Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Bingung


__ADS_3

Joxi kini sudah pulang kerumahnya dan langsung keruangan kerja ayahnya saat mengetahui dari pelayan tuan besar rumah ini sudah pulang “ceklek..” joxi tersentak saat membuka pintu terlihat ayahnya dan tuan handa sedang duduk berhadapan di sofa “kau sudah pulang?” Tanya ayahnya yang membuat joxi tersenyum lalu dirinya menghampiri ayahnya.


“kenapa gak bilang lah kalo ada paman handa?” ayahnya dan tuan handa langsung tersenyum lalu duduk lah joxi di samping ayahnya “paman syukurlah kalo paman sudah di sini, aku tadinya Cuma ingin bicara sama ayah. Paman aku serius akan segera melamar hani anak mu?” mendengar itu tentu ayah dan tuan handa langsung saling menatap lalu kembali menatap wajah tampan joxi yang tampak serius.


“kau serius ingin menikahinya?”


“iya ayah, kalo bisa minggu depan!”


“Haaa..” ayah dan tuan handa tampak terkejut sedang joxi pria muda itu tampak tenang seolah sudah mantap dengan keputusan yang di ambilnya “jadi bagaimana paman, apa aku boleh menikahi hani segera?” entah apa yang di pikirkan oleh tuan handa tetapi pria tua itu langsung menganggukan kepalanya sehingga membuat joxi tersenyum bahagia lalu menatap ayahnya yang juga tampak gembira.


“serius boleh paman?”


“iya joxi, tapi ingat hani adalah anak ku tercinta akan aku lakukan apa pun untuk kebahagiaannya jadi jika kau melukainya sedikit pun aku akan menghukum mu!” joxi langsung menganggukan kepalanya lalu memeluk tubuh sahabat ayahnya itu dengan kasih sayang “terimakasih paman..” kata joxi setelah melepas tubuh tuan handa lalu memeluk tubuh ayahnya.


“ayah merestui aku juga kan?”


“iya joxi, tapi ingat kata paman handa kau harus jaga hani dan jangan pernah menyakitinya?”


“iya iya joxi janji..” joxi langsung melepas tubuh ayah nya lalu di tatapnya bergantian kedua pria tua itu “ayah, paman terimakasih banyak. Iya sudah aku ke kamar ya belum mandi?” ayah dan tuan handa langsung menganggukan kepalanya sehingga joxi pun meninggalkan mereka berdua “bukk…” joxi langsung sujud syukur saat sudah keluar dari ruangan itu “terimakasih banyak ya allah..” kata hati joxi karena merasa bahagia tuhannya telah memberi kemudahan untuk bisa segera menikahi gadis cantik yang di cintainya.


“kau lihat dia sudah berubah bukan?” Tanya tuan indra pada sahabatnya “aku percaya dia bisa melakukan itu, tapi ingat indra kalau hani di sakiti sekali saja oleh joxi aku akan menyuruhnya untuk segera menceraikannya aku tidak ingin hani menderita” tuan indra mengerti maksud dari perkataan sahabatnya itu sehingga kepalanya langsung mengangguk mantap.


“baik lah kalau begitu aku akan pulang untuk membicarakan ini pada anakku?”

__ADS_1


“oke berhati hatilah di jalan, supirku akan mengantar mu pulang” selesai mengatakan itu tuan indra pun membiarkan sahabatnya itu pergi dan kini hatinya merasa lega karena pada akhirnya tuan handa mempercayai joxi anak keduanya itu setelah dirinya memberitahu perubahan perilaku joxi yang semakin baik setiap harinya.


Sudah hampir 1 jam lebih menempu perjalanan akhirnya mobil mewah milik tuan indra terparkir di halaman rumah megah tuan handa “terimakasih pulang lah hati hati ya?” kata tuan handa kepada supir yang mengantarnya sebelum dirinya keluar dari mobil dan kini tuan handa sudah masuk kedalam rumah terlihat anaknya sedang menunggunya di ruang tamu.


“ayah kemana aja lah?” Tanya hani saat melihat ayahnya itu tampak sumringah melihat wajahnya yang masih pucat “ayah tadi rencananya mau langsung pulang eh ternyata paman indra menjemput ayah jadi ayah main kerumahnya” hani langsung menganggukan kepalanya “ayah sudah makan?” ayahnya itu menggelengkan kepala “iya sudah ayo makan yuk, aku rela nunggu nih hehehe..” kata hani manja sehingga ayahnya mengusap kepalanya lalu mereka berdua pun pergi ke dapur untuk makan malam bersama.


“gimana masakan hani?”


“selalu enak, sayang menurut mu joxi itu pria yang seperti apa?” hani tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya dan entah kenapa tiba tiba napsu makannya hilang saat ayahnya membahas tentang pria muda yang menjadi mahasiswanya itu “ah kenapa ayah membahasnya?” Tanya hani balik sehingga ayahnya itu memperhatikan wajahnya yang tiba tiba murung.


“apa kau tidak menyukainya?”


“ak aku..”


“aku menyukainya ayah!” hani tampak serius mengatakan hal itu sedang ayahnya bisa melihat mimic wajah anaknya itu namun sorot mata hani tidak bisa membohongi ayahnya “ayah mengerti, baiklah hani tenang saja ayah tidak akan memaksamu untuk menikah sekarang. Iya sudah ayo makan lagi sayang?” ajak ayahnya yang membuat hani menganggukan kepalanya dan segera melahap makanan yang ada di piringnya karena hani ingin segera kembali ke kamarnya.


“ayah aku sudah selesai, aku kekamar dulu ya?” hani tidak menunggu respon ayahnya dan dirinya langsung melangkah kan kakinya secepat mungkin “bukk..” hani langsung membaringkan tubuhnya ke tempat tidur, pikiran hani kacau dan lagi joxi sosok pria itu lah yang mengganggu pikirannya kini “harusnya…” hani merasakan senjata makan tuan sungguh dirinya telah termakan omongannya sendiri.


“harusnya dulu aku tidak bilang seperti itu kepadanya, kini dia benar benar berubah jadi baik tapi aku belum siap untuk menepati janji ku..” hani menangis memikirkan itu karena hatinya merasa tidak mampu melupakan sosok atez pria malang yang meninggalkan dirinya untuk selamanya sedang joxi pria muda itu kini berhasil menepati janjinya dan sudah memenuhi syarat untuk bisa menikahi hani.


“woy kar ngapa kau bengong?” Tanya desi keheranan karena sahabatnya itu sejak pulang dari kampus terlihat terus melamun “desi.. ah mungkin aku lapar jadi aku gak bersemangat?” kara mencoba mencari alasan yang membuat desi semakin curiga pasalnya mereka baru saja makan popmie 5 menit yang lalu “ada apa gak biasanya kau seperti ini?” Tanya desi lirih sambil matanya terus memperhatikan wajah kara yang cantik itu “aku, aku…” tiba tiba kara langsung berdiri dan hendak melangkahkan kakinya namun dengan cepat tangan desi langsung menggenggam lengannya.


“ini udah jam 10 kau mau kemana?”

__ADS_1


“boleh kah aku keluar sebentar di sini sumpek?” Tanya kara yang membuat desi langsung berdiri di hadapannya lalu memeluk tubuh sahabatnya itu “bukk..” mata kara langsung membelalak saat tangan desi tiba tiba memukul punggungnya “kau tidur lah dengan tenang..” kata desi sebelum kara kehilangan kesadaran dan kini desi langsung membopong tubuh sahabatnya itu dan di baringkan ketempat tidur.


“dia kenapa lah?” desi terus bertanya Tanya dalam benak nya karena perubahan sikap kara sejak mereka pulang dari kampus tadi “apa ada masalah sama hani?” karena tidak ingin terus menerka nerka desi pun langsung mengambil ponselnya yang tergletak di atas meja lalu menelepon hani.


“halo han, kau udah tidur?”


“ak aku belum des, ad..”


“ya ngapa suaramu bindeng gitu?”


“ah mungkin efek begadang hehehe…”


“hmm makanya jangan begadang lagi, han aku mau Tanya apa kau ada masalah sama kara karena sejak pulang tadi dia melamun terus?”


“eh gak tuh? Aku gak ada masalah sama dia..”


“oh gitu, iya sudah sana tidur jangan begadang lagi nanti kau sakit. Iya sudah aku matikan ya?”


“oke desi, kalo ada apa apa sama kara kabari aku ya?”


“Ye.. tot tot tot!” desi langsung meletakan ponselnya kembali di meja lalu dirinya membaringkan tubuhnya di samping kara di perhatikannya wajah sahabatnya itu dengan lekat “kau jangan sedih karena kalo kau sedih aku juga sedih kar dan jangan menyembunyikan apa pun dari ku karena Cuma aku yang selalu ada di sini mu, semoga besok kau mau cerita supaya aku gak kuatir lagi?” selesai membisikan kalimat itu desi langsung memeluk tubuh sahabatnya itu dan akhirnya desi pun ikut terlelap.


Sedang di tempat yang lain hani masih saja terjaga entah kenapa bisa seperti itu padahal tubuhnya lelah dan pikirannya payah “besok aku harus beli obat” guma hati hani memang sudah menjadi kebiasaannya ketika insomnia nya kumat hani akan mengomsumsi obat tidur supaya tubuhnya dapat beristirahat walaupun tidak jarang mimpinya begitu buruk menghiasi malamnya yang sunyi ini.

__ADS_1


__ADS_2