Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Perbaikan


__ADS_3

“sepertinya dia memang tidur di sana?” kata kara yang membuat desi tersenyum lalu tangannya menarik lengan sahabatnya itu sehingga tubuh kara di peluknya “kapan kau mau jalan jalan lagi dan Cuma kita berdua?” kara tentu terkejut sehingga kepalanya mendongkak keatas dan matanya langsung menatap wajah sahabatnya itu.


“hani?” wajah desi langsung cemberut sehingga kara tersentak “just you and me” selesai mengatakan itu desi langsung mencium pipi kara “cup” tangan kara langsung mendorong kepala desi supaya menjauh dari wajahnya.


“kenapa?”


“kenapa? Aku geli..” desi langsung melongo lalu dirinya tertawa lepas “ahahaha..” kara tampak kesal dan hendak bangkit dari tempat tidur segera desi kembali menarik tubuhnya “bukan kah aku juga punya hak menyentuh mu?” tatapan mata desi sangat menggoda dan wajahnya tidak beribawa sehingga kara ingin sekali menampol kepalanya itu “ya kau memang siapa?” jawab kara yang membuat desi tampak kesal.


“kau bilang siapa aku? Iam your angel and devil for you kar!”


“yes I know but you al..”


“I always make you flustered?” mulut kara langsung terkatup dan matanya memandang kebawah sehingga desi tersenyum puas melihat sahabatnya itu merasa gugup “hmm like this, yes this why reason I always fall in love whit you?” selesai mengatakan itu desi kembali memeluk tubuh kara “I love you so much please dont leave me” bisik mulut desi ketelinga kara “baik baik mari tidur” sahut kara lalu memejamkan matanya sehingga bibir desi mencium keningnya “good night honey” selesai mengatakan itu desi pun ikut tertidur.


Di sudut kota Bandar lampung yang lain para anggota bad boy sedang asik berpesta di rumah ardi “akhirnya kita bisa bersenang senang” kata aldi yang membuat teman temannya tersenyum “walau pun leader kita gak ada kita harus tetap buat malam ini jadi seru sampai pagi” sahut diki sambil mengangkat gelas berisi cola.


“tring” suara keenam pria muda itu membenturkan gelasnya masing masing “putar musiknya lebih keras” pinta riki dan mereka pun merayakan perdamaian leadernya dengan istrinya dengan berpesta pora sampai subuh dan selesai melaksanakan solat mereka langsung tepar karena begadang semalaman.

__ADS_1


Hani perlahan membuka matanya dan menyadari suaminya tidak ada di sampingnya “lah dia kemana?” Tanya hani tiba tiba pintu kamar mandi terbuka “aku kira kau kemana?” kata hani saat melihat joxi menghampirinya “kau sangat nyenyak jadi aku enggan membangunkan mu” sahut joxi lalu tangannya merapikan rambut hani yang acak acakan.


“kadang kau harus membangunkan aku..” guma hani namun didengar dengan jelas oleh telinga joxi “maksud mu?” hani langsung kelabakan lalu tersenyum canggung pada suaminya itu “jangan dianggap serius, karena gak Cuma aku kau pasti juga pernah mimpi buruk kan?” selesai mengatakan itu hani langsung beranjak dari tempat tidur dan melangkah masuk kedalam kamar mandi.


“apa dia sering mimpi buruk?” Tanya joxi berusaha mencerna perkataan istrinya tadi sedang di kamar mandi hani termenung sambil matanya menatap pantulan wajahnya di cermin ”aku gak boleh membongkar semuanya” kata hati hani lalu dirinya pun mencuci muka dengan air yang keluar dari kran wastafel dan segera keluar dari kamar mandi “lah kalian kenapa sejak kapan kemari?” Tanya hani mendapati kedua sahabatnya berada di ruangan ini sedang joxi hanya tersenyum “kami Cuma ingin memastikan apa kalian baik baik saja?” jawab desi sehingga hani tersenyum lalu menghampirinya.


“jangan kuatir aku akan selalu baik baik saja”


“iya han kami percaya lah, iya sudah ayo cari makan?” ajak kara yang membuat hani melirik suaminya “iya sudah ajak dia juga” tambah kara memahami bahasa tubuh sahabatnya itu “apa gak apa apa aku ikut?” Tanya joxi senang “gak apa apa, ayo” ajak desi sehingga joxi tersenyum bahagia dan mereka pun kekantin “mau pesan apa?” Tanya kara yang membuat mereka terdiam.


“aku mau bubur ayam dan ayam goring”


“aku juga sama” sahut joxi sehingga kara langsung pergi kekasir untuk memesan menu makanannya “semalam tidurmu nyenyak?” Tanya desi yang membuat hani tersenyum lalu menganggukan kepalanya “tentu saja” jawab hani senang yang membuat joxi tersenyum “kalian harus berkerja keras setelah ini dan untuk mu jangan jadi pria bodoh lagi” desi tidak main main dengan perkataannya dan tampak jelas gadis bermata tajam itu sedang memperingatkan lawan bicaranya.


“kau tenang saja, aku akan berusaha dengan baik” sahut joxi yang membuat desi menganggukan kepalanya tiba tiba kara pun datang dengan membawa nampan berisi makanan.


“ayo kita makan” ajak kara lalu memberikan mangkuk berisi bubur itu pada kedua sahabatnya sehingga joxi mengambil buburnya sendiri.

__ADS_1


“untuk mu kau bayar sendiri” kata kara yang membuat desi dan hani melongo sedang joxi langsung tersenyum ketir namun segera menganggukan kepala “ya allah pelit banget kau kar?” kata desi yang di iyakan oleh hani “udah makan” sahut kara yang membuat kedua sahabatnya terdiam lalu mereka pun makan bersama.


“Deg” mata joxi langsung membelalak saat menyuapkan se sendok bubur kemulutnya “kenapa muka mu gitu amat?” Tanya desi keheranan “ah gak apa apa, santai ehehehe” kata joxi gugup yang membuat hani curiga “apa buburnya gak enak?” Tanya hani namun membuat kara menatap tajam mata joxi seolah ingin membunuhnya.


“enak, enak kok buburnya” selesai mengatakan itu joxi kembali melahap bubur di mangkuknya “hmm buru makan bubur mu han nanti dingin gak enak?” kata desi sehingga hani pun memakan buburnya kembali “gila ini asin banget, kara awas yak au” kata hati joxi geram dengan sikap sahabat istrinya itu.


“ahahaha rasakan makan garam semangkuk” kini giliran hati kara yang berbicara dan merasa sangat bahagia karena berhasil memberi pelajaran pada pria yang di bencinya itu.


“oke waktunya pulang” kata desi saat sudah selesai makan “kalian berdua pulangnya gimana?” Tanya kara yang membuat joxi dan hani saling menatap “katanya tadi di jemput, tapi belum datang juga?” jawab hani singkat.


“kami antar kalian aja ya?”


“gak mau..” jawab joxi yang membuat ketiga wanita muda itu menatapnya “kalo gak mau kami tinggal?” sahut hani yang membuat kedua sahabatnya menahan tawa sedang joxi langsung kena mental “iya sudah ayo lah anter” kata joxi namun wajahnya cemberut “nah gitu dong, ayo pergi?” ajak desi sehingga mereka pun melangkah kan kakinya menuju halaman parker dan kini mobil kara sudah melaju di jalanan.


“han dia tidur?” Tanya kara saat melihat kaca kecil kepala joxi sedang bersandar di bahu sahabatnya “sepertinya begitu” jawab hani santai “han kami berencana mau liburan kau gak boleh ikut?” tentu perkata desi membuat hani tersentak sedang kara langsung melototi desi yang sedang duduk di sampingnya.


“memang kalian mau kemana?” Tanya hani yang membuat kedua sahabatnya merenung “mungkin ke korea kalo gak jepang atau cina?” jawab desi yang membuat hani cemberut “aku juga mau ikut” sahut hani sehingga desi menoleh kebelakang “no.. just me and my beloved… Cekitt” tiba tiba kaki kara reflek menginjak pedal rem sehingga mobil berhenti mendadak.

__ADS_1


“ya kenapa berhenti dadakan?” Tanya desi kesal sedang hani langsung membungkam mulut joxi yang hendak mengutarakan umpatan karena tidurnya terganggu “berhenti.. aku bilang berhenti” selesai mengatakan itu kara kembali menancap gas sehingga mobil kembali melaju dan tidak ada kata apa pun lagi yang keluar dari mulut mereka sampai mobil kara berhenti di depan rumah joxi.


__ADS_2