
Hani mulai membuka matanya dan terlihat wajah kara sehingga bibirnya tersenyum “kar.. bangun sudah pagi?” kata hani lalu tangannya menepuk pelan pipi sahabatnya yang cabi itu “Mmm” kara berguma terlihat di mata hani sahabatnya itu masih malas untuk membuka matanya sehingga hani membiarkan kara dan kini hani sudah beranjak dari tempat tidur “desi kemana? Apa dia memasak untuk kami? Ah tapi gak mungkin dia saja gak bisa goring telur seperti kara?” hani tertawa kecil saat kalimat itu terbersit dalam pikirannya.
“hah” hani tersentak saat membuka ponselnya menemukan pesan desi sehingga hani langsung membangunkan sahabatnya “kar kara bangun desi lagi di rumah sakit joxi katanya terluka” kara langsung melek lalu terduduk “ayo kita mandi dulu hand an kau pake bajuku aja?” hani menyetujuinya dan mereka berdua pun bersiap siap.
Tuan indra dan tuan handa buru buru melangkah kan kakinya menuju ruang joxi di rawat “paman sudah datang?” kata ardi dan teman temannya langsung berdiri menghampiri orang tua leadernya itu “apa yang terjadi kenapa joxi bisa terluka?” Tanya tuan indra yang membuat ardi kelabakan begitupun dengan teman temannya “dia kecanduan alcohol jadi aku mencambuknya” tiba tiba suara desi menggema di koridor ini dan kepala mereka langsung menoleh kearah gadis itu.
“kenapa kau berani sekali melakukan itu?” Tanya tuan indra yang geram dengan tingkah sembrono gadis itu “dia sudah menyetujuinya karena itu aku mencambuknya, jika paman tidak percaya bisa Tanya kedia langsung” jawab desi seadanya dan kakinya kembali melangkah “tunggu desi” tahan tuan handa yang membuat desi terdiam “dimana hani?” Tanya nya yang membuat desi tersenyum lalu membalikan tubuhnya dan kini di tatapnya tajam mata tuan handa.
“apa kau tahu, hani sangat menderita menjadi istri joxi. Pria itu sama sekali gak pantas menjadi suaminya karena joxi pemabuk, penderita penyakit dan tidak dewasa aku sangat kecewa padamu paman karena lebih memilih sahabatmu dari pada anakmu sendiri dan kau paman indra kau sama sekali tidak becus menjadi seorang ayah si joxi pria yang bejad dan joko adala…”
“DESI HENTIKAN” teriak kara yang membuat mata desi membelalak dan hani, kara pun menghampirinya “kau mau kemana?” Tanya kara saat desi mulai melangkah kan kakinya “bukan urusan mu!” selesai mengatakan itu desi kembali melangkah kan kakinya sehingga kara menyusulnya “apa aku bisa menjenguknya sekarang?” Tanya hani pada mereka yang bengong karena tidak bisa melakukan apa pun untuk memecah keheningan ini “tentu boleh sayang” hani langsung menganggukan kepala untuk merespon perkataan ayah kandungnya lalu hani pun masuk kedalam ruangan itu.
__ADS_1
“sayang..” joxi tampak senang hani datang menjenguknya “sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya hani yang membuat joxi terdiam “bisakah kau jangan merepotkan orang lain apa lagi sahabat ku?” hani kesal karena joxi hanya terdiam seribu bahasa padahal hani butuh penjelasannya.
“apa yang sebenarnya kau ingin kan jox?” Tanya hani penuh penekanan yang membuat mata joxi menatapnya “apa kau ingin aku bersikap jujur kepada mu?” joxi menggelengkan kepalanya lalu bibirnya tersenyum penuh makna “aku sudah mengecewakan mu tolong maafkan aku?” kini giliran hani yang menggelengkan kepalanya.
“kau kenapa memilih jalan seperti ini? Apa kau tidak merasa menderita mencintai aku?” hani mulai menangis sungguh hatinya sakit karena selalu gagal membuat suaminya itu merasa bahagia padahal hani sudah melakukan sebisanya untuk menjadi istrinya yang baik “apa kau tidak sadar selama ini aku tidak.. hiks” hani tidak menyelesaikan perkataan nya karena hatinya semakin sakit sehingga tangisnya pecah membuat suasana di dalam ruangan ini menjadi begitu menegangkan.
“maafkan aku yang memaksamu bertahan sampai sejauh ini? Aku hanya tidak ingin kau menjadi milik orang lain karena aku mencintaimu itu lah alasan aku menikahimu dan hanya menjadikan kau milikku seorang diri, karena itu aku tidak ingin menyerah atas dirimu hani karena jika aku kehilangan mu aku yang akan mati tanpa mencintai apa pun?”
mata hani membelalak tidak percaya ini lah penjelasan yang di berikan oleh joxi sungguh hal itu membuat hani semakin terluka namun lagi lagi joxi memilih tidak perduli karena jika tidak mengabaikan perasaan hani maka joxi sendiri yang akan lebih terluka dan menderita.
“apa yang terjadi?” Tanya tuan indra namun tuan handa langsung masuk kedalam ruangan joxi sehingga mereka semua menyusulnya “apa yang kau lakukan kenapa hani menangis?” Tanya tuan handa yang membuat joxi tersenyum ketir “maafkan aku ayah aku gagal menjadi suami yang baik?” joxi langsung meneteskan airmata yang sudah tidak bisa terbendung di pelupuk matanya.
__ADS_1
“maafkan aku” joxi tahu dirinya memang bukan pria yang baik dan hal itu lah yang membuatnya selalu merasa bersalah karena telah membuat hati orang yang di cintainya hancur berkali kali “lebih baik kau tenang kan dirimu jox dan jangan berharap hani datang kesini lagi biarkan dia juga di hibur oleh sahabatnya baru saat kalian sudah lebih tenang mari kita bicarakan semuanya” pinta tuan handa yang membuat joxi menganggukkan kepalanya.
“KENAPA AKU GAK BOLEH JUJUR KARA” hani tersentak kaget saat mendengar suara teriakan desi yang terdengar jelas di telinganya sehingga hani langsung berlari kearah sumber suara itu yang ternyata dari dalam toilet lalu hani pun masuk kedalam “hani..” kata kara saat melihat sahabatnya itu sedang desi langsung membalikan tubuhnya dan melihat hani sedang berlari kearahnya.
“bukk” hani langsung memeluk tubuh desi yang gemetar karena sudah naik pitam karena bertengkar hebat dengan kara “hiks hiks” kara dan desi langsung terdiam saat hani terisak hebat sehingga tangan desi langsung mengusap lembut kepala hani “jangan sedih hani aku disini” kata desi lirih yang membuatnya menahan tangis sedang kara yang tidak di sadari oleh kedua sahabatnya itu sudah menangis tanpa bersuara.
“kara..” hani tersentak saat membuka matanya terlihat kara sedang menangis sehingga desi tersentak dan segera melepas tubuh hani dan hendak memeluk sahabat terbaiknya itu namun dengan cepat kara langsung melangkah mundur “ak aku tidak apa apa? Jangan kuatir..” kara mencoba tersenyum dalam tangisnya yang membuat hati desi terenyuh sehingga dirinya pun menarik paksa lengan kara dan kini tubuhnya di peluk erat tangan desi.
“jangan berpura pura bodoh, kau kira aku gak bisa merasakan rasa sakitnya?” desi sangat terpukul karena kembali melihat ekspresi itu lagi tergambar di wajah kara ya karena itu membuat desi teringat dengan kejadian di masa lalu dimana kara juga memasang ekspresi wajah penuh derita dan putus asa saat di tinggalkan keluarganya di kota ini.
“hani sedang menderita, jadi hati juga ikut menderita des..”
__ADS_1
“aku tahu itu, karena itu aku akan menjaga kalian berdua!” hani langsung tertenun melihat kedua sahabatnya itu sedang saling mengkuatkan lalu bibirnya tersenyum penuh ketulusan “seperti halnya aku kalian juga berhak untuk bahagia?” selesai mengatakan itu hani memeluk kedua sahabatnya itu.
“karena pada akhirnya lagi lagi hati kita yang hancur dan tubuh kita lah yang bisa mengkuatkan dengan berpelukan seperti ini?” kata desi yang membuat kedua sahabatnya tersenyum dalam tangisnya sungguh tidak ada hal yang lebih berharga di banding seorang yang memiliki sahabat karena sahabat bisa menjadi sosok apapun untuk meringankan beban hidup kita di saat masalah dengan keluarga melanda.