Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Terima


__ADS_3

Sudah 1 bulan lebih berlalu kini tubuh joxi benar benar pulih dan joxi bisa kembali kuliah “woho bos kita akhirnya nongol?” joxi tersenyum mendengar perkataan ardi lalu dirinya duduk di samping temannya itu bersama temannya yang lain “aku kangen banget sama kalian” mendengar kalimat itu keluar dari mulut joxi membuat teman temannya langsung sumringah.


“gimana kalo kita balas dendam sama dosen ngeselin itu?”


“maksudmu dengan kara lyn dan dahlia desi? Hmm ardi roger kau harus tahu siapa desi sebenarnya, dia bukan Cuma dosen prodi penjas tapi lebih dari itu..” joxi langsung termenung selesai berkata sungguh dirinya menyesal telah berurusan dengan sosok gadis cantik bertubuh jangkung itu karena joxi tahu siapa sebenarnya jati diri desi sebenarnya.


“kalo gak bisa sama desi kita hajar kara saja..” mata joxi langsung menatap tajam mata ardi sehingga ardi dan teman temannya yang lain langsung ketakutan “kalian bisa mati kalo berani menggangu kara dosen pgsd itu adalah sahabatnya desi dan kalian tahu itu kan? Gini saja urusan mereka biar aku sendiri yang tangani sekarang ayo kita masuk udah jam 8 ini” selesai mengatakan itu joxi langsung berdiri sehingga teman temannya yang nongkrong di depan kelas itu langsung ikut masuk kelas.


Joxi sepanjang mengikuti perkuliahan tidak berhenti tersenyum karena dirinya bahagia bisa melihat sosok gadis yang di sukainya sedang menyampaikan materi “ya allah aku mohon bantulah aku jadi baik lalu hadiahkan lah dia untuk jadi milikku selamanya karena aku tidak Cuma menyukainya tetapi sangat mencintainya. Aaminn” kata hati joxi berharap kepada tuhannya sungguh joxi benar benar di buat mabuk kepayang oleh pesona hani yang begitu elegan itu terlebih mata ramahnya benar benar cantik dan begitu cerah seperti wajahnya yang bulat.


“oke hari ini kuliah selesai, kalian boleh istirahat!” mendengar itu para mahasiswa pun satu persatu mulai meninggalkan kelas sedang hani masih sibuk menata bukunya untuk di masukan kedalam tas bersama laptopnya tiba tiba joxi pun menghampirinya.


“ada apa?”


“is juteknya, kau gak kange..”


“gak, tolong ini kampus jadi jaga sikapmu!” selesai mengatakan itu hani langsung berdiri dan hendak melangkah kan kakinya tetapi dengan cepat tangan joxi langsung menggenggam tangannya sehingga kepala hani mendongkak keatas dan mata mereka pun bertemu.


“tunggu ya, aku pasti akan menghalalkan mu!”


“Deg…” jantung hani langsung berdebar sungguh kalimat yang di ucapkan oleh mulut joxi membuatnya hampir mati berdiri karena begitu terkejutnya dirinya sedang joxi yang melihat hani tidak meresponnya langsung melepas tangan hani lalu melangkah pergi menyusul teman temannya yang kekantin duluan.


“bagaimana ini?” hani mulai merasa ketakutan karena semakin hari perilaku joxi semakin baik dan joxi pun seperti tidak main main dengan perkataannya “tap tap tap…” langkah kaki hani lambat menuju ruang kerjanya sungguh banyak hal yang mengganggu pikirannya sehingga membuatnya sama sekali tidak bisa focus dengan hal apa pun.

__ADS_1


Joxi masih terdiam cukup lama padahal teman temannya menunggunya berbicara “ada apa lagi jox?” Tanya ardi tetapi joxi masih saja melamun “woy..” joxi langsung terperanjat saat ardi mengkagetkannya “ais ada apa sih di?” Tanya joxi kesal yang membuat ardi cemberut.


“ada apa? Kenapa kau abaikan kita joxi indrawanto?”


“gak ada sih, aku Cuma mau melakukan sesuatu setelah selesai kuliah nanti”


“apa?”


“kepo, iya udah ayo lanjut makan lagi..” sebenarnya di banding kesal ardi lebih kuatir kepada joxi karena temannya itu benar benar sering melamun terlebih sejak kejadian desi menghajar mereka bertuju sampai pingsan.


Kara berlari kecil saat dirinya sudah sampai kedalam rumah sahabatnya “ceklek..” sontak kepala desi langsung menoleh kearah pintu lalu bibirnya tersenyum saat kara menghampirinya “aku kangen banget sama kamu..” kata kara sambil memeluk tubuh desi yang sedang duduk di kursi yang berhadapan dengan layar monitor laptopnya.


“maaf ya habis aku ada turnamen besar di Jakarta jadi meninggalkan mu tapi selama aku pergi kau baik baik saja kan?” mendengar itu kara langsung melepas tubuh desi lalu matanya yang besar menatap hangat wajah sahabatnya itu “apa kau tahu aku mengecek kehamilan, tapi untungnya kata dokter aku benar benar tidak hamil?” sungguh dalam hati desi dirinya sangat terkejut dengan perkataan kara namun desi langsung bisa menyembunyikan nya di mimic wajahnya yang jutek itu.


“syukur lah kalo kau gak hamil, apa ayah dan ibumu masih juga belum pulang?”


“kau.. ais sudah lah sana rebahan dulu aku masih ada kerjaan kalo udah selesai nanti kita jalan jalan!” kara langsung menganggukan kepalanya dan dirinya pun benar benar membaringkan tubuhnya di tempat tidur sahabatnya itu sedang desi kembali menatap layar monitor laptopnya “bad boy!” kata hati desi saat menatap tuju pria muda tampan yang menjadi penguasa kampus indra family dan ketua geng nya adalah joxi pria muda bermata indah yang sudah pernah mencicipi tubuhnya dan tubuh sahabatnya.


“kau pikir setelah ini hidup mu akan baik baik saja! Kau dan teman teman mu lebih mirip penjahat dari pada pria tampan yang genius..” guma hani saat di emailnya mendapat banyak pesan keluhan dari para pengikut akun facebooknya dan rata rata dari mereka adalah mahasiswa yang kehilangan keperawanannya karena tuju pria tampan yang tergabung dalam geng bad boy itu.


“nit nit..” desi tersentak saat ponselnya berbunyi dan matanya pun menatap layar monitor laptopnya yang lain “haa ngapain di kesini?” desi terkejut karena dirinya kedatangan tamu lalu matanya melirik kearah tempat tidur “syukurlah dia udah molor duluan..” kata desi lega lalu dirinya pun beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlari menuju pintu rumah “cengepp” joxi tampak terkejut saat melihat sosok desi berdiri di ambang pintu “ada apa kau kesini?” Tanya desi tanpa bosa basi.


”ah apa orang tua mu ada?”

__ADS_1


“mereka lebih memilih tingga di singapura!” joxi langsung menganggukan kepalanya “aku datang kemari untuk meminta maaf?” bibir desi tersenyum tipis lalu matanya yang tajam menatap rendah wajah tampan pria itu “siapa yang menyuruh mu?” kini joxi berani menatap wajah cantik desi yang dingin itu.


“tidak ada, aku ingin tobat karena itu aku memohon maaf kepadamu dan kepada yang lainnya?”


“kau pikir maaf mu bisa merubah segalanya setelah apa yang sudah kau lakukan?”


“aku tahu..”


“kau sudah tahu itu, hah aku pun memang bodoh karena telah tergoda dengan mu tapi saat kau juga melakukannya kepada kara aku sudah bertekad ingin membunuhmu secara perlahan!” tangan desi mengepal kuat seolah menahan diri supaya tidak menghajar joxi yang tampak tergulai lesu.


“pergi lah sebelum aku membunuh mu! Duarr..” selesai mengatakan itu desi langsung membanting pintu rumahnya di hadapan joxi lalu membalikan tubuhnya untuk kembali ke kamar “Deg..” mata desi langsung membelalak saat menatap kara berdiri di hadapannya dengan wajah cemberut dan matanya berkaca kaca “kar kara aku bis..” kara langsung hendak berlari keluar dari rumah ini tetapi dengan cepat tangan desi memeluk tubuhnya namun karena kara memberontak sehingga dirinya kehilangan keseimbangan.


“brukk..” tubuh kara terjatuh tertimpa tubuh desi “hiks hiks.. kenapa kau hiks” hati kara hancur sungguh kenyataan ini lebih dari mimpi buruknya dan kara sangat kecewa entah kepada dirinya sendiri atau kepada sahabatnya yang kini tampak sedih menatapnya yang sedang terisak hebat.


“maaf kan aku kara.. tes tes tes!” kara mulai terdiam saat merasakan air asin berjatuhan di pipinya dan kini akhirnya mata kara terbuka perlahan sehingga dirinya bisa melihat sahabatnya juga ikut menangis “aku harusnya menjaga mu, maafkan aku…” suara desi sangat parau sungguh hatinya juga hancur karena telah membuat diri dan sahabatnya kehilangan kesuciannya secara bersamaan padahal desi sudah berjanji pada dirinya sendiri akan terus menjaga dan membuat bahagia kara sahabat kecilnya yang bernasib sama.


yaitu sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang dari keluarganya sehingga mereka berdua saling memberi dan mengasihi namun sekarang untuk pertama kalinya mereka berdua menangis bersama karena rasa kecewanya yang sama sama besar dan menyesalnya yang membuat mereka ingin memutar waktu supaya bisa memperbaiki semuanya.


“berjanjilah kita harus bisa bangkit sama sama desi?” tiba tiba tangan kara langsung membelai pipi desi yang basah itu sehingga desi tersenyum ketir lalu menyingkir dari atas tubuh sahabatnya itu.


“desi aku gak pernah melihat mu menangis sampai senggukan, ternyata kau benar benar punya sisi imut?” kara tersenyum saat tangannya mengusap air mata di pipi tirus desi “kara I love you! Ayo jadi sahabat sampai kita nenek nenek nanti?” kata desi dengan tulus dari hatinya berharap sahabatnya itu tidak mengabaikannya “baik lah, aku jadi sahabat selamanya!” selesai mengatakan itu kara langsung memeluk tubuh desi dan kepala desi mendongkak keatas karena tidak ingin kembali menjatuhkan air mata lagi.


Sungguh memaafkan adalah hal yang paling mudah menghapus dendam tetapi jika terlampau besar dan di lakukan berulang ulang apakah kesalahan itu cukup hanya mendapat kata maaf saja? Pada akhirnya joxi mulai sadar saat dirinya sudah mendatangi semua rumah gadis yang telah menjadi korban napsu bejadnya telah menolak permintaan tulus maafnya itu.

__ADS_1


“ya allah maafkan aku..” kata hati joxi lalu dirinya menghentikan mobilnya karena matanya tidak sengaja menatap sebuah masjid sehingga joxi langsung keluar dari mobilnya dan selesai berwudu joxi langsung melaksanakan solat setelah itu tangan joxi terangkat.


“ya allah maafkan aku, aku benar benar melampaui batas dan sekarang aku yang hina ini datang kepada engkau untuk bertobat dan memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Ya allah bantu aku untuk menjadi orang yang lebih baik aku mohon ya allah bantu lah aku untuk sekarang melakukan apa pun hanya karena dan untuk engkau, aamiin..” joxi langsung mengusap air matanya yang bercucuran di pipinya sungguh joxi benar benar ingin berubah bukan karena hani sosok gadis yang di sukainya tetapi karena tuhannya.


__ADS_2