Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Bicara


__ADS_3

“dor dor dor” mata desi perlahan terbuka saat terdengar samar suara gedoran pintu “siapa ya yang bertamu?” Tanya hani juga ikut terbangun dan hendak bangkit dari tempat tidur namun tangan desi langsung menahannya “tunggu di sini biar aku yang bukakan pintu?” selesai mengatakan itu desi langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera melangkah kan kakinya menuju pintu keluar rumahnya.


“ceklek” desi membuka pintu dan terlihat sosok pria tampan di hadapannya “kenapa kau datang kemari? Menggangu tidur siang ku saja!” ardi langsung tertawa kecil mendengar perkataan desi “ya malah ketawa mau di tonjok?” seketika ardi langsung terdiam lalu matanya yang ramah menatap wajah cantik desi yang selalu berekspresi dingin itu.


“apa bu hani di sini?”


“tentu saja, pake nanya ada apa?”


“bisa kah aku mengajaknya kerumah sakit joxi mogok makan?”


“mau dia mogok makan atau mogok minum hani sudah gak perduli lagi..”


“apa kau ingin membunuh nya? Kenapa kau sangat membencinya?”


“pake nanya lagi? Gara gara leader mu dan keluarganya hidup hani hancur! Duarr..” selesai mengatakan itu desi langsung membanting pintu di hadapan ardi yang terlihat tampak sangat marah “kau pikir karena kau seorang pria jadi seenaknya pada perempuan? Kalo dia dan kalian gak bejad aku gak akan mungkin membenci kalian”

__ADS_1


guma hati desi yang sebenarnya ingin menghabisi semua anggota geng bad boy itu karena tingkah ketujuh pria muda itu terlalu buruk baginya, mereka tidak menghargai seorang wanita, sombong dengan orang miskin dan selalu menganggap diri mereka ada lah raja sehingga semua keinginannya harus di penuhi apa pun dan bagaimana pun caranya itu lah kenapa desi begitu membenci dan tidak menyukainya.


“siapa yang datang des?” Tanya hani saat desi sudah kembali ke kamar lalu kara pun juga ikut terbangun “han apa kau ingin cerai dengan joxi?” tentu pertanyaan desi membuat kedua sahabatnya itu terkejut “apa maksudmu bicara begitu des?” Tanya kara karena dirinya tahu hani sedang terdiam karena merasa kebingungan “aku muak dengan mereka bertuju pingin aku bunuh semua” jawab desi dengan kejujuran dalam hatinya.


“aku gak tahu, aku takut ayah akan merasa sedih karena jika aku cerai tentu membuat persahabatan paman indra dan dirinya retak”


“han kenapa lagi lagi kau mengkuatirkan orang lain?”


“desi aku mencintai ayah ku, itu lah alasannya..” mulut desi langsung terkatup sedang kara hanya terdiam sambil memperhatikan kedua sahabatnya itu “aku ingin ayah tahu bahwa aku tidak mencintai joxi, tapi sekali pun aku jujur pada akhirnya kejujuran ku dia abaikan olehnya?” keluh hani yang membuat kedua sahabatnya menatap wajahnya yang tampak teduh itu tiba tiba kara langsung memeluknya.


“aku gak mungkin melakukan itu kar?"


“memang nya kenapa han apa yan..”


“antar kan aku kerumah sakit!”

__ADS_1


“HAH” tentu kedua sahabatnya langsung tersentak dan hani tahu hal itu “aku hanya perlu bicara kepada joxi, ayahku dan ayah indra” mata desi dan mata kara langsung saling menatap seolah berbicara “baik lah ayok antar hani” kepala kedua gadis itu langsung mengangguk “iya sudah ayo lah kita ke rumah sakit” kata desi yang membuat hani gembira dan mereka bertiga pun bersiap siap.


Kini ardi sudah kembali keruang joxi di rawat “bagaimana?” Tanya rey namun jika di lihat dari mimic wajah ardi yang murung mereka sudah bisa menebak jawabannya “maaf..” kepala tuan handa dan kepala tuan indra langsung mengangguk “joxi sumber masalah kali ini memang berasal dari dirimu sendiri, jadi apa pun yang menjadi keputusan hani nanti terimalah dengan lapang dada karena ayah tidak bisa membantu” kata tuan indra pada anaknya itu sungguh dirinya juga merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena tidak becus mendidik joxi sehingga anaknya itu menjadi pria muda yang begitu nakal dan berkepribadian buruk.


“jox kau yakin tidak lapar?” Tanya kakaknya yang tampak sedih melihat wajah adiknya yang begitu teduh dengan sorot mata yang layu “bisakah kalian tinggalkan aku sendiri saja?” pinta joxi dengan suara lirih sehingga kepala mereka mengangguk dan memilih mengalah meninggalkan joxi sendiri di ruangan ini.


Kini keluarga dan teman teman joxi sudah keluar dari ruangan.


“handa tolong maafkan anakku ya?” kata tuan indra sungguh dirinya berhak meminta maaf pada sehabatnya itu “aku tidak apa apa indra, hanya saja hani aku tidak tahu bagaimana perasaannya kini?” tuan handa sebenarnya sangat mengkuatirnya anaknya itu namun dirinya yakin hani akan baik baik saja karena sedang bersama dengan sahabatnya “memang hani tadi kemana di?” Tanya joko “dia ada di rumah ibu desi kak..” kepala joko langsung manggut manggut.


“ayah kalian tenang saja aku akan berusaha membujuk hani untuk datang kemari?”


“menurut ayah jangan dulu jok, mungkin dia juga butuh menenangkan diri?”


“tapi ayah bagaimana dengan joxi?” tuan indra langsung terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan anak pertamanya itu “tunggu sama hari ini saja, jika hani tidak datang biar aku yang menjemputnya” mata mereka langsung menatap wajah tuan handa “benar kah han?” Tanya tuan indra yang mendapat anggukan kepala sahabatnya itu.

__ADS_1


“wah terimakasih banyak handa” akhirnya mereka semua mulai sedikit tenang namun di dalam ruangan yang begitu sunyi ini joxi menangis menyesali perbuatannya yang sudah mengecewakan hati istrinya tercinta “maafkan aku..” suara joxi parau dan tenggorokannya terasa sakit karena menahan isakan tangisnya supaya tidak pecah “aku mohon maafkan aku” kini giliran hati joxi yang mengucapkan kalimat itu berharap istrinya itu bisa mendengar dan merasakan betapa menyesal dan tidak berdayanya joxi di siksa oleh rasa takut akan kehilangan orang yang paling di cintainya di dunia ini yaitu hani istrinya tersayang.


__ADS_2