
Kini para mahasiswa dan dosen yang ikut dalam acara malam keakraban sudah tiba di tempat lokasi tujuan sehingga mereka semua langsung keluar dari mobil bus “kita ada tenda sendiri pasti?” kata desi saat matanya menatap banyak tenda terpasang tiba tiba joxi menghampiri hani sehingga desi menghadang jalannya “mau apa kau?” Tanya desi sinis namun langsung mendapat tatapan tajam mata joxi.
“kau berkerja kepadaku dan dia istriku apa aku salah dengan tingkah ku ini?” desi tersenyum manis saat mendengar pertanyaan joxi yang baginya sangat menjengkelkan itu “woss buakk..” entah sejak kapan desi mulai mengayunkan tangannya sehingga kepalan tangannya menghantam kuat pipi kanan joxi hingga tubuh pria tampan itu tersungkur di tanah.
“WOY..” teriak ardi dan teman temannya sehingga para dosen dan mahasiswa lainnya langsung mengerumuninya “desi aku rasa ini berlebihan?” kata hani panic yang membuat tubuh desi berbalik sehingga matanya yang tajam bisa melihat wajah hani yang pucat.
“habis dia sok sok an di hadapan ku!” selesai mengatakan itu desi langsung menarik lengan kara lalu membawa sahabatnya itu pergi entah kemana sedang hani langsung menghampiri suaminya itu “untung rahang mu gak patah, maafkan dia ya?” kata hani yang membuat joxi semakin geram namun masih sanggup di tahannya “biar aku obati yuk?” ajak hani lalu joxi pun ikut kesebuah tenda kesehatan yang di beri tahu oleh panitia acara.
“ini mungkin sedikit sakit tolong tahan ya?” pinta hani sambil tangannya menempelkan kain handuk yang di beri es batu ke pipi joxi yang merah lebam “kenapa kau tidak membiarkannya menghajarku?” Tanya joxi yang membuat mata ramah hani menatap wajahnya yang tampan.
“jadi kau ingin di hajar?” Tanya hani balik yang membuat bibir joxi tersenyum tipis lalu tangannya menarik tangan hani “cup..” akhirnya joxi bisa mencium bibir mungil istrinya itu cukup lama “huh huh huh” joxi tersenyum manis saat melihat hani mulai kehabisan napas “aku sangat mencintai mu han” selesai mengatakan itu tangan joxi menarik tubuh hani supaya bisa di peluknya erat.
“tapi aku tidak jox, tolong maafkan aku” itulah kalimat yang terucap dalam hati hani yang sedang meradang itu “aku tahu kau gak bisa mencintaiku tapi bisakah kau selalu ada di sisiku seperti ini?” kini giliran hati joxi yang berbicara sungguh joxi pun sadar hani tidak mencintainya dan joxi berusaha menerima kenyataan itu dengan syarat hani tidak pergi dalam sisinya itu sudah cukup baginya kini.
__ADS_1
“jox.. oh maafkan aku?” ardi tiba tiba masuk kedalam tenda itu dan melihat joxi sedang memeluk tubuh istrinya sehingga membuatnya terkejut sekaligus malu “eh jangan pergi, ada apa ardi?” Tanya joxi sambil berhenti memeluk tubuh istrinya.
“itu tiba tiba rey ilang?” joxi langsung melongo mendengar perkataan ardi “cepat banget lah hmm..” guma hati joxi sedang hani tampak curiga pada suaminya “ayo kita cari?” sahut hani yang membuat joxi dan ardi kelabakan “ah cewek gak usah ikut biar kami saja? Eh maksudnya aku dan teman teman dan joxi di sini saja menjagamu ibu hani?” joxi langsung manggut manggut sedang hani langsung menggelengkan kepalanya.
“ah teman macam apa kau ini?”
“DEG” joxi langsung kena mental saat mendengar pertanyaan hani barusan “ah iya sudah ayo kita cari dia ardi lagi pula hani punya dua sahabat nyebelin” selesai mengatakan itu joxi langsung berdiri lalu keluar dari tenda bersama ardi “ahahaha..” hani langsung tertawa kecil melihat tingkah lucu suaminya itu.
“dia akhirnya kesal sendiri, hmm dasar bocah” hani tahu hilangnya rey adalah sebuah rencana dan hani sudah menebak itu sejak dari kemarin karena perubahan sikap joxi yang tiba tiba tidak rewel itu “ah tapi dimana desi dan kara ya apa mereka ikut mencari rey juga?” tiba tiba hani teringat pada dua sahabatnya itu sehingga dirinya pun ikut keluar dari tenda.
“ah terus rencananya gak jadi padahal rey sudah menyesatkan diri ke hutan tahu ahahaha?” sahut riko bercanda yang membuat joxi cemberut “ahahaha mukamu tambah imut kalo gitu jox? Iya sudah ayok kita kehutan dan cari rey pasti anak itu lagi main air di curup?” ajak diki yang mendapat anggukan kepala joxi “awas ajak anak itu tenggelam kan dia gak bisa renang?” sahut riki yang mendapat tawa teman temannya “tenang saja dia kan tinggi ahahaha” kini giliran aldi yang berbicara sehingga keenam pria itu langsung pergi kecurup air terjun yang ada di lokasi acara.
“des kau masih kesal?” Tanya kara saat matanya yang besar menatap wajah desi yang cemberut itu “iya bisa bisanya dia bilang gitu tadi kalo gak banyak orang udah aku habisin itu cowok brengsek” kara langsung tertawa kecil lalu tangannya mengusap lembut rambut desi yang panjang itu.
__ADS_1
“ternyata kamu memang puppy ya? Kalo di ganggu kau pasti menggonggong” desi langsung menatap tajam mata kara “walaupun aku ini puppy aku tetap imut kan? Tapi aku gak suka kau bilang gitu menggonggong” protes desi yang membuat kara tertawa lepas “ahahaha, baik lah puppy ku maaf deh, hmm ini udah sore kita balik ke tenda yuk?” ajak kara yang mendapat gelengan kepala desi.
“kau gak mau mandi dulu airnya jernih banget tahu?” Tanya desi sambil mata mereka berdua menatap air terjun yang sangat besar dan indah itu “hmm kalo aku mandi di sini aku bisa kena hiportermia karena airnya dingin banget?” desi langsung tersenyum lalu matanya yang tajam menatap ramah wajah kara yang imut “ah aku bisa menghangatkan mu?” tentu perkataan desi membuat kara tersentak kaget lalu tangan kara mencubit lengan desi.
“kau.. dasar otak mesum?”
“ahahaha.. walaupun aku mesum aku kan tetap setia sama kamu kara dan andai aku cowok sudah menikahimu sejak awal kita bertemu?”
“ais dasar gila..”
“ya jangan pergi” tiba tiba tangan desi menarik kuat lengan kara sehingga gadis bermata besar itu kini di peluk oleh desi “aku tahu kau gak suka ini, tapi mau gak aku gendong lalu kita loncat bareng?” Tanya desi menguji ardenalin sahabatnya itu “kau bodoh ya aku kan takut ketinggian?” protes kara yang membuat desi tertawa kecil “kalo gitu mari kita coba?” tiba tiba tangan desi menggendong tubuh kara.
“woy desi turunkan aku aku bisa jan.. Kyaaaa” desi tidak perduli sehingga kakinya langsung melompat dan kini kedua gadis itu terjun bebas kedalam air yang jernih itu dari ketinggian yang hampir mencapai 8 meter “byurr… Ah huh huh huh” desi langsung tersenyum saat tangannya membopong tubuh kara namun kakinya tetap mengayun supaya tidak tenggelam.
__ADS_1
“bukan kah tadi seru?” rasanya kara ingin sekali menjitak kepala desi karena membuatnya hampir terkena serangan jantung namun setelah melihat ekspresi wajah sahabatnya itu kembali ceria kara pun mengurungkannya “kau memang menjengkal” kata kara yang membuat desi tertawa lepas dan mereka berdua pun akhirnya berenang ria di air terjun itu.