Dosen Cantik Milik Ku

Dosen Cantik Milik Ku
Maaf


__ADS_3

“sreekk..” hani membuka korden sehingga sinar mata hari pagi menerobos ke kamarnya “Mmm..” joxi tampak malas membuka mata ketika sinar mentari mengganggunya “bangun, mau sampai kapan kau molor ini sudah jam 10 siang?” kata hani menarik paksa selimut yang menutupi tubuh suaminya itu.


“AIS GANGGU SAJA SAKIT NIH KEPALAKU” bentak joxi yang membuat hani geram sehingga dirinya langsung melangkah menuju kamar mandi selesai mengambil air di ember tangan hani langsung menyiramkan air itu ke wajah joxi yang pucat “byurr..” tentu joxi langsung gelagapan dan dirinya langsung terduduk lalu matanya menatap tajam mata hani namun hani menatap lebih tajam seolah ingin membunuh suaminya itu.


“kau sudah main pergi saja, teller di barr mabuk pula gak bangun solat subuh! Mau jadi suami macam apa kamu jox?” Tanya hani yang membuat joxi cemberut “itu semua gara gara kau yang selalu beralasan gak mau making love” protes joxi karena dirinya berubah menjadi bejad kembali akibat kecewa pada istrinya itu.


“jadi kau menyalahkan aku atas semua yang kau lakukan?” Tanya balik hani yang membuat joxi menatap wajahnya yang tampak marah itu “ya, karena kau yang membuatku kecewa” hani tersenyum lalu hendak melangkah kan kakinya sehingga dengan cepat joxi menggeret lengannya.


“brukk..” tubuh hani langsung di peluk dari belakang oleh joxi “aku mohon maafkan aku?” kata joxi lirih namun hani tidak memberi respon apa pun “aku janji gak aka mengulanginya lagi?” tambah joxi yang membuat kepala hani mendongkak keatas menatap wajah suaminya itu “gimana kalo kau teller terus di tiduri cewek kau kan tampan untung desi mengantarmu pulang?” sahut hani yang membuat joxi melongo karena joxi terkejut ternyata istrinya itu kuatir kepadanya.


“jadi kau kuatir kepadaku?”


“apa kau bodoh? Aku seperti ngurus bayi semenjak menikah dengan mu karena kau selalu bersikap gak dewasa!”


“ya sudah jangan galak galak nanti aku nangis?”

__ADS_1


“kau akan mati kalo nangis lagi karena aku akan telepon desi supaya menghajarmu”


“ya jangan lah nanti kau jadi janda kalo aku mati..” hani langsung tertawa kecil saat mendengar perkataan joxi barusan “jadi kau mau memaafkan aku?” Tanya joxi sambil tangannya menggubah posisi tubuh isrinya supaya berhadapan dengan nya.


“iya, tapi jangan kau ulangi lagi?” joxi langsung menganggukan kepalanya lalu tangannya memegang pipi hani dan bibirnya langsung mencium bibir istrinya itu dengan lembut “sudah sana kau mandi lalu solat duha” kata hani saat merasakan tangan joxi mulai nakal menjamah tubuhnya “hmm oke lah, tapi masakin aku telur ceplok sama mie?” hani langsung menganggukan kepalanya sehingga joxi tersenyum bahagia.


Kini joxi sudah selesai melaksanakan solat dan kedua tangannya langsung terangkat “ya allah maafkan aku yang telah menzolimi diriku sendiri dan aku mohon kepadamu tolong lah jadikan lah aku suami yang baik untuk hani dan jadikan lah hani menjadi istri yang baik untukku. Aamiin ya robbal alamin” itu lah kalimat yang di ucapkan mulut joxi dengan lirih kepada tuhannya dan setelah selesai berdoa joxi pun segera pergi ke dapur untuk makan hidangan yang di buat istrinya tercinta.


“wah sudah matang!” kata joxi saat di meja makan tersaji sepiring nasi dan telur ceplok kecap lalu ada semangkuk mie rebus yang di campur tomat “makan lah lalu istirahat, aku mau belanja setelah ini untuk kebutuhan kita makrab besok” joxi langsung berhenti makan saat mendengar perkataan hani.


“biar aku antar?” hani segera menggelengkan kepalanya “gak usah kemarin aja sudah belanja main kau biarin aja gak kau bawa, lagi pula aku mau belanja sama kedua sahabatku karena mereka juga ikut! Hook hokk..” joxi langsung tersedak sehingga hani mengambilkan minum untuk suaminya itu “glug glug glug” joxi langsung meneguk semua air di gelas yang di pegangnya.


“ya, memang kenapa?” joxi segera menggelengkan kepalanya lalu tersenyum canggung pada istrinya yang tampak keheranan itu “iya sudah tapi jangan telat pulang ya? Jam 4 sore kau harus meneleponku atau sudah di rumah kalo telat dari jam 4 aku akan menghukum mu!” ancam joxi yang membuat hani tersenyum tipis lalu matanya menatap sinis wajah suaminya itu “kau memang berani? Aku adukan pada desi kau bisa di potong paksa terong mu itu?” pertanyaan hani bagai bom atom yang meledak di tubuh joxi membuat tubuh suaminya itu langsung bergidik ngeri.


“ahahaha..” hani yang melihat ekspresi ketakutan di wajah joxi pun langsung tertawa lepas “sudah jangan kau pikirkan, aku Cuma bercanda kok sudah makan lah lagi?” kata hani lalu tangannya mengusap lembut rambut coklat suaminya itu “aku berangkat ya? Assalamualaikum” selesai mengatakan itu hani langsung melangkah kan kakinya meninggalkan suaminya yang mematung itu.

__ADS_1


“waalaikum salam” sahut joxi lirih lalu tangannya mengepal kuat “ini gak bisa di biarin, aku harus singkirkan desi dan kara dari kehidupan hani?” kata joxi murka pada dua gadis yang selalu menjadi pengganggu di dalam aksinya untuk making love dengan istrinya itu dan selesai makan pun joxi langsung menghubungi teman temannya.


“tin tin..” hani tersenyum saat melihat mobil biru milik kara terparkir di halaman rumahnya.


“masuk han?” kata kara sehingga hani membuka pintu mobilnya dan desi langsung sumringah melihat hani duduk di belakangnya “bremm..” mobil pun langsung kembali melaju di jalanan “han tumben wajahmu agak cerah biasanya beraora mendung? Hahaha!” Tanya desi penasaran yang membuat hani juga ikut tertawa tidak dengan kara karena gadis itu terlalu dingin untuk hal hal yang receh.


“aku habis ngerjain si joxi?” kata hani yang membuat kedua sahabatnya bahagia “cerita geh han gimana kau bisa ngerjain suami bodohmu itu?” sahut desi penuh semangat yang mendapat tatapan tajam mata kara yang besar “bisakah kau jangan menghinanya terus menerus nanti hani sedih suaminya di hina sahabatnya sendiri?” sungguh pertanyaan kara membuat kedua sahabatnya itu melongo.


“ahahaha..” tiba tiba hani dan desi langsung tertawa lepas yang membuat kara langsung cemberut “wah ternyata kau masih punya hati ya kar? Hmm memang manusia baik..” sanjung desi yang bagi kara adalah sebuah ejekkan “dari pada kau gak punya hati pingin nya hajar orang” sahut kara yang berhasil membuat desi kesal “ya kalian kenapa sih?” Tanya hani merelai kedua sahabatnya yang sedang berdebat itu.


“biasa lah han aku lupa gak belikan ubi dan ciken tadi malam jadi ngambeknya sampai sekarang” jawab desi seadanya sambil matanya yang tajam itu melirik wajah kara yang masih cemberut dengan hangat “oh gitu, hmm ternyata enak ya buat kara marah tinggal gak di belikan pesanan makanannya dia langsung mode maung ahahaha” sahut hani yang membuat desi ikut tertawa dan membuat kara langsung tersenyum canggung.


“ah sudah lah berhenti membuliku, jadi han kau gimana jailin suami mu?”


“kar kan tadi aku bilang mau belanja sama kalian eh dia bilangnya gini “iya sudah tapi jangan telat pulang ya? Jam 4 sore kau harus meneleponku atau sudah di rumah kalo telat dari jam 4 aku akan menghukum mu!” terus aku jawab “kau memang berani? Aku adukan pada desi kau bisa di potong paksa terong mu itu?” ekspresi wajahnya langsung pucat seperti zombie!”

__ADS_1


“ahahaha..” desi dan kara tertawa lepas sehingga hani tersenyum bahagia “jadi joxi ternyata sangat takut kepadaku ya? Hmm bagus lah dengan begitu dia gak akan terlalu menuntut mu han?” kata desi lalu mengedipkan satu matanya kearah sahabatnya yang paling kalem itu “iya terimakasih banyak ya?” kata hani yang mendapat anggukan kepala desi.


“tapi han, kalo kau akan bahagia sama dia nanti kami juga akan berhenti bersikap seenaknya pada suami mu?” sahut desi yang di iyakan oleh kara “karena bagi kami asal kau bahagia itu sudah cukup walaupun kami tidak menyukai suami mu itu” tambah kara yang membuat mata hani berbinar menatap kedua sahabatnya “ah iya terimakasih ya kara, desi kalian memang terbaik” kara dan desi langsung menganggukan kepalanya lalu tersenyum bahagia.


__ADS_2