Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Good bye


__ADS_3

Perlahan tapi pasti akhirnya hani benar benar mengorbankan dirinya supaya joxi tetap hidup tubuhnya kini di makamkan di dekat kuburan kekasihnya dulu atez al kin dan tidak hanya kedua sahabatnya yang terluka dengan kepergiannya namun juga ayahnya dan keluarga suaminya “semoga kau tenang di sana han” kata hati desi saat mulutnya tidak sanggup mengucapkan sepatah katapun sedang kara yang tampak sedih itu hanya bisa menangis karena hatinya terlalu sakit.


“paman ayo kita pulang?” ajak desi saat melihat tuan handa masih enggan untuk pergi sedang kara langsung mengusap airmatanya dan menghampiri mereka “ayo paman” pinta kara yang membuat tuan handa akhirnya menganggukan kepalanya sehingga kini mereka semua pun pergi meninggalkan kuburan hani.


Di rumah sakit joxi masih koma namun entah mengapa tiba tiba dirinya perlahan membuka matanya dan tenggorokannya terasa kering “hauss” kata hati joxi namun tidak ada siapa pun di ruangan ini “tolong aku sangat haus..” joxi yang hanya bisa menggerakan bola matanya itu memohon untuk di tolong seseorang baru lah saat rasa hausnya semakin terasa dan membuatnya begitu sesak seolah kehabisan energy dalam tubuhnya.


“HAaaaa” mata tuan indra dan seluruh penghuni ruangan itu tampak terkejut karena joxi siuman “alhamdulilah” kata tuan indra dan yang lainnya yang membuatnya sujud syukur kepada tuhannya sedang joxi yang tampak bingun “jadi tadi aku Cuma bermimpi?” kata hati joxi sungguh dirinya tidak bisa mengingat apa pun.


“joxi syukurlah akhirnya kau bangun” kata dokter saat memeriksa tubuhnya “apa yang terjadi pada saya dok?” dokter itu tersenyum dan tidak ada respon apa pun lagi sehingga joxi tampak kecewa “istirahat lah dan jangan memikirkan apa pun” pinta dokter lalu dirinya pun keluar dari ruangan itu dan langsung di hampiri keluarga joxi “bagaimana keadaanya dok?” Tanya joko yang membuat dokter kembali tersenyum “dia sangat baik tuan dan tunggulah beberapa hari supaya joxi bisa beristirahat dengan baik” kata sang dokter sehingga mereka pun menuruti sarannya.

__ADS_1


Hari hari berlalu begitu saja sampai joxi bosan harus tinggal di rumah sakit dalam waktu yang lama sehingga joxi pun mulai jalan jalan di taman rumah sakit supaya bisa menghilangkan rasa bosannya “hai..” tiba tiba ada dua orang gadis cantik menghampirinya namun joxi tidak bisa mengingat wajah mereka karena joxi telah kehilangan separuh ingatannya “siapa kalian?” Tanya joxi yang membuat kedua gadis itu tersenyum.


“desi dan kara” kata kedua gadis itu bersamaan yang membuat joxi mengingat sesuatu dalam otaknya “ah..” tentu desi dan kara langsung tersenyum melihat respon joxi “tenang lah kami adalah sahabat nya hani febriani istrimu” tentu joxi kembali tersentak kaget yang membuatnya menatap wajah kedua gadis itu “apa maksud kalian?” Tanya joxi yang membuat desi mengambil sebuah buku dalam tasnya lalu di berikan oleh joxi.


“dia meninggalkan pesan sebelum pergi, percayalah saat kau sudah bisa mengingat semuanya hani memang tidak bisa mencintaimu namun dia tidak pernah berhenti untuk perduli kepadamu karena dia tidak membencimu” itu lah kalimat yang di ucapkan oleh desi yang membuat joxi semakin keheranan “aku harap kau tidak mencoba untuk membunuh dirimu lagi jox karena di tubuhmu jantung hani berdetak supaya kau tetap hidup” kini giliran kara yang berbicara sehingga membuat joxi tersentak kaget dan langsung membuka buku itu lalu membaca pesan yang di tulis oleh hani untuknya.


“tes tes tes” tiba tiba air mata joxi menetes begitu saja membasahi buku itu “jadi itu alasan dia selalu datang di mimpiku, hiks hiks” joxi akhirnya bisa mengingat semuanya tentang istrinya itu sedang desi dan kara hanya terdiam karena mereka juga tidak tahu harus berbuat apa “tolong antarkan aku ke makamnya hani?” pinta joxi yang membuat kedua gadis itu menganggukan kepalanya “baik lah ayo” kata kara sehingga mereka bertiga pergi ke pemakaman yang ada di pusat kota itu.


“joxi ini sudah terlalu lama ayo kita pulang?” pinta desi mulai panic pria itu terus saja menangis “kalian duluan saja?” sahut joxi yang membuat desi dan kara tersentak “mana bisa begitu, kau belum pulih total dan kalo kau sakit lagi sia sia pengorbanan hani” protes kara yang membuat mata joxi membelalak dan jantungnya terhentak hebat sehingga joxi langsung berdiri.

__ADS_1


“baik lah ayo pulang” kata joxi yang membuat kedua gadis itu tersenyum “ayo lah semangat dikit kau kira hanya dirimu sendiri yang merasa sedih? Kami juga dan pama handa juga jadi jangan lemah” joxi langsung tersenyum menanggapi perkataan desi “lagi pula kau sudah punya ponakan tahu karena kara sudah lahiran dan anaknya perempuan hahaha” desi berusaha mencairkan suasana supaya joxi tidak berlarut dalam kesedihan “ah benarkah?” kara menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan joxi.


“namanya adalah hanira lyn”


“ah begitu? Baik lah aku akan melihatnya nanti”


“harus.. ya sudah ayo pulang dan mari lanjutkan hidup walaupun kita sama sama punya luka yang tidak bisa sembuh?”


“baik, terimakasih kara, desi?”

__ADS_1


“santai saja” kata kara dan desi bersamaan sehingga membuat joxi tersenyum dalam penderitaan yang tidak berujung dan benar yang di katakan kara joxi pun akhirnya memilih hidup walaupun hatinya selalu menderita karena merindukan istrinya itu dan tidak jarang di tengah malam joxi selalu menangis dalam doa yang dirinya panjatkan karena rasa kehilangan itu benar benar membuat joxi tidak bisa menjalani hidupnya dengan baik namun demi kebaikan bersama joxi menyimpan rapat rasa sakitnya itu dan hanya mengeluh kepada tuhannya.


...THE END...


__ADS_2