
“hani” kata desi yang membuat kepala sahabatnya itu menoleh kearahnya lalu tersenyum “sini” kedua sahabatnya itu langsung menghampiri hani yang sedang duduk di dalam kursi kantin di hotel ini “bukk” hani memeluk tubuh desi dengar erat sehingga desi membalas pelukannya.
“jadi gimana kok bisa kau bebas?” Tanya hani selesai berpelukan dan kini mereka bertiga sudah duduk “tiba tiba joko datang bilang aku di bebaskan tapi jangan hajar joxi lagi terus aku bilang aku akan diam kalo dia gak membuat hani sedih” hani langsung tersenyum sungguh dirinya senang masalah yang di hadapi desi juga sudah kelar “btw kau udah baikan sama dia?” Tanya kara yang mendapatkan anggukan kepala hani.
“aku terbangun tahu tahu dia sudah di hadapanku” sahut hani yang membuat kepala kedua sahabatnya manggut manggut “han aku mau numpang mandi apa dia masih di kamar mu?” hani menganggukkan kepalanya sehingga desi cemberut.
“ya sudah sana pesan hotel aja kita tidur di sini juga lagi pula paling besok kau di labrak lagi sama bocah bocah itu?” tentu perkataan kara membuat hani tersentak “apa maksudnya?” Tanya hani penasaran sambil memperhatikan wajah desi yang tenang “karena dia main peluk kara jadi aku menendang perutnya hingga muntah darah? Untung aku tidak menendang terongnya!” mata hani membelalak sungguh dirinya benar benar sangat terkejut.
“ya desi kenapa kau lakukan itu? Siapa siapa orang itu?”
“rey..”
__ADS_1
“hah rey? Ais tambah berabe ini baru aja kau bebas masa mau di tahan lagi?”
“memang apa hebatnya rey cowok jangkung yang banyak tatonya tapi cemen di depanku?” hani langsung menatap tajam mata desi “kau gak tahu dia anak siapa?” Tanya hano serius yang mendapat gelengan kepala desi “dia itu anaknya paman reyhan adiknya gubenur kita?” mata desi langsung membelalak bahkan kara langsung tersedak karena sedang minum jus jambu tadi “hah serius dulu? Tapi kalo lihat tingkahnya yang tengil aku sih gak heran” sahut desi santai yang membuat hani melongo “ya kalo dia menuntutmu gimana?” Tanya kara yang membuat desi menatap wajahnya dengan ramah.
“kara sayang kau tinggal bilang saja kau di peluk peluk dia terus karena sikapnya yang kurang ajar itu aku menghajarnya masalah selesai kalo aku masih di tuntut juga kau bisa menuntutnya balik biar aku makin bisa menghajarnya setiap hari di penjara hahahah” jawaban pertanyaan kara membuat hani terpukau sedang kara langsung terpesona oleh kejeniusan sahabatnya itu.
“wah emang otak hacker itu encer ya?” sahut hani yang mendapat acungan jempol kara sehingga desi tersenyum penuh kemenangan “kalian jangan kuatir tentang ku karena aku akan selalu baik baik saja tidak ada yang bisa melukai ku lagi sekalipun rasa sakit karena kesepian dan di abaikan orang tuaku?” perkataan desi kali ini membuat kara dan hani menatap penuh kasih pada wajah desi yang berubah ekspresi menjadi murung itu.
“kau gak akan kesepian karena ada kami?” kata kara yang membuat mata tajam desi menatap wajahnya dengan ramah “aku tahu itu hahahah” lagi lagi desi tertawa lepas yang membuat kedua sahabatnya ikut tertawa “iya sudah yok kekamar kalo ke malaman nanti kau masuk angin?” ajak kara sehingga desi menganggukan kepalanya dan selesai memesan kamar kedua sahabatnya itu pergi sehingga hani kembali ke kamarnya.
“kriing kringg” mata desi dan kara langsung terbuka lebar saat mendengar suara alaram di ponsel kara “des udah pagi ayo solat subuh?” ajak kara yang membuat desi berusaha bangun dari tidurnya “huaaah habis solat tidur lagi ya aku masih mengantuk?” kara menganggukan kepalanya dan mereka pun kekamar mandi selesai melaksanakan solat kedua gadis itu hendak kembali tertidur “dor dor dor” namun pintu kamarnya di gedor “ais kenapa polisi itu datang kepagian sih?” gerutu desi tidak panic sama sekali namun kesal sehingga dirinya pun membuka kan pintu “eh kau? Aku kira polisi ada apa?” Tanya desi pada ardi yang berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
“ayo ikut kerumah sakit kau harus minta maaf pada rey kalo gak kau akan di laporkan polisi?” ajakan ardi membuat desi melongo “ahahaha” tiba tiba desi tertawa lepas yang membuat kara juga ikut menghampirinya sedang ardi langsung cemberut “baik aku akan minta maaf, kar ayo ikut aku kerumah sakit?” kara belum sempat merespon tangan desi sudah menggeret lengannya dan membawanya kerumah sakit bersama ardi.
“loh hani kau juga disini?” Tanya desi saat melihat sahabatnya itu sedang duduk di kursi tunggu bersama suaminya “iya ardi lah yang aku beritahu kamarmu itulah kenapa aku disini?” kepala desi langsung manggut manggut lalu matanya melirik kearah joxi yang tampak kesal kepadanya.
“aku berterimakasih, tolong beritahu ayah mu aku sangat menghargai sikapnya yang bijak itu” selesai mengatakan itu desi mengajak kara masuk ke dalam ruangan rey di rawat sedang joxi langsung tersenyum tipis “mungkin mereka memang gak membenciku hanya saja karena kau han mereka sangat kasar kepadaku?” kata hati joxi sungguh walaupun rahasia terbesarnya tidak di ketahui oleh istrinya itu joxi tetap waspada karena takut kedua sahabat hani akan membongkarnya bahwa joxi pernah meniduri sahabat istrinya itu.
“gimana rasanya perutmu?” Tanya desi santai mengabaikan orang orang yang berada dalam ruangan itu “ayah dialah yang menendang ku?” kata rey manja yang membuat desi dan kara hampir menjitak kepalanya karena merasa kesal “jadi kau yang buat anakku terluka?” kata ayah rey yang mendapat anggukan kepala desi.
“paman sebelum kau ingin menuntutku atau apa lah itu, aku ingin jelaskan sesuatu yang amat penting semalam dia memeluk meluk sahabatku dan seolah dirinya adalah milik anak mu padahal gak ada hubungan apa pun di antara mereka? Apa kalo aku melaporkannya dia juga bisa di penjara bahkan lebih lama dari ku?” desi langsung tersenyum sadis selesai mengatakan hal itu yang membuat rey kelabakan “apa benar yang di katakannya rey?” Tanya ayahnya yang mendapat anggukan samar kepala rey sehingga ayahnya itu tampak kecewa.
“ais makanya bego jangan di pelihara, kau kira hokum akan tumpul karena kau anak pejabat? Tidak, karena aku juga sama sepertimu bahkan lebih. Cepat minta maaf pada kara atau aku laporkan kau?” pinta desi yang membuat rey menganggukan kepalanya “maafkan aku ya?” kara langsung menganggukan kepalanya “oke masalah selesai, tapi ingat paman anakmu ini kurang ajar jadi jangan lupa di didik dan untuk kalian para anggota geng bad boy jangan macam macam atau aku yang akan memberi pelajaran untuk kalian?” selesai mengatakan itu desi kembali memegang tangan kara lalu membawa sahabatnya itu keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
“aku rasa kau terlalu galak?” kata kara yang membuat desi tersenyum “biarkan saja kalo gak gitu orang akan menganggap kita lemah” sahut desi santai lalu mencium pipi sahabatnya itu “gimana udah kelar?” Tanya hani melihat sahabatnya itu “sudah dong, jox kami pinjam istrimu ya?” joxi menganggukan kepalanya “tapi balikan dia ya jangan pulang kerumah mu lagi?” desi langsung tersenyum.
“tenang saja asal kau bisa membuat hani bahagia aku gak akan sekasar itu padamu karena itu berjuanglah jadi suami yang baik” selesai mengatakan itu tangan kiri desi memegang lengan hani dan membawa kedua sahabatnya itu menjauh dari tempat itu “itu pasti dahlia desi” kata hati joxi lalu tersenyum lebar karena merasa bahagia mendapat lampu hijau dari sahabatnya istrinya itu.