai mengatakan itu tangan joxi langsung menempelkan tangan istrinya kedadanya yang kekar itu sehingga membuat hani terperanjat “ya apa.. Mmm..” mata hani membelalak saat tanpa aba aba bibir suaminya itu mencuim bibir mungilnya “Mmm jox..” joxi sudah menjadi liar karena sama sekali tidak memberikan ruang untuk mulut istrinya berbicara “huh huh huh..” pada akhirnya joxi melepas bibir hani karena hani mulai kehabisan napas.


“ini baru permulaan sayang? Tunggu aku ya aku akan membuatmu merasa diatas puncak dan tidak akan ingin turun kembali” selesai mengatakan itu bibir joxi mencium kening istrinya dengan lembut “aku akan menunggu mu di dapur kau segera lah mandi?” joxi langsung keluar dari kamar sedang hani masih tampak ketakutan.


“aku.. hiks hiks” hani akhirnya terisak sungguh dirinya mengalami dilemma yang sangat membuat hatinya tersiksa “ya allah bagaimana ini?” hani merasa kebingungan sungguh dirinya sangat ingin memberitahu tentang perasaannya yang sebenarnya namun hani takut itu tidak hanya menghancurkan hati suaminya tetapi juga keluarganya.


“loh ayah handa udah di sini aja? Kapan sampai?” Tanya joxi melihat ayah istrinya itu tengah duduk bersama ayah nya “sini jox duduk, ayah tadi di jemput ayah indra hmm tak mengapa kan ayah tinggal di sini juga?” tentu joxi langsung menganggukan kepalanya dan tidak lama kemudian hani pun juga menghampiri mereka sehingga mereka berempat makan bersama sambil mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2