
“cekit..” mobil joxi kini sudah terparkir di halaman rumah hani “ya ngapa kau ikut keluar juga lah?” Tanya hani dirinya kesal karena pria muda itu hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaannya dan kini hani pun mulai melangkah kan kakinya sehingga joxi menyusulnya “aku akan bilang langsung ke ayahmu?” selesai mengatakan itu joxi langsung menggengam tangan hani dan membawa gadis itu ikut berlari masuk kedalam rumah.
Entah moment ini kebetulan atau sudah jalan takdir dari tuhan di dapati tuan handa dan tuan indra sedang duduk di ruang tamu sehingga joxi dan hani berhenti di hadapan kedua orang tuanya itu “paman aku ingin melamar anakmu? Aku serius untuk menjadikan dia sebagai istriku!” kata joxi lantang pada ayah hani yang tampak berekspresi datar itu lalu matanya pun melirik anaknya yang sedang berdiri di samping pria muda itu terlihat hani mengangguk kan kepalanya “baik lah aku terima lamaran mu?” jawab tuan handa yang membuat joxi dan ayahnya langsung tersentak kaget.
“serius paman?”
“iya serius kau bilang begitu handa?”
“menurut kalian apa aku sedang bercanda?” joxi dan ayahnya langsung menggelengkan kepalanya lalu mata joxi yang indah menatap wajah hani yang tampak pucat itu dan hendak memeluknya karena sangat bahagianya “stop..” tiba tiba suara desi menggema di ruangan itu sehingga joxi mengurungkan niatnya dan semua mata tertuju pada gadis bertubuh jangkung itu yang melangkah menghampiri mereka.
“kau memang sudah di terima lamarannya tapi dia belum halal untukmu jadi jangan asal peluk atau aku sentil ginjal mu..” kata desi sambil menarik lengan hani supaya sahabatnya bisa di belakangnya “kalian urus saja acara pernikahannya dan biarkan hani istirahat” selesai mengatakan itu desi menggeret lengan hani dan membawanya ikut berjalan menuju kamar.
“sejak kapan hani dekat dengan gadis itu?”
__ADS_1
“itu tidak penting indra, yang terpenting sekarang mari kita bermusyawarah untuk acara pernikahan anak kita..”
“oh oke oke handa, joxi kau juga boleh pulang sayang ayah nanti di antar oleh supir paman handa”
“tidak ayah aku mau di sini juga untuk ikut bermusyawarah” kepala kedua pria tua itu langsung mengangguk sehingga bibir joxi tersenyum bahagia “paman, ayah aku sudah membuatkan cincin untuk maharnya berarti sekarang kita bahas tempat pernikahan ku sama baju yang akan kita kenakan ya?” Tanya joxi antusias yang membuat ayah dan pamannya itu tertawa kecil “joxi kau benar, tapi kita juga perlu mengurus undangan dan juga karting makanan serta panitia dan masih banyak lagi..” sahut tuan handa yang di iyakan oleh sahabatnya.
“ah iya berarti lama ya paman? Padahal aku pingin hari senin udah bisa nikah!”
“joxi kenapa kau buru buru sekali?”
“joxi kalau kamu benar benar ingin menikah dengan hani kau harus bersabar karena dia adalah anak pertama ku dan aku ingin membuat pesta yang luar biasa di hari pernikahannya karena itu semua harus di pikirkan matang matang”
“ah begitu paman, baik lah maafkan aku?”
__ADS_1
“tidak mengapa aku tahu bagaimana perasaan mu karena dulu pun aku pernah bertemu orang macam kau?” selesai mengatakan itu tuan handa langsung menatap wajah sahabatnya itu yang tampak canggung “sudah lagi handa itu sudah jadi masa lalu?” pinta tuan indra yang membuat joxi kebingungan sedang tuan handa menganggukkan kepalanya.
“ayah dulu pas sama ibu juga seperti ku?” Tanya joxi karena tidak ingin termakan rasa penasaran di dalam hatinya “ibumu dulu adalah kembang kampus dan ayah sepertimu terlanjur cinta namun sayang…” tuan indra tidak menyelesaikan perkataannya membuat anaknya itu semakin penasaran.
“sudah joxi kau tidak usah membahas tentang ayahmu, yang sekarang kau perlu tahu adalah pernikahan bukan lah sesuatu hal yang sepele karena pernikahan itu mengikat dua hati yang di satukan oleh perasaan cinta jadi dengan adanya cinta itu lah maka hubungan dalam rumah tangga akan awet selamanya jadi paman sarankan jika kau belum siap maka kau boleh mundur?”
joxi langsung menggelengkan kepalanya lalu matanya yang indah menatap lekat wajah tuan handa “aku siap paman dan aku sudah siap menjadi suami hani walaupun aku lebih muda dari dirinya aku akan bersikap lebih dewasa jadi paman jangan kuatir aku benar benar mencintai anak paman dan akan menjaganya” tuan handa menganggukan kepalanya karena dirinya merasa yakin joxi bisa melakukan semua yang di ucapkan mulutnya tadi.
“bagus lah kalau gitu mari kita bermusyawarah untuk acara pernikahannya?” tuan handa dan joxi langsung menganggukan kepalanya sehingga ketiga pria itu mulai menyusun banyak rencana untuk persiapan dan acara penikahan yang sangat di tunggu tunggu oleh joxi sedari kemarin.
Sedang di kamar dalam rumah ini hani dan desi berbincang cukup lama “jadi kau sudah mantep nih?” Tanya desi saat dirinya sudah selesai mendengar semua curahan hati hani “iya, des aku mohon tolong kasih pengertian ke kara ya? Aku takut karena keputusanku ini membuatnya kuatir?” pinta hani lalu matanya menatap kara yang sedang terlelap di sampingnya.
“kau tenang saja han soal kara itu bisa aku atur, Cuma baik dia atau aku kami sesungguhnya memikirkan tentang perasaan mu? Aku takut kau akan semakin menderita kalo menikah dengan cowok brengsek itu?”
__ADS_1
hani menggelengkan kepalanya sehingga desi tersenyum ketir karena dirinya tahu sahabatnya itu pintar berpura pura “baik lah kalo memang keputusan mu begitu han aku dan kara akan mendukungmu tapi ingat kami gak akan pergi dari sisimu jadi kalo kau merasa sedih atau butuh bantuan kabari kami ya? Karena kami adalah sahabatmu..” selesai mengatakan itu desi langsung memeluk tubuh hani entah mengapa hatinya merasakan sakit yang luar biasa saat tidak bisa membantu sahabatnya ini keluar dari kekacuan yang mengerikan.