
joxi dan keluarganya tidak jadi kerumah sakit karena jasad rey akan di kebumikan di pemakaman pusat kota Bandar lampung sehingga mereka pun langsung pergi kesana “jox akhirnya kau datang..” kata ardi melihat rombongan keluarga leadernya itu “kenapa bisa?” Tanya joxi saat hatinya menangis melihat jasad rey sudah di kubur oleh tanah yang merah lagi lembab.
“maafkan kami” sahut diki lirih yang membuat joxi geram karena dirinya tidak tahu menahu tentang kematian anggotanya itu sedang hani tampak tertenun dan tatapan matanya kosong saat menatap sebuah patok kuburan yang tidak jauh dari kuburan rey.
“sekarang jelaskan?” pinta joxi saat keadaan mulai sepi karena para pelayat sudah pulang “sudah joxi kau harus sabar setelah mendapat hasil optopsi dan penyidikan polisi kita bisa tahu semuanya” pinta ayah rey yang membuat joxi terpaksa terdiam dan menganggukan kepalanya tiba tiba joxi melirik kearah istrinya dan dirinya langsung tersentak “sayang kau menangis?” kata joxi yang membuat hani kelabakan pasalnya dirinya juga tidak sadar telah meneteskan air asin ini “ak aku Cuma merasa sedih saja” jawab hani sedikit gagap karena takut suaminya itu curiga atau apa pun itu.
“baik lah kita pulang saja yuk?” ajak joxi yang langsung mendapat anggukan kepala hani “kalo ada kabar apa pu kasih tahu aku” kata joxi pada teman temannya sehingga mereka berlima menganggukan kepalanya dan joxi pun pulang bersama keluarganya.
Di perjalanan hani hanya terdiam sungguh hatinya tiba tiba meradang saat melihat kuburan tadi “atez.. kenapa kau harus pergi?” kata hati hani lagi lagi teringat pada masa lalunya yang indah bersama kekasihnya itu namun sekarang hanya tinggal kenangan yang jika teringat hanya menyisakan luka yang mendalam “hani..” kata joxi namun tidak ada sahutan dari istrinya itu “hani..” kata joxi sekali lagi namun lebih keras sehingga hani tersadar dari lamunannya.
“ada apa?”
“kita sudah sampai”
“ah begitu, iya sudah ayo keluar?” kata hani lalu tangannya melepas sabuk pengaman dan hendak membuka pintu namun di tahan oleh tangan joxi “sebenarnya ada apa?” Tanya joxi penuh penekanan yang membuat hani tersenyum ketir.
“dulu aku pernah kehilangan orang yang berharga dalam hidupku karena itu aku menangis dan aku juga ikut terbawa perasaan karena aku tahu rey juga berharga bagimu namun dia juga pergi untuk selamanya” jelas hani berharap suaminya itu bisa mengerti dan berhenti bertanya “siapa dia?” mata hani langsung membelalak terlihat jelas di mata joxi yang indah istrinya itu tampak tersentak.
__ADS_1
“apa itu penting? Lagi pula itu sudah lama berlalu dan aku gak ingin mengingatnya lagi” joxi langsung manggut manggut lalu membiarkan hani keluar dari mobil “sebenarnya dia itu siapa han? Apa perempuan seperti desi dan kara atau pria…” joxi mulai ketakutan dengan sikap jujur hani yang kadang membuatnya penasaran namun melukai hatinya karena joxi masih menyadari hani masih belum mencintainya dengan tulus.
“maafkan aku jox kalo aku memberitahu mu tentang atez itu sama aja menghancurkan hubungan kita karena aku yang selalu membayangkan kau adalah sosok atez bukan dirimu sendiri itu lah alasan aku bisa nyaman berada dalam sisimu” hani memang memberikan cinta palsu pada joxi dan terkadang dirinya merasa kasihan kepada suaminya itu yang tulus mencintainya namun lagi lagi joxi yang memilih tidak memperdulikan perasaannya sehingga hani pun bertahan di atas kebohongan yang selalu dirinya tunjukan dengan sangat sempurna.
“kring kring kriiinngg” desi dan kara langsung saling menatap saat mendengar bel pintu berbunyi “mereka datang ayo..” ajak desi sehingga kara pun ikut dirinya berjalan kearah pintu “ceklek” benar saja dugaan desi kini para polisi sudah berdiri di hadapannya “dengan sodara dahlia desi dan kara lyn?” kedua gadis itu langsung menganggukan kepalanya.
“mari kalian ikut kami kekantor polisi?”
“baik, tunggu kunci pintu dulu pak” pinta desi lalu dirinya pun mengunci ganda pintu rumahnya dan mereka ikut para polisi itu masuk kedalam mobil “bremm” mobil pun langsung melaju ke jalanan dan dalam waktu 1 jam lebih akhirnya mobil pun berhenti di halaman parker kantor polisi lalu mereka semua keluar dan langsung masuk kedalamnya tepatnya di ruang tahanan.
“komandan kami sudah membawa tersangka?” lapor polisi tadi sehingga kepala komandan itu menoleh sehingga membuat desi dan kara tersentak kaget “lama tidak berjumpa anak ayah yang bandel?” kata komandan itu di tunjukan pada desi yang mematung sedang kara juga sama karena di samping komandan ada sosok pria yang juga di bencinya namun sebenarnya kara lebih menyayanginya “kenapa kalian bisa ada di sini?” Tanya desi setelah sekian lama tertenun.
“dia memperkosa kara makanya aku membunuhnya aku lemparkan dia dari jendela”
kedua ayah itu langsung melongo saat mendengar perkataan desi yang di iyakan oleh kara “ahahaha” tiba tiba mereka berdua tertawa yang membuat kedua anak gadisnya melongo “ya apa yang lucu? Ayah bilang tinggal di singapur kenapa bisa jadi komandan sekarang?” kata desi kesal “dan ayah juga bilang apa pun yang terjadi padaku kau tidak akan perduli lagi?” kini giliran kara yang berbicara sehingga kedua ayah mereka tampak bahagia dengan senyuman manis tersungging di bibirnya.
“agent kan memang pulang pergi sayang?”
__ADS_1
“nih ayah mulai ngelantur, kemarin jadi atlet gulat sekarang agen dan komandan?”
“hahahah seperti biasa kau selalu ngegas, baik lah kalo kau membunuhnya karena kesal dan memang pelaku cabul harus di hukum mati supaya tidak ada korban lagi”
“wah tumben ayah bijak?” Tanya desi sungguh dirinya tidak percaya ayahnya yang biasa marah marah itu bisa berkata demikian “terus kasusnya kami gimana?” tanya kara yang membuat ayahnya menatapnya.
“sudah kelar, kalian hanya perlu berikan keterangan yang jujur nanti dan biar kami berdua yang mengurus. Lagi pula berapa pun uang yang harus aku tebus kalo untuk putriku dan putri sahabatku tidak akan bernilai besar” jawab ayahnya yang membuat kara berbinar matanya dan sepontan kakinya langsung berlari kearah ayahnya itu “bukk” kara memeluk tubuh ayahnya itu dengan penuh kasih “ayah terimakasih banyak” kata kara yang membuat ayahnya menganggukkan kepalanya lalu mengecup lembut ubun ubunnya.
“kau gak mau memeluk ayah mu ini des?” kata ayahnya yang membuat desi menatapnya “males, jelaskan dulu apa maksudnya ini?” kara dan ayahnya langsung menahan tawa karena desi dan ayah kandungnya yang tidak pernah akur “ha ah sudah ayah bilang, ayah ini agent yang di tugaskan oleh Negara untuk jadi mata mata..” desi langsung menatap tajam mata ayahnya itu “kau bohong lagi ayah aku pecat jadi ayah ku..” ancam desi yang membuat kara dan ayahnya tertawa lepas.
“ahahaha”
“ya kalian ini malah ngakak, ya kau kan sudah dewasa jadi ayah memberitahu mu sekarang supaya kau gak shock”
“tetap aja aku shock, tapi terimakasih banyak terus gimana kabar ibu?” Tanya desi yang membuat ayahnya tersenyum “ibu baik dan dirinya senang kau masih jadi anak yang nakal hahaha” di saat ayahnya tertawa lepas tiba tiba desi langsung memeluk tubuh ayahnya itu.
“terimakasih banyak, aku kira ayah sudah melupakan ku”
__ADS_1
“nama bisa begitu? Anak tunggal kan asset hahaha”
“is dasar ayah nyebelin!” kara dan ayahnya langsung tersenyum saat melihat desi dan ayahnya akur dan berpelukan “iya sudah yuk urus kasus ini biar cepat selesai” ajak ayah kara sehingga mereka pun menganggukan kepalanya.