Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Katakan


__ADS_3

“hani..” kata ayahnya saat melihat anaknya itu menghampirinya “apa joxi baik baik saja?” Tanya hani sehingga kedua ayahnya itu menggelengkan kepalanya “udah han cepat masuk aja selesaikan semuanya” pinta desi yang membuat kepala sahabatnya itu mengangguk “kalian tunggu di sini ya?” kata hani pada kedua sahabatnya “iya han” sahut kara sehingga hani pun masuk kedalam ruangan suaminya itu di rawat.


“hiks hiks” suara isakan joxi sehingga perlahan hani pun melangkah kearah tempat tidur “joxi..” mata suaminya itu langsung membelalak saat mendengar suara hani yang lirih.


“sayang” tangan hani langsung di tariknya dan kini tubuh hani sudah berada dalam dekapan tubuh joxi yang kekar “maafkan aku” suara joxi sangat parau dan hani tahu suaminya itu sedang ketakutan “joxi tolong lepaskan aku sekarang dan mari kita bicara?” pinta hani yang membuat joxi melepas tubuhnya sehingga kini tangan hani mengusap lembut air mata suaminya itu yang sudah membanjir di pipinya.


“apa kau sudah merasa tenang?” Tanya hani dengan suara datar dan langsung membuat kepala joxi mengangguk “aku menyesal dan aku janji gak akan mengulanginya lagi” kata joxi dengan menatap wajah hani yang tampak pucat itu “apa kau yakin?” sahut hani lirih sehingga joxi tersenyum lalu kepalanya manggut manggut.


“aku mohon tolong jangan meminta cerai karena aku akan hidup tanpa cinta di hatiku jika kehilangan mu..” selesai mengatakan itu joxi kembali memeluk tubuh hani sedang hani sendiri hanya terdiam tidak memberikan respon apa pun “joxi dengarkan aku..” pada akhirnya hani kembali berbicara lalu tangannya memegang pundak suaminya lalu mendorongnya supaya terlepas dari pelukan.


“apa kau yakin masih ingin tetap mempertahankan pernikahan kita?”


“iya, karena aku mencintai mu…”


“walaupun setelah ini akan ada masalah lagi?”

__ADS_1


“apa maksudmu han?” istrinya itu terdiam sungguh banyak hal yang di pikirkan oleh hani dan itu membuatnya gagal focus “joxi apa kau tidak menderita mencintai aku?” Tanya hani dengan kejujuran hatinya sehingga joxi langsung tersenyum penuh makna lalu tangannya membelai lembut rambut istirnya itu .


“apa yang kau katakan? Sekalipun aku tahu kau gak mencintaiku aku akan tetap berusaha supaya kau tetap jadi milik ku karena itu aku ingin kau juga bisa belajar mencintaiku han..” selesai mengatakan itu tangan joxi langsung memegang kedua tangan hani lalu menciumnya “aku tahu ini berat untuk mu tapi bisakah kau jangan menyerah?” Tanya joxi penuh penekanan yang membuat matanya kembali bertabrakan dengan mata hani yang tampak sayu itu.


“kalau begitu kasih aku waktu dan berhenti meminta hal yang belum bisa aku penuhi?”


“akan aku lakukan mulai sekarang karena bagiku kau adalah segalanya” kata joxi lalu kedua tangannya memegang pipi istrinya itu “cup” bibir joxi mencium bibir hani dengan lembut lalu tersenyum saat wajahnya mulai menjauhi wajah istrinya “jadi kau mau kan memaafkan aku?” pinta joxi sehingga kepala hani mengangguk lalu berdiri.


“aku anggap kita sudah berdamai sekarang istirahat lah, aku keluar dulu?” joxi sebenarnya ingin hani tetap disini namun di urungkan nya karena takut hani akan kembali terbebani olehnya “karena aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu han, aku janji” itu lah kalimat yang di ucapkan hati joxi saat matanya memperhatikan punggung istrinya hingga tidak terlihat lagi.


“iya sudah ayo, sekalian cari makan?” sahut kara sehingga mereka bertiga melangkah kan kakinya menjauhi ruang joxi di rawat “apa benar anak kita sudah berdamai?” Tanya tuan indra karena merasa heran dengan sikap anak perempuannya “kalo hani sudah bilang gitu aku percaya kepadanya iya sudah ayo kita juga kembali kehotel dan makan siang?” ajak tuan handa sehingga mereka pun pergi.


Kini hani dan kedua sahabatnya sedang makan di kantin rumah sakit “jadi, gak jadi cerai?” kata desi setelah mendengar penjelasan hani “aku kira dia akan melepasku, ternyata tidak walau pun dia tahu aku gak mencintainya?” sahut hani lirih yang membuat kara berhenti melahap bakso di mangkuknya sedang desi langsung menatap wajah hani yang tampak teduh.


“han kenapa kau gak jujur saja?” Tanya desi sehingga hani membalas tatapan matanya “apa itu menjadi solusi? Aku takut itu menjadi petaka baginya?” jawab hani seadanya sungguh jika tidak memikirkan suaminya itu hani pasti sudah jujur sejak awal namun saat dirinya tahu betapa besarnya cinta joxi terhadapnya membuat hani merasa takut untuk memberitahu semua kebenarannya.

__ADS_1


“lalu sekarang bagaimana?” Tanya kara setelah beberapa menit mereka terdiam “kembali seperti dulu, dan melupakan kejadian ini” jawab hani yang membuat kedua sahabatnya terdiam karena mereka merasa terpukul atas jawaban yang di berikan hani.


“jangan kuatir aku akan selalu baik baik saja kok?” selesai mengatakan itu hani langsung memberikan senyuman manis pada kedua sahabatnya itu “apa kau bodoh? Kami tahu di balik senyuman itu ada hati yang terluka, ada tangis yang di tahan, ada rasa sakit yang begitu nyata?” mata hani langsung membelalak saat kara mengucapkan kalimat itu karena bisa melihat dengan jelas di kedua mata sahabatnya itu menetes air asin perlambang kesedihan dan ketidak berdayaan.


“kara kenapa kau menangis?” Tanya hani panic lalu memeluk tubuh sahabatnya itu “tubuhmu bahkan gemetar” kata hati hani merasakan getaran hebat dari tubuh sahabatnya itu “hiks hiks” kara akhirnya terisak di pelukan hani sedang desi hanya terpaku melihat kedua sahabatnya itu.


“pokoknya kalo sampai ada apa apa lagi jangan hentikan aku untuk membunuh mereka semua termasuk ayah mu han..”


“DEG” jantung kara dan hani terhentak hebat karena perkataan desi yang membuat mereka tersentak kaget dan mereka pun berhenti berpelukan “kau tidak boleh melakukan itu?” sahut hani dan mendapat anggukan kepala kara sehingga mata desi menatap sadis kedua sahabatnya itu “lalu kau ingin apa? Kau ingin kami juga menderita melihatmu tidak bahagia?” Tanya desi yang membuat hani terkatup mulutnya.


“karena hani ingin kau tetap sabar desi dan berhenti membunuh seseorang karena setiap masalah tidak akan selesai dengan melakukan hal itu? Selalu ada ingatan pahit yang tertinggal dan penyesalan karena hal itu memang tidak boleh di lakukan sebenci apa pun kau pada orang itu tetap kau tidak punya hak untuk membunuhnya” itulah jawaban yang bisa di ucapkan mulut kara sehingga desi geram dan tampa sadar tangannya terlalu kuat memegang gelas.


“pyaarr..” sehingga gelas kaca itu pecah dan melukai tangan desi “ya apa yang kau lalukan?” Tanya kara panic lalu tangannya memegang tangan desi yang terluka “sreekk” hani langsung menyobek bajunya dan di berikan kepada kara sehingga tangan kara membalut luka yang penuh darah itu “apa sakit?” Tanya kara panic namun kepala desi menggeleng “sakitnya di sini kara?” tangan desi langsung menunjuk ketengah dadanya yang membuat kedua sahabatnya tersentak kaget.


“kalo di situ aku juga merasakannya des” sahut kara yang membuat hani mengangguk kan kepalanya sehingga desi tersenyum penuh makna “kita ini memang ngenes banget ya?” kata desi sehingga kedua sahabatnya tertawa lalu memeluk tubuhnya “karena itu kita terikat jadi kalo sakit satu sakit semua” sahut hani dan mereka pun kembali merasa tenang saat bahu membahu saling mengkuatkan.

__ADS_1


__ADS_2