Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Making love?


__ADS_3

“kau gak mau tidur?” Tanya hani karena sedari tadi suaminya itu hanya duduk di kursi belajarnya “kau duluan aja” sahut joxi sesungguhnya dirinya kesal sejak selesai mengantar desi dan kara, hani tidak kembali ke dapur padahal joxi ingin pamer kemesraaan di depan keluarga dan teman temannya.


“iya sudah aku tidur duluan” hani pun lebih memilih mengabaikan suaminya itu sehingga joxi semakin kesal lalu dirinya langsung berdiri dan mengahampiri istrinya yang sudah terbaring di tempat tidur itu “bukk” tentu mata hani langsung terbuka saat merasakan tubuhnya di tindih suaminya “aku mau kau layani aku mala mini?” kata joxi memasang wajah serius “apa kau gak mikir aku sudah lelah?” protes hani yang membuat joxi mendekatkan wajahnya kewajah istrinya itu.


“ayo sesekali kita berdamai aku juga ingin bahagia han?” pinta joxi yang membuat hani menatap kedua mata indah suaminya itu dengan ramah “ais iya iya tapi sudah jangan nangis malu maluin?” kata hani saat melihat mata suaminya mulai berkaca kaca lalu kedua tangannya pun mengalung di leher suaminya itu.


“ah beneran ini dia mau? Terimakasih ya allah..” kata hati joxi kegirangan sehingga dirinya tidak menyia nyiakan kesempatan ini “cup..” hani menutup kedua matanya saat kedua bibir mereka pun menyatu “tidak apa apa, lakukan sesukamu karena memang aku milik mu jox?” kata hati hani sungguh dirinya memang menyadari ada kesalahan besar yang hani lakukan namun joxi pria muda ini sudah terlanjur mencintainya.


Sentuhan demi sentuhan mulai di berikan ketika hasrat sudah memuncak hani pun meneteskan air matanya bukan karena sakit atau apa? Namun karena hatinya terlalu rapuh dan rasa bersalahnya yang terlalu besar kepada suaminya itu “aku mohon maafkan aku” guma hani lirih saat joxi sudah terlelap di sampingnya dan mala mini lagi lagi hani terlelap dalam tangisnya dan sayang karena joxi terlalu bahagia dirinya lupa bahwa hani tidak baik baik setelah ini.


Kini sinar matahari mulai bersinar terang menembus kesela selah korden yang tidak tertutup sempurna sehingga mata hani terbuka perlahan karena merasa tidak nyaman “Mmm” joxi tersenyum saat menatap istrinya itu tampak malas “bangun lah sayang ini sudah jam 8 pagi?” kata joxi lalu menciumi pipi hani dengan lembut.


“apa semalam masih belum puas?” Tanya hani sambil tangannya mendorong kepala suaminya itu supaya menjauh dari wajahnya “ehehehe aku puas kok, terimakasih banyak ya? Buru bangun dan mandilah aku kekampus dulu yak au gak usah kekampus dulu istirahat lah di rumah” kepala hani mengangguk samar sehingga joxi tersenyum dan meninggalkan istirnya itu dengan tenang.


Sedang hani masih tertenun di atas tempat tidur tangannya langsung menyentuh bibirnya yang semalam di ***** bibir suaminya lalu hani pun memejamkan matanya mengingat setiap sentuhan yang di berikan joxi “deg..” mata hani langsung membelalak dan air mata kini jatuh kembali.


“hiks hiks” hani menangis sungguh dirinya melakukan dosa besar karena telah menganggap joxi adalah atez sehingga dirinya tidak melawan sedikit pun “maafkan aku, aku terlalu mencintainya” suara hani parau karena tenggorokannnya terasa sakit terlebih dadanya sesak untuk bernapas karena hatinya sedang meradang.


Hani pun akhirnya berhenti menangis lalu hendak beranjak dari tempat tidur namun saat di melihat darah di balik selimutnya hani kini yakin dirinya tidak bermimpi dan semalam hani memang beradu cinta dengan suaminya, langkah yang tertati hani mencoba membawa tubuhnya masuk kedalam kamar mandi “sss” hani pun akhirnya mandi wajib dan selesai itu hani langsung berwudu dan segera melaksanakan solat.

__ADS_1


“ya allah maafkan aku, aku mohon tolong hapus lah rasa cintaku kepada atez supaya aku bisa mencintai suamiku karena aku tidak ingin terus membohonginya dan aku benar benar ingin menjadi istri yang baik, ya allah aku mohong tolong lah kabulkan doaku” itu lah kalimat yang di ucapkan hati kecil hani yang sedang terluka di sujud terakhirnya sungguh hani tahu hanya tuhannya lah yang bisa menyelesaikan masalahnya karena itu hani datang dan mengadu pada tuhannya itu dalam solat.


Joxi yang sudah sampai di kampus dan membuat teman temannya heran karena wajahnya tampak cerah dan begitu ceria “kau tumben banget sumringah gitu jox?” Tanya ardi yang mendapat senyuman manis joxi “apa kalian tahu kenapa aku begini?” Tanya balik joxi yang membuat teman temannya melongo.


“udah making love?” Tanya rey yang membuat mata joxi berbinar “benar” jawaban singkat joxi membuat teman temannya bersorak kegirangan “wah gila selamat ya jox, gak sabar nunggu ponakan baru nih?” sahut diki yang membuat joxi tertawa renyah “baru aja buat dik, hmm tunggu 9 bulan lagi hahaha” joxi tertawa lepas membuat anggotan geng bad boy itu juga merasa ikut bahagia.


“iya udah masuk yok?” ajak rey saat melihat dosen sedang berjalan kearah kelas sehingga mereka bertujuh pun masuk sedang di lapangan kara masih menunggu desi mengajar atletik “hmm apa hani gak kekampus?” Tanya hati kara memikirkan sahabatnya yang paling kalem itu “drtt drtt” tiba tiba ponsel kara bergetar membuatnya langsung mengambilnya di tas “halo han?” Tanya kara saat sudah menerima panggilan.


“kar apa kau di kampus?”


“iya, kau kekampus gak?”


“eh tumben, apa terjadi sesuatu?” kara kuatir karena hani tidak meresponnya “halo han?” kata kara yang membuat hani tersadar “ah kalo kau di kampus ya sudah aku matikan dulu, tot tot” kara langsung mengkerutkan keningnya saat hani memutus panggilan “pasti terjadi sesuatu” kara yakin hani sedang tidak baik baik saja sehingga dirinya hendak kerumah sahabatnya itu karena menunggu desi terlalu lama.


“woy kar mau kemana?” teriak desi yang membuat kara melongo karena sabahatnya yang paling kuat itu kembali memalukan dirinya sendiri dan karena kara tidak meresponnya dasi pun berlari menghampirinya “kau itu bisa gak sih gak sudah jerit jerit malu maluin aja?” kata kara saat desi sudah di hadapannya.


“ya maaf sih, kau mau kemana?”


“kerumah hani..”

__ADS_1


“eh kenapa tiba tiba?”


“aku kangen sama dia?”


“WHAT…”


“ya allah desi telingaku sakit ini”


“maaf habis kau membuatku terkejut, tapi kenapa?”


“tadi dia menelepon ku tiba tiba di matikan?”


“iya sudah aku ikut?”


“lah kau kan masih ngajar?”


“bodo amat lah, toh mereka sudah gedek jadi bisa belajar sendiri. Ayo pergi?”


“tap..” tangan desi langsung membungkam mulut kara “jangan bawel hani lebih penting dari mereka?” kara pun menganggukan kepalanya walaupun di dalam hatinya ingin sekali menjitak kepala desi karena bersikap semaunya sendiri “iya sudah kau bilang ke mahasiswa mu dulu?” kata kara saat tangan desi menyingkir dari mulutnya “males lah” selesai mengatakan itu desi melangkah kan kakinya menuju mobilnya sehingga dengan kesal kara mengikutinya “dasar dosen ngeselin” kata hati kara mengumpat sahabatnya sendiri namun mereka tetap pergi kerumah hani.

__ADS_1


__ADS_2