
Joxi perlahan membuka matanya saat perutnya mulai merasa lapar “aku lapar” kata joxi lirih dan dirinya hendak menggerakkan tangannya “eh.. kenapa aku di borgol?” joxi keheranan lalu matanya memperhatikan isi ruangan kamar ini “ini rumah kakak, mbak viviii kak jokoo” teriak joxi yang membuat pintu tiba tiba terbuka “kau sudah bangun?” Tanya kakak kandungnya yang membuat kepala joxi mengangguk “kenapa kakak memborgolku?” joko tersenyum mendengar pertanyaan adiknya lalu duduk di sampingnya.
“karena aku takut kau melukai dirimu sendiri” jawab joko yang membuat joxi tersenyum hambar lalu matanya yang indah menatap wajah kakaknya yang tampan itu “ini sudah berakhir kak, aku harap rasa yang ada di hatiku juga hilang tapi ternyata tidak segampang itu?” sahut joxi yang membuat joko menatap penuh kasih wajahnya yang tampak pucat itu.
“maafkan aku ya?”
“aku gak akan menyalahkan mu lagi karena aku tahu dari awal hani memang tidak mencintaiku dan aku tetap memaksanya jadi semua ini terjadi”
“joxi apa kau benar benar ingin cerai?”
pertanyaan kakaknya itu bagai tombak yang menusuk hati joxi hingga rasa sakit ini begitu nyata namun joxi menyembunyikan itu dengan senyuman yang tulus “aku akan cerai secepatnya, setidaknya dengan begitu hani gak akan menderita lagi” joko terdiam sungguh jawaban dari pertanyaan nya membuatnya ikut merasakan kesedihan yang amat dalam karena joko tahu adiknya itu sangat mencintai hani.
“tapi bagaimana dengan mu?” Tanya joko kembali sungguh dirinya ingin dengar jawaban yang sejujurnya dari hati dan mulut adiknya itu “aku akan tetap hidup sampai tiba ajal ku dan aku gak akan mengusik hidupnya lagi” itulah kalimat yang keluar dari mulut joxi sehingga joko menganggukan kepalanya “baik lah kalo begitu ayo kita temui hani dan kedua ayah kita” selesai mengatakan itu joko melepas semua borgol yang mengikat kedua tangan dan kaki adiknya.
Hani tampak gugup saat melihat wajah joxi yang tampak pucat itu entah mengapa hatinya merasakan hal itu padahal harusnya hani merasa sedih namun kini tidak ada rasa itu karena sebentar lagi semua akan segera di putuskan “duduk lah” pinta tuan indra pada kedua anaknya itu “ayah sudah mendengar cerita hani dan joko, sekarang terserah kepada mu joxi?” kata tuan indra yang membuat anak keduanya itu tersenyum kepadanya lalu menatap wajah hani yang tampak lelah itu.
__ADS_1
“ayah handa sebelumnya maafkan kakak ku yang telah membunuh pacar hani dulu walaupun tidak secara langsung, dan untuk mu han aku akan menceraikan mu” mata hani membelalak seolah tidak percaya dengan kalimat yang di ucapkan oleh mulut suaminya itu.
“aku juga minta maaf karena tidak bersikap jujur, karena aku takut kau dan joko bertengkar dan hubungan kedua ayah kita hancur” joxi tersenyum ketir mendengar respon yang di berikan oleh hani kini hatinya kembali meradang karena hingga akhir hani memang tidak mempunyai rasa kepadanya dan semua yang di lakukannya hanya demi melindunginya dari setiap kekacauan yang ada.
“baik lah kalo itu keputusan kalian kami berdua tidak akan menyarankan apa pun lagi” kini giliran tuan handa yang berbicara “dan indra, aku dan anakku akan kembali kerumah kami tidak lagi tinggal di rumah mu” tambah tuan handa yang membuat sahabatnya itu terpaksa menganggukkan kepalanya.
“hani kalo memang kau gak ingin bertemu joxi lagi kau juga bisa pindah dari tempat kerjamu” kini tuan handa berbicara pada anaknya itu “iya ayah tenang saja” sahut hani santai berusaha menenangkan ayahnya yang tampak marah itu “aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, jadi kami permisi dulu. Ayo hani?” ajak tuan handa yang membuat hani menganggukan kepalanya dan ikut pergi meninggalkan mereka bertiga.
“kalian berdua jangan kuatir” kata tuan indra saat melihat besannya itu sudah keluar dari rumah “ayah jangan berbuat yang aneh aneh pada mereka, aku nanti membencimu” joxi memperingatkan ayahnya itu sungguh di hati kecilnya joxi tetap mencintai hani namun jika terus bersamanya hani akan terus menderita karena kebohongan yang terus di buatnya karena itu joxi rela melepasnya walaupun itu membunuh semangat hidupnya.
“ayah saran ku jangan melakukan apa pun apa lagi merugikan ayah handa dan hani?” pinta joko yang membuat tuan indra terdiam namun matanya sangat tajam menatap wajah anaknya itu “ayah takut terjadi sesuatu pada adikmu itu saja” joko mengerti maksud dari perkataan ayahnya itu sehingga dirinya menganggukkan kepalanya.
“ayah tenang saja aku juga gak akan berdiam diri” sahut joko yang membuat tuan indra tersenyum puas pada anaknya itu “lagi pula jika aku di posisi handa aku juga akan marah. Ha ah ada ada saja masalah serumit ini kasihan sekali hani dan joxi” kata hati tuan indra yang juga ikut merasa frustasi dengan kekacauan yang menimpa keluarganya.
Sedang di dalam perjalanan pulang suasana di dalam mobil tampak hening karena hani memilih terdiam begitu pun dengan ayahnya namun tiba tiba ayahnya itu menatapnya.
__ADS_1
“kenapa kau tidak bilang dari awal?” Tanya tuan handa pada akhirnya tidak bisa menahan rasa penasarannya “karena ayah dan ayah indra bersahabat, lalu joxi yang egois dan joko yang juga tidak berdaya pada akhirnya aku juga bingung karena setiap keputusan yang aku pilih selalu membuat kita semua terjebak di dalam kekacauan” jawab hani dengan jujur “jadi kau melakukan itu supaya ayah dan ayah indra tidak bermusuhan dan supaya joko dan joxi tetap akur?” hani mengangguk samar karena dulu pun yang di pertimbangkan oleh hani sebelum menikah ada juga kedua hal itu.
“lalu kenapa kau tidak pernah memperkenalkan atez kepada ayah?”
“karena ayah gak akan merestuiku, dia adalah anak yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan dia bisa kuliah juga karena biayasiswa dan otaknya genius” tuan handa langsung terdiam saat mendengar jawaban dari pertanyaannya “hani maafkan ayah..” tiba tiba kalimat itu spontan keluar dari mulut tuan handa yang membuat anaknya tersentak namun bibir hani langsung tersenyum dan matanya berkaca kaca.
“dulu atez pernah bilang kepadaku kalo dia sudah sukses dia bakal melamarku karena itu dia berambisi bisa lulus cepat karena dia tahu ayah akan menganggapnya seperti sampah jika Cuma bermodalkan nekad, dan syukur lah sekarang pikiran ayah sudah terbuka bahwa orang miskin juga punya harga diri” tuan handa tertenun mendengar perkataan anaknya itu dan lagi lagi air mata hani kembali menetes tanpa di sadari olehnya “sayang jangan menangis?” pinta tuan handa yang membuat hani tersenyum dalam tangisnya.
“ayah rasanya begitu sakit, aku benar benar sangat merindukan nya karena dia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal kepadaku” tuan handa tidak bisa menggambarkan keadaannya sekarang karena ini kali pertama dalam hidupnya melihat anaknya itu memperlihatkan sisi dirinya yang lain yaitu seorang yang begitu menderita karena telah kehilangan orang yang paling di cintainya untuk selamanya.
“sayang maafkan ayah” pinta tuan handa yang membuatnya menyentuh rambut anaknya itu namun dirinya langsung tersentak saat merasakan tubuh hani gemetar “sayang berhenti menyetir biar ayah saja?” pinta ayahnya panic karena takut hani akan kehilangan kendali.
“cekittt” tiba tiba mobil berhenti mendadak sehingga membuat tuan handa tersentak kaget “ayah bisakah aku bahagia setelah ini?” tentu kepala tuan handa langsung mengangguk “sayang sekarang apa yang kau ingin kan lakukan lah supaya kau bahagia ayah tidak akan melarang mu lagi” sahut tuan handa yang membuat hani merasa lebih tenang sungguh perkataan ayahnya itu berhasil membuat harapan baru di hati hani yang hancur.
“terimakasih banyak ayah” kata hani penuh ketulusan sehingga membuat mata ayahnya itu berbinar karena wajah hani tampak berseri seri seolah terlahir kembali tanpa rasa sakit apa pun “sayang ayah lah yang harusnya berterimakasih” hani tersenyum lalu menganggukan kepalanya “iya ayah” selesai mengatakan itu hani kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah.
__ADS_1